Puppy Love ✿Part 1✿ (Caught by Them)

Title            : Puppy Love ✿Part 1✿ (Caught by Them)

Author        : YeonNia

Type           : Series

Rate            : PG-13

Length        : Chaptered

Backsound Song : Fx(CHU~), SHINee (Romeo & Juliet), Ji Yeon T-ara (Rolling), IU (Good Day)

Cast  :

Park Ji Yeon (T-ara)

Choi Minho (SHINee)

Other Cast  :

Lee Ji Eun a.k.a IU (singer)

WooYoung (2pm)

Jung Soo Jung a.k.a Krystal (Fx)

Kim Bum (actor & singer)

Kim So Eun (aktris)

Genre                   : Romance, Friendship

‎.•*¨`*•. ☆ .•*¨`*•. .•*¨`*•. ☆ .•*¨`*•.
♥                 Happy Reading            ♥

✿•*¨`*•. (¯`v´¯) (¯`v´¯) .•*¨`*•✿
. . . ✿•*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ . . .

………♥ •.¸.•´♥………

✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿

Ji Yeon P.O.V

Annyeonghaseyo, Park Ji Yeon imnida. Kalian semua bisa panggil aku dengan Ji Yeon saja. Kini aku duduk di kelas 2 SMA. Aku sekolah di sekolah ternama di Busan yakni Mombulim International High School. Mombulim School adalah sekolah untuk para orang-orang kaya dan terpandang termasuk aku. Appaku mempunyai 8 cabang hotel terbanyak dan terbesar di Korea juga 5 cabang lagi di Jepang juga Eropa nama hotel itu Gajog Park Hotel. Eommaku mempunyai butik seragam sekolah, dan sudah mempunyai 3 cabang di Seoul, Incheon, dan pusatnya di Busan. Dan seragam sekolahku ini adalah hasil desain eommaku. Nama butiknya Yuhaeng Park Boutique.

Aku seorang yeoja feminism, sedikit manja, dan pinky girl. Jangan kalian fikir karena aku ini manja aku tidak mempunya namjachingu, tentu saja aku mempunyainya. Namanya Choi Minho. Dia adalah putra dari pemilik yayasan Mombulim. Selain pemilik yayasan keluarganya Choi family juga mempunyai perusahaan sepatu dengan merk yang sudah terkenal di seluruh dunia .Dia 1 tingkat diatasku dia namja tampan, seorang yang karismatik, dan setiap kedipan mata dan senyuman khasnya dapat membuat semua yeoja terpesona. Itu adalah satu hal yang aku tak sukai darinya. Selain itu yang membuat aku tak habis fikir olehnya, dia tidak pernah mau mengakui hubungan kami. Aku tahu memang peraturan di sekolah ini adalah sesama siswa Mombulin dilarang berpacaran, tapi banyak chingu-chinguku yang melanggar peraturan tersebut diam-diam.

Aku juga mempunyai seorang sahabat namanya Ji Eun, dia yeoja manis, baik dan selalu ada untukku. Dia putri dari keluarga terpandang sama sepertiku. Keluarganya mempunyai perusahaan iklan majalah yang sudah turun temurun dari halabeojinya hingga saat ini perusahaan itu dibawah pimpinan appanya. Eommanya juga mempunya butik seperti eommaku, hanya saja jenis pakaian yang berbeda. Kadang kala eomma kami saling bekerja sama. Aku kenal Ji Eun saja saat eommaku dengan eommanya bekerja sama 5 tahun lalu. Dan semenjak itu aku dan Ji Eun bersahabat. Kami sudah seperti saudara. Ohh ya Ji Eun mempunya seorang namjachingu namanya Jang Wooyoung, aku kurang tahu tentang namja itu tapi Ji Eun sering bercerita tentangnya.

Kini aku berada di ruang kelas, saat ini sedang jam istirahat. Aku enggan untuk pergi ke kantin. Aku hany sibuk menggores-goreskan pensil ku di kertas dan tampaklah sebuah goresan sederhana dengan wajah Minho oppa. Neomu kyeopda oppa.

“Ji Yeon~shi, mau temani aku ke kantin aku sangat lapar. Ji Yeon~shi… Ji Yeon~shi… aissshh ternyata kau menyukai Minho sunbae” seru Ji Eun sahabatku. Ommona apa yang tadi ia katakana Minho oppa. Aku menoleh kearahnya.

“Ne?” tanyaku seraya menutupi lukisan Minho oppa dengan tanganku.

“YA! Ji Yeon~shi apa kau menyukai Minho sunbae?” tanya Ji Eun yang sintak membuatku kaget.

“…” aku hanya diam.

“Sudahlah kau mengaku saja, nanti biar aku salam lewat Wooyoung oppa”

“Andwae, ak… ak… aku malu” seruku terbata-bata, dengan sedikit berbohong juga tak apa mianhae Eunnie.

“Baiklah kalau itu maumu, jadi sekarang kau mau ikut aku ke kantin tidak aku sudah lapar?” Tanya Ji Eun.

“Aniya” jawabku.

“Baiklah” kata Ji Eun seraya mengangguk.

Aku kembali melanjutkan aktifitas melukisku. Beberapa menit setelah Ji Eun meninggalkan ku.

“Hoaaa ada Minho sunbae”

Aku segera menoleh keluar jendela, dan tepat sekali yang kulihat Minho oppa sedang menebar pesona dengan para yeoja-yeoja itu. Aku terus menatapnya tajam, hingga sampai tatapanku itu tertangkap olehnya. Dia menatapku dan secepatnya aku membuang muka dengan kesal. Bagaimana dia bisa berbuat seperti sementara aku melihatnya.

Ji Yeon P.O.V End.

Ji Eun P.O.V

Bel istirahat berbunyi, aku ingin secepatnya bertemu Wooyoung oppa. Dia itu namjachinguku, dia sangat tampan, baik, dan humoris. Aku sangat mencintainya begitu juga dengannya. Setiap hari kami selalu bertemu, meskipun diam-diam karena peraturan sekolah yang konyol itu. Sesama siswa Mombulim dialarang berpacaran. Aku benci peraturan itu. Selesai merapikan semua alat tulisku, aku segera menghampiri sahabatku Ji Yeon.

Apa yang sedang dia lakukan, aku segera menghampirinya.

“Ji Yeon~shi, mau temani aku ke kantin aku sangat lapar. Ji Yeon~shi… Ji Yeon~shi… aissshh ternyata kau menyukai Minho sunbae” seru ku yang melihat lukisan Minho sunbae.

“Ne?” tanyanya seraya menutupi lukisan Minho sunbae dengan tangannya.

“YA! Ji Yeon~shi apa kau menyukai Minho sunbae?” tanyaku yang sepertinya membuatnya kaget.

“…” dia hanya diam.

“Sudahlah kau mengaku saja, nanti biar aku titip salam lewat Wooyoung oppa”

“Andwae, ak… ak… aku malu” serunya terbata-bata, aku sedikit menahan tawa dengan kelakuannya itu.

“Baiklah kalau itu maumu, jadi sekarang kau mau ikut aku ke kantin tidak aku sudah lapar?” Tanya ku to the point.

“Aniya” jawabnya. Aissshh seharusnya dia bilang dari tadi.

“Baiklah” kata ku  seraya mengangguk.

Aku berjalan menuju pintu kelas dan tepat sekali saatku keluar ada Wooyoung oppa dan Minho sunbae. Karena ada Minho sunbae membuat yeoja-yeoja itu pada histeris memanggil namanya.

“Hoaaa ada Minho sunbae” dasar yeoja gila.

Aku menghampiri Wooyoung oppa. Sungguh kami sulit berjalan karena kerumunan yeoja-yeoja itu. Dan sedikit kulirikan pandanganku ke Ji Yeon dia memerhatikan Minho sunbae dengan tatapan tajam dan marah kemudian dia membuang muka. Ada apa dengannya, apa dia benar-benar menyukai Minho sunbae tapi kenapa dia menatap dengan tatapan seperti itu. Aku melirik ke arah Minho sunbae, dan tepat sekali Minho sunbae juga menatap Ji Yeon. Ada apa dengan mereka sepertinya ada sesuatu yang di rahasiakan Ji Yeon dariku, tapi apa. Aissshhh membuatku bingung saja nanti akan aku tanyakan langsung padanya.

Ji Eun P.O.V End.

Minho P.O.V

Ketika sampai di kantin, aku, Wooyoung dan yeojachingunya itu Ji Eun. Mencari tempat duduk. Dan kami telah mendapatkannya, kami memesan makanan dan minuman. Pesanan kami pun telah datang, aku menatap layar ponselku. Tepat didalamnya terdapat wajah Ji Yeon yeojachinguku. Kini nafsu makan ku hilang begitu saja ketika mengingat tatapan marah Ji Yeon tadi.

“Minho… Minho… Minho… YA! Choi Minho” panggil Wooyoung setengah berteriak.

“Aissshhh suaramu itu, membuat telingaku sakit” omelku padanya.
“Habis dari tadi aku memanggilmu kau tidak menjawabnya. Ohh ya kenapa kau tidak makan makananmu?” Tanya Wooyoung.

“Ani, nafsu makanku tiba-tiba saja menghilang” jawabku seadanya.

“Sunbae, sebenarnya apa hubunganmu dengan Ji Yeon?” Tanya Ji Eun yang seketika membuatku kaget.

“Ji Yeon?” tanyaku berpura-pura tidak tahu. Mianhae jagiya.

“Ne Ji Yeon sahabatku” kata Ji Eun memastikan.

“Apa maksudmu, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan sahabatmu itu” aku berbohong lagi.

“Lantas, kenapa…”

“Jagi, sudahlah kau jangan terus tanya-tanya seperti itu padanya, dia memang terkadang aneh seperti itu”

“Aisshhh YA!” desisku kesal.

“Sudah-sudah, aku sudah kenyang aku kembali ke kelas yahh. Ada yang ingin aku tanyakan pada sahabatku itu, annyeong” ada yang ingin dia katakan pada Ji Yeon, apa itu. Sudahlah, nanti dapat aku tanyakan pada Ji Yeon.

“Ne hati-hati ya jagiya, kalau kau tersesat telpon saja aku” seru Wooyoung.

“Ne oppa” sahut Ji Eun.

Aisshhh Milky couple, benar-benar couple yang aneh. Aku masih bertanya-tanya kenapa mereka berdua di panggil sebagai Milky couple, sudahlah itu urusan mereka. Aku mengirimkan Ji Yeon sebuah pesan singkat.

Minho P.O.V End.

Ji Yeon P.O.V

Saat membuang muka dari Minho oppa tadi aku sudah tidak tahu apa-apa dengan yang terjadi di luar itu. Aku meremas kertas dengan lukisan Minho oppa yang baru saja aku buat. Sungguh aku begitu kesal sekali padanya. Ponselku bordering, sepertinya ada sebuah pesan masuk owhh Minho oppa. Aku segera membuka pesan itu.

“Jagi, aku ingin pulang sekolah nanti kau pulang bersamaku. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu” from : ~sweety Minho~

Aishhh saat aku kesal dengannya, dia baru SMS ku. Kemarin kemana dia. Aku pun segera membalasnya.

“Andwae oppa, saat ini aku tidak mau bertemu denganmu” send : ~sweety Minho~

Beberapa menit kemudian.

“Masih marahkah, baiklah aku minta maaf. Tapi aku mohon pulanglah bersama ku nanti, jagiya” from : ~sweety Minho~

“Ne baiklah, aku akan pulang bersama dan menyuruh supirku untuk pulang duluan. Tapi aku ada satu syarat” send :~sweety Minho~

“Apa itu? Syarat apa pun akan aku turuti” from : ~sweety Minho~

Aku sedikit berpikir apa yang ingin aku minta darinya, hmm… ohh ya aku tahu “Aku ingin kita pergi jalan-jalan, setelah kau membicarakan hal yang ingin kau bicarakan padaku” send : ~sweety Minho~

“Benarkah hanya itu kau tak ingin meminta yang lain?” from : ~sweety Minho~

“Ne hanya itu, aku bingung harus minta apa darimu” send : ~sweety Minho~

“Okay, sampai jumpa nanti sore ^♥^” from : ~sweety Minho~

 

“Annyeong, CHU~♥” send : ~sweety Minho~ (backsound : CHU~ Fx)

 

Sungguh senang hatiku saat ini Minho oppa mengajakku date. Sebelumnya kami jarang sekali date, terakhir kami date saat dia mengutarakan perasaannya padaku. Sudahlah yang penting sekarang aku akan date dengannya.

Ji Yeon P.O.V End.

Sore sepulang sekolah

Minho P.O.V

Kali ini aku mengajaknya date aku tidak akan menyianyiakan saat-saat ini, aku begitu kangen dengan Ji Yeon. Kemarin-kemarin dia hanya terus-terus saja marah padaku, aku tahu semua ini salahku tapi sungguh aku sebagai anak pemilik yayasan mana mungkin melanggar peraturan yang sudah di tetapkan. Apa nanti kata appa dan eomma saat mengetahui kalau aku berpacaran dengan sesama siswa Mombulim.

Aku menunggu Ji Yeon di parkiran, aku mencoba mengirim pesan kepadanya bahwa aku sudah menunggunya di parkiran. Dia hanya menjawab, kalau dia akan segera kesana. Aku kembali menunggunya, hingga ada seseorang yang mengetuk jendela mobilku dan ku tahu itu pasti Ji Yeon. Tepat sekali itu memang benar Ji Yeon. Aku membukakan pintu untuknya dia masuk dan sekarang tepat duduk di sampingku. Aku dan Ji Yeon hanya diam satu sama lain sepanjang perjalanan, sungguh kenapa sepertinya aku grogi sekali mungkin karena kami memang jarang ketemu jadi saat berdekatan seperti ini rasanya aku sangat grogi.

“Oppa gomawo sudah mengajak ku date kali ini, kau tahu bukan terakhir kita date” Ji Yeon membuka pembicaraan. Aku hanya diam sangat bingung mau menjawab apa.

“Oppa… kenapa kau tidak menjawab, aisshhh untuk apa aku ini kencan denganmu tapi kau sama sekali tidak menghiraukanku” sepertinya dia menggerutu, ini semua salahku kenapa saat-saat seperti ini aku malah membuatnya marah lagi.

Aku menoleh kearahnya sepertinya dia hanya menatap keluar, dengan tatapan kesal. Aku mengacak-acak rambutnya.

“Apa kau marah, jeongmal aku bingung harus jawab apa sudah lama sekali kita berdekatan seperti ini” seruku mencoba mengembalikan keadaan.

“Kau grogi? Siapa suruh kau tak pernah mengajakku bertemu juga tak mau memberi tahukan kepada semuanya kalau aku ini yeojachingumu” jawabnya kesal tanpa menoleh kearahku.

“Mianhae aku bukannya tidak mau, tapi kau tahu aku ini anak seorang pemilik yayasan dan kalau aku melanggar peraturan yang ada aku ini akan menjadi pembicaraan satu sekolah begitu pula denganmu, apa kau mau?” tanyaku hanya ingin menjelaskan yang sebenarnya.

“Jinjja itukah alasanmu, bukan karena kau malu mempunyai yeojachingu sepertiku?” kini dia yang berbalik bertanya.

“Untuk apa aku malu mempunyai yeojachingu sepertimu, kau ini cantik, manis, pintar melukis, berasal dari keluarga terhormat untuk apa aku malu” jawabku jujur. Ku lihat sepertinya dia tersenyum.

“Oppa” serunya seraya memukul lenganku ringan kemudian menutup wajahnya. Aku membalas senyumannya kemudian mengacak-acak rambutnya dan kembali menyetir.

Minho P.O.V End.

Ji Yeon P.O.V

Sungguh aku memang sangat kesal saat itu tapi karena sudh tahu alasan dia kenapa berbuat seperti itu aku jadi semakin mencintainya. Minho oppa saranghae. Kami tiba di kedai ice cream, aku sengaja meminta untuk pergi ke kedai ice cream karena sudah lama sekali aku tidak makan ice cream di kedai ini. Kedai ice cream ini adalah tempatku dan Minho oppa jadian tepatnya di meja no. 9, saat ini aku ingin ke kedai ice cream itu dan duduk di meja no. 9.

“Ji Yeon~ahh, kau masih ingat dengan meja itu” kata Minho oppa menunjuk meja no. 9.

“Tentu saja aku ingat, aku ingin duduk disana” seruku antusias.

“Baiklah kita duduk disana” ajak Minho oppa seraya menggandeng tanganku.

‘deg’

Ada apa dengan jantungku kenapa berdetak begitu cepat, aku merasakan sesuatu yang tidak seperti biasanya. Walaupun aku dan Minho oppa pacaran, tapi kami sama sekali tidak pernah bergandengan ini pertama kalinya Minho oppa menggandeng tanganku dan juga pertama kalinya aku digandeng seorang namja.

Kami saling duduk berhadapan, memesan ice cream kesukaan kami. Aku meminta Minho oppa untuk memesankan aku ice yang aku sukai begitu pun sebaliknya. Aku tahu Minho oppa suka sekali dengan ice cream coklat dengan caramel susu jadi aku memesankannya itu, Minho oppa memesankan aku ice cream vanila black forest sungguh aku menyukai ice cream itu.

“Kau masih ingat dengan ice cream kesukaanku ya” seru Minho oppa.

“Tentu, kau juga ingat dengan ice cream kesukaanku” sahutku.

“Ji Yeon~ahh apa kau memberitahukan Ji Eun tentang hubungan kita?” Tanya Minho oppa yang membuatku tersedak.

“Ani, hanya tadi saat aku melukismu di kertas dia melihatnya dan dia pikir kalau aku menyukaimu jadi terpaksa aku mengatakan kalau aku menyukaimu, agar dia pikir aku hanya sebatas suka tidak ada hubungan lain” jelasku.

“Tapi kenapa tadi dia bertanya padaku, ada hubungan apa aku dengan mu aku hanya menjawab tidak ada hubungan apa-apa, aku sempat berpikir apakah kau memberitahunya” serunya.

“Tentu saja tidak, jika aku ingin memberitahunya aku akan mengatakannya padamu, dan yang tahu hubungan kita ini hanya So Eun seonsaengnim dan aku percaya 1000% kalau So Eun seonsaeng tidak akan memberitahukannya pada siapa pu” kataku panjang lebar.

“Baiklah aku percaya padamu, kau bilang ingin jalan-jalan karena hanya itu saja yang ingin aku bicarakan kau habiskan dulu ice cream mu” gumam Minho oppa.

Ji Yeon P.O.V End.

Author P.O.V

Minho dan Ji Yeon sedang date, begitu pula dengan Ji Eun dan Wooyoung. Tanpa disadari mereka berempat date di tempat yang sama. Ji eun sedang sibuk melihat orang-orang yang berlalu-lalang di depannya. Sementara Wooyoung sedang membelikannya minuman. Mata Ji Eun terbelalak saat apa yang ia lihat di depannya Minho dan Ji Yeon sedang kencan dan bergandengan tangan.

Author P.O.V End.

Ji Eun P.O.V

Aku begitu lelah karena sedari tadi kami hanya berjalan-jalan saja, Wooyoung oppa yang mengetahui kalau aku kelelahan beranjak pergi untuk membelikan aku minuman. Aku yang menunggunya hanya duduk di kursi dan melihat-lihat orang-orang yang berlalu-lalang di hadapanku. Aku melihat Ji Yeon dengan Minho sunbae.

“Ji Yeon Minho sunbae, ommona~ Park Ji Yeon”

~To Be Continue~

Bagaimana suka part 1 nya, kalu suka coment dong!!!

About Yeonnia_Park

I'm an ordinary girl from Indonesia who like Korea. My idol is Ji Yeon of T-Ara. My favorite couple is MinJi (Minho of SHINee-Jiyeon) couple. I love my Pikachu is Kwangmin of Boyfriend.

Posted on 20 Mei 2011, in Chaptered, Couple FF, Fanfiction, Others, YeonNia>>Aulia and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: