KyuRi : Oppa Say You Love Me ! [part 2]

Title : Oppa Say You Love Me !

Author : Ndivha .aka. N_Hyuk Wife’s

Length : Twoshoot (Maybe)

Genre : Find By Ur Self  !!! x_x

Main Casts :

Kwon Yuri (Disini yuri bukan member SNSD, dia hanya seorang gadis biasa) #dibakarSone

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other Casts :

Lee Hyuk Jae

Lee Eun Jae .aka. Author/U *Author numpang exis :D *

Disclaimer : All cast belong to Author  XD #digantungReaders

Notes : FF ini kubuat berdasarkan, permintaan salah satu admin/author dan reader yang sudah komen di FF ku sebelumnya. Jujur saja, saya tidak suka dengan pairingan Super Generation / Super F[x].   Tapi, aku ikhlas koq buatnya :) . Buat yang gak suka sama Pairingan KyuRi GO AWAY >.< . Buat yang KyuRi Shipper, jangan lupa RCL yahh :) .  SIDER’S JANGAN MENDEKAT !!!!!


♥Happy Reading


#Eunhyuk POV#

Hahh…akhirnya pekerjaan hari ini kelar juga. Aku berjalan masuk ke kamarku dan mendapati istriku sedang duduk manis menyisir rambutnya. Aku memeluknya dari belakang dan menatapnya dari cermin. Dia tersenyum padaku.

“Bagaimana kabar istriku dan malaikat kecilku hari ini?”kataku sambil mengelus perutnya. *Haaahhh….author lemes ngebayanginnya*

“Hari ini, malaikat kecil kita pengertiiian sekali, ia mau mendengarkan kata-kata appanya”ia tersenyum penuh arti padaku, membuatku menyadari betapa berartinya dia dalam hidupku Lee Eun Jae dan malaikat kecil didalam perutnya ! Aku benar-benar bersyukur mereka. Aku mempererat pelukanku

“Hemmm…. kenapa rumah sepi sekali? kemana nenek lampir itu?” Eunjae melepas tanganku dari perutnya dan berbalik ke arahku. Dia menatapku serius.

“Jagi, sepertinya ada yang terjadi pada Yuri”

“Maksudmu ?” Aku benar-benar tidak mengerti.

“Saat pulang tadi, dia menangis. Aku sudah coba bertanya tapi dia tidak menjawabnya. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Aku mengernyitkan alisku dan menggeleng pelan. “Molla, tadi aku pergi dengan menejer jadi aku tidak bertemu dengan Yuri”jawabku. Apa yang terjadi tidak biasanya yuri seperti ini.

“Sebaiknya kau temui dia mungkin dia ingin bercerita denganmu” Ucap eunjae, “Aku akan menyiapkan air hangat untuk mandimu, temui dia sekarang”katanya sambil tersenyum

“Tidak usah sayaaang. Aku bisa menyiapkannya sendiri, kau harus banyak beristirahat. Aku lihat yuri dulu yah?!”kataku sambil mengusap kepalanya. Dia mengangguk pelan.

“Andwee…ibu hamil tidak boleh bermalas-malasan…bicaralah baik-baik. Jangan sampai ada teriakan”katanya sambil berdiri menuntunku ke depan pintu.

“Huhh…”aku menghela nafas pelan. “Baiklah, tapi kalau dia memancingku jangan salahkan aku”ucapku. Dia berjinjit mengecup bibirku lembut.

“Pergilah :)”ucapnya

“Yeyy…capekku terasa hilang entah kemana setelah dapat poppo dari istriku yang cantik ini”aku mencubit pipinya, kulihat dia mulai memerah.

Aku mencium pipinya dan langsung melangkahkan kakiku ke arah kamar Yuri. Kuketuk pintunya beberapa kali tapi tak ada jawaban. Aku memutar knok pintunya ternyata tidak terkunci. Aku masuk ke kamarnya melihat dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Ya! Kau kenapa?”Ucapku lembut. Aku bersumpah itulah suara -terlembut- yang kupunya >.<

Dia tetap tidak menjawab. “Aku tahu kau tidak sedang tidur yuri”ucapku lagi dan menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya benar-benar sembab karena air mata. Dia memalingkan wajahnya dariku.

“Apa yang terjadi?” Tanyaku khawatir. Lagi-lagi dia tidak menjawab “Yurii?”

“Gwenchana”jawabnya tanpa ekspresi

Kali ini dia menyulut emosiku. Aku benar-benar geram dengan kebisuan ini.

“Bukan jawaban itu yang ku inginkan”ucapku masih berusaha menahan emosiku. “Aku ingin tahu alasan kenapa kau seperti ini”ucapku tertahan.

Lagi-lagi dia terdiam. Maafkan aku Eunjae, aku tidak tahan melihatnya seperti ini. Aku benci kebisuan ini.

“JAWAB AKU KWON YURI !!!!!!”ucapku setengah berteriak “SIAPA YANG MEMBUATMU MENANGIS SEPERTI INI ????. APA YANG TERJADI?? JAWAB AKU!!! SIAPA YANG MENYAKITIMU???? CEPAT KATAKAN PADAKU !!”ucapku berteriak.

Dia menggelengkan kepala, air matanya mulai mengalir membasahi pipinya lagi “Tidak ada”jawabnya.

“AKU BUKAN ORANG BODOH, YURII !! Aku sangat mengenalmu, aku belum pernah melihat mu seperti ini !! Sesuatu yang sangat menyakitkan pasti terjadi padamu !! CEPAT KATAKAN SIAPA YANG MENYAKITIMUU !!!!”

Yuri tetap tidak menjawab. “Oh, jadi begini? Kau tidak mau berbicara padaku? Kau tidak percaya padaku? Kau tidak menganggapku sabahatmu???!! Padahal aku sudah menganggapmu seperti saudara sendiri. Maafkan aku sudah mengganggu waktu istirahatmu Nona Kwon Yuri !!”

Aku melangkahkan kakiku keluar kamarnya. Tapi, tak beberapa langkah kakiku tertahan oleh pelukannya. Dia menangis, isakan tangisnya sungguh menyayat hati.

“Hyuk, jangan berkata seperti itu. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di Korea. Jebal, jangan marah padaku, mianhae hyuk. Mianhe”ucapnya disela-sela tangisnya

Aku membalikkan tubuhku dan membalas pelukannya.

“Hyuk…”ucapnya lagi masih dengan tangisnya yang sangat menyedihkan.

Ku tuntun dia ke tepi ranjangnya, dia masih memelukku. Yuri? apa yang sebenarnya terjadi padamu?. Dia masih menangis, ku biarkan dia membasahi bajuku. Sepertinya dia benar-benar terluka. Hingga suara tangisnya mereda kulihat matanya sudah terpejam. Dia tertidur dalam pelukanku. Dia pasti sudah sangat lelah. Di saat itu juga Eunjae masuk ke kamar Yuri, dan menghampiri kami.

“Sepertinya tadi aku mendengar terikan?”ucapnya tanpa melepas pandangannya dari Yuri.

“Mianhe jagi, aku tadi sedikit emosi. Hehehe”ucapku

“Bagaimana? apa dia sudah cerita?”tanyanya dengan nada khawatir

Aku menggelengkan kepalaku pelan. Kulepas pelukan Yuri dan merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Eunjae membantuku menyelimutinya. Aku menatap wajah istriku…

“Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi sepertinya aku tahu penyebabnya”ucapku. Kurangkul bahunya “Kau tahu jagi? Yuri mengajarkanku sesuatu. Jika nanti anak kita perempuan, aku yakin dia pasti akan mengalami hal seperti ini. Jika benar, aku tidak perlu panik lagi”ucapku

Eunjae terkekeh mendengarku “Kau ini, kalau saja Yuri mendengarmu berkata begitu dia pasti sudah menjambak rambutmu !” Aku hanya terkekeh mendengarnya.

“Oh, iya sayang? Apakah kau belum mau melihat wajah appamu yang tampan ini?” kataku mengusap perut eunjae dan menempelkan telingaku

“Kau ini! sana mandi, kau bau tau!!” dia mendorongku ke kamar mandi.

“Hehe ara…ara”kataku sembari masuk ke dalam kamar mandi.

“Sayaaaang…mandi bareng yookk?”godaku pada eunjae.

“Akuu sudahh mandi tauu ! Mandi sendiri saja!!”balasnya.

-Keesokan Harinya-

Pagi ini wajah Yuri terlihat lebih cerah, walaupun masih terlihat jelas kesedihan di wajahnya. Itu membuatku sedikit lega, setidaknya dia sedikit lebih tenang.
Sebelum ke SM, aku memutuskan untuk menemui Kyuhyun di Dorm. Ku pacu mobilku dengan kecepatan penuh menuju tempat yang amat ku kenal itu. Aku memencet bel dorm dengan tidak sabar dan ternyata yang membukakan pintu untukku ada lah dia. Cho Kyuhyun. Tanpa membuang waktu, kudorong tubuhnya ke sofa dan mencengkram kerah bajunya, perlakuanku itu membuat member lain terlihat shock.

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA YURI HAH ???”teriakku gusar. “APA YANG KAU LAKUKAN SEHINGGA MEMBUATNYA TERLUKA SEPERTI ITU ??” tanyaku masih dengan nada tinggi “BUKANNYA SUDAH KUKATAKAN PADAMU ‘JANGAN PERNAH, SEKALIPUN KAU MENYAKITINYA’ APA KAU TIDAK INGAT ITU HEHH ???”ucapku lagi.

Donghae meremas pundakku dan memaksaku melepaskan cengkramanku dari baju Kyuhyun. Sungmin dan Leeteuk menjauhkanku dari Kyuhyun.

“Hyung, ku mohon jangan ikut campur urusanku. Beri aku sedikit ruang. Aku butuh kepercayaanmu. Tolong beri aku kesempatan untuk menyelesaikan masalhku sendiri. Aku butuh dukunganmu saat ini,”Aku sedikit terhenyak mendengar nada bicaranya yang begitu pelan. Berbeda dari Kyuhyun biasanya.

“Baiklah kuberi kau kesempatan. Tapi jika kau menyakitinya lagi, aku tidak akan memaafkanmu. Yuri bukan hanya sahabat bagiku. Dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Kau harus tau itu Kyu !! Aku tak akan membiarkan namja manapun menyakitinya. Sekalipun Kau, Cho Kyuhyun !!!”

“Ne, aku tahu itu. Gomawo, karena sudah memberiku kesempatan hyung. Tolong bantu aku bicara dengannya, dia sama sekali tidak mau mengangkat telfon dariku. Katakan padanya aku menunggunya di taman kota malam ini”Ucapnya.

Aku hanya menganggukan kepalaku. Tanda aku mengiyakan semuanya.

~Eunhyuk POV End~

~Yuri POV~

“Aaakkkkkkhhhhhh”

Aku terkejut mendengar suara teriakan seseorang. Aku segera berlari keluar menari sumber suara. Aku masuk ke kamar eunjaee dan benar saja eunjae sedang mengerang kesakitan sembari memegangi perutnya.

“Eunjae, apa kau sudah mau melahirkan?”tanyaku panik

“Mu…ng..kinn…ahhh…sa..jaa….Akkhh…Yu..rii..aahhh…sa…kitt…see…kaa..lii…pe..ruu..tt…aahh…kuu”ucapnya terbata-bata *Author takut bayanginnya >.<*

“MWO? baiklah aku akan cari bantuan, bertahanlah sedikit. BIBI WANG !!!”teriakku “Bantu aku jaga eunjae ”

Bibi wang tergesa-gesa masuk ke dalam kamar eunjae, “Bibi wang tolong bantu aku jaga eunjae, aku akan cari bantuan sepertinya dia akan melahirkan. Aku cari bantuan dulu”aku berlari keluar kamar. Tapi, tiba-tiba saja aku menabrak Eunhyuk yang ingin masuk ke kamarnya.

“Ya!! Apa-apaan kau ini ?!!”ucapnya

“Ya!!! Kau tidak usah banyak bicara, istrimu sudah mau melahirkan!!”teriakku panik.

“MWOOO ???”Teriaknya tak kalah panik. Ia berlari masuk ke dalam kamarnya. Aku mengikutinya dari belakang. Kulihat kaki eunjae sudah di aliri cairan putih. Kalau tidak salah itu adalah air ketuban, berarti keponakanku memang sudah ingin keluar.

“Hyuu…kk…sa…kkitt”erang eunjae

“Tahan jagi, kita ke rumah sakit sekarang”Kata eunhyuk lalu menggendongg eunjae “Ya!! Yurii…kenapa hanya bengong di situ? bantu aku!!”teriaknya lagi.

“Ah, ne hyuk!”jawabku terkejut. Sebelum berlari menyusul eunhyuk, aku menoleh ke arah bibi wang.

“Bibi Wang, tolong kabari member lainnya”ucapku pada bibi wang

“Ne, nona!”jawabnya

Aku langsung berlari menyusul Eunhyuk dan segera kubuka pintu mobilnya. Eunhyuk memasukkan eunjae pelan-pelan ke dalam mobil dan aku duduk di samping eunjae. Aku merangkul tubuhnya yang lemas karena menahan rasa sakit. Eunhyuk mulai menjalankan mobilnya dan sesekali melirik kebelakang, melihatku dan eunjae.

“Kyaaaaaa…!!!!”teriakku ketika tangan eunjae mulai menarik rambutku dengan kuat.

“Ya!! istriku yang mau melahirkan kenapa kau yang berteriak hah ??” ucap eunhyuk yang terkejut mendengar teriakanku.

“Heyy!! Apa kau tidak lihat tangan istrimu menjambak rambutku heh? sakit tau!!”balasku tak kalah keras.

Kulihat eunjae mendekatkan kepalanya kelenganku, berusaha menggigitnya. Dengan sigap ku dorong kepalanya dengan tangan kanan ku yang bebas

“Hoaaaaaaa….”aku berteriak kesakitan saat eunjae menjambak rambutku lagi.

“Ya! yurii!! jangan sakiti istriku, dia sudah cukup menderita saat ini!”ucapnya

“Ya! aku juga menderita tauu!!”

“Haishh kau ini”dia mengacak rambutnya lalu memarkirkan mobilnya di tepi jalan.

“Ya! apa yang kau lakukan? Kita belum sampai!!”teriakku padanya.

“Tukar posisi ! Aku tidak mau istriku jadi korbanmu”katanya

Dia keluar mobil dan menarikku pindah ke kursi sopir. Aku mengemudi cukup kencang tapi tetap saja berhati-hati. Tiba-tiba PLAKKKKK !!!

“Ahkkkk….”

Sebuah tamparan tepat mendarat di wajah mulus Eunhyuk, Aku melirik ke arah mereka ternyata Eunjae yang melakukaknnya. Bukan hanya pipinya yang merah, tapi sekarang kulihat tangan eunjae mulai menjambak rambut Eunhyuk, tidak hanya itu tangan lain Eunjae mulai meremas lengan berisi Eunhyuk. Kudengar Eunhyuk meringis kesakitan. Whoaa…Hyuk kau appa yang hebat !!

“Konsen pada jalannya saja!!”teriaknya padaku saat memergokiku memperhatikannya. “Jagi, tahan sedikit yah…”ucapanya lagi pada Eunjae.

“Ss..aakk..ii..tt Hy…ukk”desah eunjae terbata-bata.

“Tarik nafas jagi, kau pasti bisa. Tarik nafas perlahan lalu hembuskan”kulihat Eunhyuk mendemonstrasikan tipsnya sendiri, aku mengulum senyumku melihatnya panik seperti itu.

Sesampainya di rumah sakit Eunjae langsung dibawa keruang bersalin. Sebenarnya aku juga ingin masuk tapi suster bilang hanya suaminya yang boleh masuk. Ya terpaksa aku menunggu di di depan ruangan bersalin. Aku sangat khawatir pada Eunjae, bukankah hal terberat bagi yeoja itu adalah berjuang melawan maut ketika berusaha memberikan anaknya kesempatan untuk melihat dunia ?

Aku menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku, berusaha untuk tetap tenang. Saat itu juga semua member Super Junior menghampiriku. Tanpa sengaja mataku bertemu dengan matanya, tapi langsung aku mengalihkan pandanganku ke arah lain walau dia terus menatapku. Ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan masalahku dengannya.

Setelah lama menunggu akhirnya suara tangisan bayi terdengar, itu berarti keponakanku sudah lahir. Senyum di wajah member Super Junior seketika mengembang, begitu juga aku🙂. Beberapa saat kemudian kami di perolehkan masuk. Ku lihat eunjae terbaring lemah di tempat tidurnya dan dalam gendongan Eunhyuk ada seorang malaikat kecil mungil. Eunhyuk tak henti-hentinya menciumi malaikat kecil itu🙂. Aku mendekati mereka berdua dan mengusap pipi malaikat kecil itu pelan.

“Whoaa…tampannya keponakanku, chukkae Eunhyuk~Sshi” Anak mereka benar-benar tampan.

“Tentu saja, diakan anakku”aku memeletkan lidakku padanya. “Kau mau menggendongnya?”ucapnya lagi.

“MWO? apa kau mau anakmu mati di tanganku heh? Menggendong bayi berumur sebulan saja aku belum pernah. Apalagi bayi yangg baru berumur beberapa jam seperti ini”ucapku ketus, tapi ditanggapi tawa dari member lain, Apa ucapanku tadi itu lucu? Huuhh…dasar.

“Wahhh … Choco, kau tampan sekali”kata Donghae oppa tiba-tiba.

“MWO? Choco?”ucapku kompak dengan Eunhyuk

“Ne, choco”katanya lagi dengan wajah polos. “Hyung…bukannya kau pernah bilang sebelum kau menikah dulu. Kau bilang kau akan memberikan nama pada anakmu, Choco nantinya?!”lanjutnya tanpa dosa.

“Ya! Lee Hyuk Jae ! jangan coba-coba kau memberikan nama anak kita nama yang sama dengan anjing piaraanmu !!”kata Eunjae tiba-tiba. Aku belum pernah melihat eunjae seperti itu.

Ku lihat Eunhyuk mengacak-acak rambutnya”Ya! Hae~yaa !!”ucapnya gusar pada donghae. Kemudian dia kembali menatap Eunjae yang masih menatapnya dengan tatapan membunuh “Jagiyaa…waktu itu aku hanya bercanda, mana mungkin aku mau memberi nama piaraanku ke anak kita, tidak mungkin kan? Bagaimana kalau namanya Lee HyukEun ? otte?”kata hyuk berusaha menghibur eunjae.

“Awas saja jika kau berani memberi nama anak kita dengan nama piaraanmu”ancam eunjae pada eunhyuk. Aku bengong melihatnya, sebelumnya aku belum pernah melihat eunjae sejutek ini.

“Saayaangg, kenapa setelah melahirkan kau jadi jutek begini? Apakau sudah tidak cinta padaku huh?”tanya eunhyuk pada eunjae. Tapi dia tidak menjawabnya.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekati Eunhyuk. “Whoaa…hyung, Eunjae~ah chukkae, jaga baik-baik keponakan Kami yah ?!”ucapnya. Apa? KAMI? apa maksudnya itu? Kyu mengelus lembut pipi bayi itu”Aku ingin keluar sebentar, aku mau cari angin”ia menepuk bahu eunhyuk pelan tapi anehnya itu membuat eunhyuk terkejut. Sebelum keluar ia sempat menatapku tapi aku langsung menundukkan kepalaku, mianhe aku belum siap.

Setelah Kyuhyun keluar dari kamar eunjae, eunhyuk langsung memandangku. “Yuri? temuilah kyu di taman rumah sakit ini, sebenarnya tadi pagi dia memintaku untuk menyuruhmu menemuinya di taman kota. Tapi, sepertinya …tidak bisa dengan keadaan seperti ini. Yuri yang kukenal adalah Yuri yang tidak menghindari masalahnya. Temui dia”eunhyuk tersenyum penuh arti padaku, tatapan matanya benar-benar tidak bisa ku gambarkan. Aku mengangkat wajahku dan melihat member lain yang berpura-pura tak mendengar apapun. Aku juga melihat ke arah eunjae, ku usahakan dia mengerti tatapanku yang berari -aku-belum-siap- . Tapi eunjae tersenyum dan menganggukan kepalanya kepadaku, kurasa semuanya ingin melihatku menderita setelah mendengar keputusan pahit dari kyuhyun >.<

Aku berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit (?). Hingga akhirnya sebuah cahaya lampu mobil seseorang menyadarkanku bahwa aku sudah berada di taman rumah sakit. Aku mengedarkan pandanganku, mencari sosok seorang yang…ehmm…masih sangat kucintai.
Pandanganku tertuju pada namja yang sedang duduk di salah satu bangku taman dengan seorang gadis kecil. Ku lihat ia sangat akrab dengan anakk itu. Aku tersenyum melihatnya seperti itu, itulah dia penyayang🙂 . Aku menarik nafas dalam-dalam. Aku harus siap mendengar keputusannya😦 . Aku berjalan mendekat ke arahnya, dia menyadari ke datanganku, ia berbicara sebentar dengan anak kecil itu setelah itu anak itu pergi dan sempat tersenyum padaku. Dia mendongak ke arahku yang masih berdiri. Aku duduk di sampingnya, aku beberapa kali membuang nafas berat. Kami terdiam beberapa saat, hingga akhirnya aku memutuskan untuk berbicara duluan. Mungkin itu lebih baik, daripada nanti aku pingsan karena tidak bisa mendengar kata pahit yang terucap dari bibir tipisnya.

“Oppa, sekarang aku tahu semuanya. Kau tak perlu repot berusaha mencintaiku, gwenchana. Aku akan mencoba merelakanmu. Aku menerima keputusanmu ini”Kulangkahkan kaki menjauh dari bangku taman itu. Kurasa itu lebih baik, aku tidak mau menangis di depannya. Tapi, air mataku terus mendesak untuk kelua. Dia menahan tanganku, aku berusaha melepaskan cengkramannya tapi tetap saja tidak bisa, sekarang kyuhyun oppa berdiri di hadapanku.

“Oppa, lepaskan aku. Aku bisa menerima keputusanmu. Biarkan aku pergi oppa!”ucapku rintih padanya. Pertahananku mulai runtuh, air mata yang sedari tadi kutahan kini tumpah membasahi pipiku.

“Keputusan apa?”ucapnya tajam. “Aku bahkan belum mengatakan sepatah katapun padamu, kau sudah menarik kesimpulan bahwa aku akan meninggalkanmu”ucapnya

“Aku gagal membuatmu mencintaiku oppa. Aku terlalu egois jika terus menahanmu di sisiku. Kejarlah cintamu, aku akan belajar merelakanmu”. Kyuhyun melepaskan pegangannya pada lenganku. Ku kira dia tidak akan menyerah, tapi aku salah dia benar – benar ingin pergi. Yuri, kau harus kuat. Kulihat dia berlutut di hadapanku sekarang. Dia menatapku lembut. Aku sakit melihat tatapan itu >.<

“Et het jou lief, Phom Rak Khun, Ti Amo, Ich Liebe Dich, Aishiteru, Wo Ai ni, I Love You, Saranghae,”Ucapnya. Perkataannya barusan membuatku membelalak, apa aku tidak salah dengar? “Kwon Yuri, would you marry me?”lanjutnya lagi sembari menarik tanganku dan menyebatkan sebuah cincin di jari manisku.

Air mataku semakin deras membasahi pipiku, aku tidak percya dengan semua ini. Ini seperti mimpi, aku masih mematung dengan posisiku tadi. Kyuhyun berdiri dan menyentuh bahuku, matanya mencari mataku (?) memaksa aku membalas tatapannya.

“Kau salah paham, aku tidak pernah mencintai yeoja lain selain dirmu. aku tidak mencintai yeoja itu. Victoria,”ucapnya lembut. Yatuhan Jantungku ! Kenapa begini? berdetak tidak karuan.

~Flashback/Kyuhyun POV~

Aku yakin dia akan datang hari ini, tapi kenapa lama sekali? . Lebih baik aku menunggunya. Biar sajalah member lain pulang duluan. Aku duduk di sudut ruangan, kurogoh saku celanaku. Ku lihat gantungan kuncinya, lucu sekali. Aku tak menyangka hal seperti ini akan terfikir olehnya. Aku tersentak kaget melihat seorang yeoja berdiri di hadapanku…

“Ya! Victoria~ah kau membuatku kaget saja”aku mengeluss dadaku pelan.

“Oppa belum pulang?”tanya padaku

Aku menggeleng menjawab pertanyaanya tadi. Ku lihat wajahnya tak seperti biasanya. “Ya! kenapa wajahmu kusut begitu?”tanyaku.

“Oppa, boleh aku melihatmu mengungkapkan bagaimana cara mengatakan cinta pada yeoja yang kau cintai?”pertanyaannya barusan membuatku terhenyak. Apa maksudnya? Tapi yah, lebih baik ku lakukan, toh dia hanya meminta contoh. Aku berlutut di depannya…

Begini caraku”Saranghae…”

~Flashback End/Kyuhyun POV End~

~Yuri POV~

“Aku tidak akan pernah menyatakan cintaku kepada yeoja manapun. Sekali pun aku mencintainya juga. Aku baru akan menyatakannya jika yeoja itu memang pantas menjadi istriku. Aku akan menyatakan bahwa aku mencintai seorang yeoja jika aku melamar yeoja itu, itulah aku”

Tangisku semakin menjadi-jadi mendengar pengakuannya. Betapa bodohnya aku berfikir bahwa selama ini dia tidak mencintaiku, segera ku peluk dirinya dan menumpahhkan tangisku dalam pelukannya. Dia mengusap kepalaku lembut. Pelukan ini membuatku benar-benar nyaman.

“Mianhe oppa”ucapku disela-sela tangisku.

“Kau ini sebenarnya bodoh atau polos sih? Kenapa kau senang sekali menarik kesimpulan yang pada akhirnya akan menyakiti hatimu juga?”ucapnya

“Aku tidak peduli oppa mengataiku bodoh atau apalah. Yang jelas sekarang aku tahu kalau kau juga mencintaiku oppa, Saranghaeyo Cho Kyu Hyun”ucapku kembali memeluknya.

Ia melepas pelukannya, ia menatapku dalam. Kyu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga akhirnya bibirnya menyentuh bibirku lembut. It’s my first kiss. Hangat, Lembut dan basah yang kurasakan karena air mataku masih terus saja membanjiri pipiku. Tapi samar-samar aku mendengar suara tawa tertahan, Kyuhyun menghentikan ciumannya. Sepertinya ia juga merasakan apa yang kurasakan. Kami mencari sumber suara itu dan benar saja kami mendapati 11 troublemaker sedang tertawa puas sambil mengarahkan kamera pada kami. Aku dan Kyuhyun oppa.

“Kalian ???”ucapku bersamaan dengan Kyuppa.

“Ahhh…. oppa apa yang kalian lakukan?!”tanyaku gusar.

“Kami hanya melakukan perintah Eunhyuk yuri~ah. Dia tidak mungkin meninggalkan Eunjae sendirian, jadi kamilah yang menggantikannya”ucap Sungmin oppa santai, “dan sekarang kami sudah punya bukinya. Weekk”heechul oppa menunjukkan kamera yang ia pegang sambil memeletkat lidahnya, mengejekku. Dia langsung berlari menjauh dariku

“Oppa, bagaimana ini ?”ucapku panik

“Santai saja”Apa? santai? bagaimana mungkin aku bisa santai saat ku tahu riwayatku akan tamat sebentar lagi?

“Haishh…oppa! kau ini ! Bagaimana mungkin aku bisa santai kalau mereka sudah merekam apa yang kita ‘lakukan’ heh?”aku sedikit menekan kata ‘melakukan’ saat mengucapkannya. “Aku tidak mau mendengar ceramah Eunhyuk lagi”kataku. Aku segera berlari menyusul lalat-lalat pengganggu itu (Baca : 11 member SJ) #plakk *di rebus idup2 sama E.L.F*

“Oppaa!!! Berikan kamera ituu !” teriakku pada mereka

Tapi mereka terus saja berlari tanpa menghiraukan panggilanku. Hingga akhirnya mereka sampai tepat di depan kamar eunjae >.<

“Oppaa!!” teriakku dan berniat menyusul mereka jika saja seorang suster tidak menegur kami.

“Mianhamnida, ini rumah sakit apa kalian bisa diam sedikit”kata suster itu ketus.

“Mianhamnida”ucapku bersamaan dengan member Super Junior sambil membungkuk.

Kemudian mereka masuk ke dalam kamar eunjae, Sungmin oppa berjalan mendekati Eunhyuk dengan senyum kemenangan dan menyodorkan kamera jahanam itu pada hyuk >.< . Aku hanya bisa menepuk jidat, dan bersiap-siap mendengar ceramahnya lagi. Eunhyuk melihat semua rekaman di kamera itu dan langsung menatapku. Pada waktu yang sama pintu kamar terbuka dan ternyata kyuhyun oppa yang masuk, Eunhyuk menatap kyuhyun tajam tapi dibalas dengan santai oleh Kyuhyun oppa.

“Kau harus menikahinya Kyu !!”ucap Eunhyuk dengan nada mengancam

“Tenang saja, bulan depan kami akan menikah”kata Kyuppa dengan santainya dan mencium pipiku di depan semua orang yang ada dalam kamar itu. Aku bersumpah wajahku pasti seperti udang rebus sekarang ! Ku lihat eunjae yang terkekeh melihat ekspresiku ini . Haishh ….

“Sungguh memuakkan”balas eunhyuk

“Itu yang kami rasakan saat melihat mu bermesraan denga eunjae, hyung” balas Kyuppa yang di anggukan oleh member lain. “Jika sudah menjadi istriku nanti kau tiidak berhak melarangku melakukan apapun padanya, Hyung,”ucap kyuhyun oppa sembari merangkul pundakku. Eunhyuk hanya cemberut mendengar ucapan kyuhyun tadi. Senangnya.

Ku tatap wajah Kyuhyun dia balas menatapku. Sekarang aku benar-benar yakin kalau dia mencintaiku. Aku berhasil membuatnya mencintaiku.🙂
Kurasa hari-hariku selanjutnya akan lebih sibuk mengurusi pernikahanku dengan kyuhyun oppa ! Hmm.. bagaimana ? apa kalian ingin membantu ??

-TBC-


About N_Hyuk's Mine

Welcome in my half-life :) My real name is Andi Arfani Amalia. You can call me Ndivha or Eunmin :) Nice too meet you !

Posted on 21 Mei 2011, in Chaptered, Couple FF, Fanfiction, N_Hyuk's Mine, SM Entertaiment member cast and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ndivha, unn ngguin ff km yg ini lho?

    kpn part slnjutnya?? U_U

    tak sabar menunggu😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: