FF HaeSica : “My Beloved Family” CHAPTER 2

ANNYEONG ^^ aku balik nih, masih tetep dengan FF HAESICA, hahaha😄

 oh iya, yg nuggu lanjutan FF TAETEUK n MiINSTAL kuu tunda nda apa yah? soalnya belum ada ide :'(  kayaknya 1 minggu kedepan hiatus dulu buat FF, soalnya udah mau ujian. do’ain naik kelas yah😀

 

Langsung baca ajah yukk😉 maaf kalo ada yg belum k tag, soalnya banyak nama yg nggak ketemu😦

Tittle: My Beloved Family

 Cast: Lee Donghae (SUJU)

         Jessica Jung (SNSD)

Umma Donghae

         Krystal Jung (FX)

         Tiffany Hwang (SNSD)

          Choi Siwon (SUJU)

         etc.

Genre: Family, Romance, Triangle, Sad, Happy, etc😄

Eps sebelumnya….“Gugup?” tanya Donghae yang melihat Jessica tidak tenang menunggu hasil pemeriksaannya, “Iya. Aku takut apa yang di katakan Umma benar” gelisah Jessica. “Tenanglah, semuanya pasti baik-baik saja” tidak lama kemudian keluar seorang suster dan menyuruh Jessica juga Donghae untuk menemui dokter yang memeriksa mereka. “Bagaimana dok? Apa hasilnya?” tanya Donghae pada sang dokter. “Dari hasilnya, yang mandul adalah…” 

Chapter 2😀

 

Donghae dan Jessica keluar dari ruangan Dokter itu dengan air mata yang mengalir di wajah cantik dan tampan mereka. “Oppa…hikz” Jessica terisak dan menatap Donghae, Donghae hanya terdiam dan merenungkan bagaimana nasib pernikahannya bersama Jessica. “Kita pulang saja dulu, kita bicarakan di rumah” Jessica mengangguk setuju.

♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥

@Rumah HaeSica

“Bagaimana hasilnya? Siapa yang mandul?” tanya Umma Donghae langsung saat melihat Donghae dan Jessica yang baru datang, Jessica dan Donghae hanya terdiam. “Kenapa kalian diam?” Umma Donghae berdiri dari tempatnya, “Lee Donghae, jangan menyembunyikan ke mandulan istri mu ini” marah Umma Donghae dan menunjuk Jessica, Donghae memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat pada Umma nya. Umma Donghae membuka amplop itu dengan senang, karena dia meyakini jika Jessica itu benar mandul. Bagaikan di sambar petir, Umma Donghae melotot saat membaca isi dari amplop itu. “IGE MWOYA? DOKTER ITU TIDAK SALAH PERIKSAKAN?” teriak Umma Donghae dengan penuh kemarahan, “KYAKK, LEE DONGHAE BAGAIMANA INI BISA TERJADI HAH?” Umma Donghae berdiri berhadapan dengan Donghae, “Umma” panggil Jessica lembut, “APA? KAU MEREKAYASA INI KAN? APA YANG KAU INGINKAN SEBENARNYA JESSICA JUNG?” bentak Umma Donghae kasar, “UMMA!!!” Donghae yang sedari tadi berdiam diri kini balik meneriaki Umma nya, “Jangan menyalahkan Jessica. Hasil itu tidak salah, tidak ada yang merekayasanya. Itu semua benar” kata Donghae dan menatap Umma nya, “Benar? BENAR KAU BILANG? Di keluarga LEE tidak ada yang MANDUL” ngotot Umma Donghae dan membuang amplop itu ke lantai dengan kasar, “Tapi sekarang ada Umma. Aku…Aku yang MANDUL Umma. AKU” Donghae kembali menangis, Umma Donghae juga mulai menangis mendengar ucapan yang meluncur dari mulut Donghae, anak bungsu nya. Tentu saja Umma Donghae tidak bisa menerimanya, yang dia tau, keluarganya tidak ada yang mandul. Tapi sekarang, dokter memvonis jika Donghae lah penyebab rumah tangga mereka tidak bisa menghadirkan buah hati, ini semua karena Donghae yang Mandul. Bukan hanya mereka, Jessica juga tidak menyangka, bahkan tidak pernah menyangka jika yang mandul adalah suaminya, bukan dia.Umma Donghae jatuh terduduk di atas Sofa sambil menangis, “Kenapa ini bisa terjadi? Salah apa aku sampai-sampai tuhan membuat mu mandul?” isak Umma Donghae, “Ini karma Umma. Sebelumnya Umma selalu menuduh Jessica mandul dan mengancam Jessica jika dia benar mandul, kami anak bercerai” lirih Donghae dan menundukkan kepalanya, “Tapi lihat kenyataan sekarang. Yang mandul bukan Jessica, melainkan aku” Donghae terdiam sejenak dan menatap Jessica yang juga sedang terisak, “Sica, sekarang terserah kamu. Jika kamu memang mau bercerai, tidak apa. Aku memang lelaki yang tidak di bisa harapkan. Aku juga tau, kamu sangat menginginkan anak. Tapi kamu tidak akan mendapatkannya jika tetap bersama ku” Jessica dan Umma Donghae kaget bukan main saat mendengar ucapan Donghae, Jessica berjalan di mana tempat Donghae sedang berdiri dan dengan cepat Jessica memeluk Donghae. “Oppa bicara apa? Aku tidak mungkin menceraikan Oppa hanya karena Oppa mandul. Seperti yang pernah Oppa katakan, kita bisa mengambil anak dari panti asuhan” Donghae membalas pelukan hangat Jessica, “Mianhae Jessica…Jeongmal mianhae…” Umma Donghae ikut terharu, hati nya juga terhenyak melihat hati Jessica yang benar-benar tulus. “Sica, Umma juga minta maaf. Maafkan Umma” Umma Donghae memegang tangan Jessica sambil menangis, “Umma tidak salah apapun pada ku” Jessica tersenyum tulus pada Umma Donghae.Setelah keadaan agak tenang, kakak dari Donghae yaitu Donghwa datang menjemput Umma Donghae. “Umma pulang dulu. Hari ini Umma akan pulang ke mokpo. Jaga diri kalian baik-baik” ucap Umma Donghae pada Jessica dan Donghae, “Kalau ada apa-apa, hubungi Hyung saja. Ara?” Donghae mengangguk, Donghwa sudah mendengar cerita tentang ke mandulan yang di derita adiknya, karena itu, dia harus memerhatikan Donghae. “Kami pulang dulu” Umma Donghae memeluk Donghae, dan mencium pipi Jessica, sedangkan Donghwa menepuk bahu Donghae dan tersenyum pada Jessica.”Aku mandi dulu Oppa” Jessica berjalan dengan lesu memasuki kamar yang telah dia tinggali bersama Donghae selama 5 tahun ini.

#Kamar

Donghae menatap Jessica dan membuka sebuah kamar yang biasa dia lihat bersama Jessica. Donghae mengedarkan pandangannya pada kamar yang sangat luas. Dalam kamar itu, terletak 2 buah tempat tidur dengan hiasan-hiasan yang sangat indah. Yang satunya bernuansa pink dan yang satunya lagi bernuansa biru. Donghae berjalan ke tempat tidur yang berwarna pink dan bercat pink itu, Donghae memegang boneka-boneka lucu yang terletak di atas tempat tidur itu, tempat yang akan di tempati calon anaknya nanti. Donghe tersenyum melihat kamar untuk calon anak perempuannya, dia kembali berjalan ke tempat tidur dan dengan tembok cat yang bernuansa biru yang letaknya tidak jauh dari kamar calon anak perempuannya. Donghae duduk di atas tempat tidur calon anak laki-lakinya nanti, Donghae menatap seluruh kamar itu dan tersenyum miris. “Apa mungkin, kamar ini akan ada yang menempati?” tanya Donghae dalam hati. Donghae merebahkan badannya di atas tempat tidur, dia merasa lelah dengan hari ini. Tidak lama setelah merebahkan badannya, Donghae pun tertidur.Jessica mengambil jam weker yang terletak di atas mejanya. “Jam 1 malam” Jessica bangun dan mengikat rambutnya lalu mencari Donghae. Jessica tau, di mana Donghae berada. Dengan segera Jessica melangkahkan kakinya pada kamar itu, kamar calon anaknya. Jessica membuka knop pintunya dengan perlahan, Jessica ingat betul, saat 1 tahun perkawinan mereka, Donghae menghadiakan kamar itu sebagai kado perkawinan pertama mereka. Selama 4 tahun ini, Jessica dan Donghae selalu rajin membersihkan kamar itu, setiap tahunnya, mereka selalu merenovasi kamar tersebut. Aneh memang, tak ada yang meninggali kamar itu, tapi Donghae dan Jessica tidak pernah bosan untuk membersihkannya.Jessica menghampiri Donghae yang terlelap di atas tempat tidur, Jessica duduk di samping Donghae dan mengelus rambut hitam Donghae. Dia tau, kenapa Donghae berada di sini, Donghae pasti merasa sangat tertekan mengetahui tentang kemandulan itu, tapi bukan hanya Donghae, Jessica dan juga semua orang yang menyayangi Donghae bisa merasakan kesedihan Donghae. Jessica terkadang berpikir, apa kamar ini akan di tempati oleh malaikat-malaikat kecil yang akan menghiasi hari-harinya bersama Donghae? Tak bisa Jessica pungkiri, kalau dia sangat menginginkan seorang buah hati, tapi tidak dengan pria lain, dia hanya ingin dengan pria yang di cintainya, yaitu Donghae.Harapan setiap pasangan suami-istri adalah, mempertahankan hubungan mereka sampai tua. Sama dengan Jessica dan Donghae yang ingin mempertahankan rumah tangga mereka. Karena itu, mereka mati-matian menentang tentang adanya perceraian. Buat mereka, pernikahan hanya satu kali dalam hidupnya. Kalaupun memang telah bercerai, mereka tidak akan menikah lagi. Itulah janji yang pernah di ucapkan Donghae dan Jessica saat mereka baru menikah. Tapi ntahlah, janji itu akan tercapai atau hanya sekedar janji saja. Mungkin saat ini, Rumah Tangga mereka sedang di ambang perceraian. 

#Besok paginya

 “Oppa, mau ke mana?” tanya Jessica saat melihat Donghae yang sudah berpakain rapi, “Oppa, ada urusan dengan Eunhyuk. Oppa pergi dulu” Jessica menatap heran Donghae dan bergegas mandi, hari ini dia mau mengunjungi rumah orangtua nya, karena sepupunya dari Amerika pulang ke Korea.

♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥

@Rumah Orangtua Jessica

 Tok…Tok…Tok…Jessica mengetuk pintu rumah yang telah 5 tahun dia tinggalkan. Seorang wanita yang berumur sekitar 50 tahun membuka pintu rumahnya dan memeluk Jessica. “Mom, I miss you” Jessica memeluk Umma nya erat, “What’s wrong baby?” Umma Jessica melepas pelukannya dan menatap wajah cantik anak sulungnya, “Ayo kita masuk. Appa, Krystal dan Tiffany telah menunggu mu” Jessica mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya. Setelah sampai di ruang keluarga, Jessica memeluk dan mencium Appa nya. “Eonnie” Krystal berlari ke arah kakaknya dan menggenggam tangan kakaknya, “Aku sangat kangen Eonnie” senang Krystal, “Eonnie juga saeng” Jessica mengacak-ngacak rambut adiknya itu. “Fany mana?” tanya Jessica, “I’m here” Jessica tersenyum melihat Tiffany, sepupunya yang baru datang dari Amerika. “Sudah lama tidak bertemu. Apa kau tidak mau memeluk ku?” canda Tiffany, Jessica memeluk Tiffany dengan gembira. “Kau pernah berjanji pada ku, jika kembali Korea nanti, kau akan membawa pria tampan. Jadi…apa sekarang kau menepati janji mu Hwang Mi Young?” Jessica menyipitkan matanya, “Aku tidak pernah ingkar janji Jung Soo Yeon, ups maksud ku Lee Soo Yeon” Tiffany berjalan meninggalkan Jessica dan kembali dengan seorang pria tampan. “He’s Choi Siwon, my boyfriend” Tiffany mengenalkan namja chingunya pada Jessica, “Siwon, Choi Siwon” pria tampan bernama Siwon itu mengulurkan tangannya pada Jessica, “Jessica. Nice to meet you” Jessica menerima uluran tangan Siwon dan tersenyum. “Sica, Fany, Siwon. Ayo kemari” Appa Jessica menyuruh mereka semua duduk untuk membicarakan suatu hal.

♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥

@Sungai Han

 Donghae menghentikan mobilnya tidak jauh dari sungai Han. Dia turun dari mobilnya dan menghirup udara segar. Donghae sangat menyukai tempat ini, karena masalahnya terasa di bawa pergi oleh angin yang bertiup. Tapi untuk masalah kali ini, tidak bisa. Donghae terus memikirkannya, ingatannya memutar ulang saat dia di vonis mandul beberapa hari yang lalu. 

~FLASHBACK, 1 hari yang lalu 

@Ruangan Dokter 

Donghae dan Jessica menatap sang dokter dengan gelisah. Donghae menggenggam tangan Jessica, dia bisa merasakan, tangan Jessica sangat bergetar, keringat dingin juga mengalir sedikit demi sedikit dari wajah cantiknya. “Yang mandul adalah….” Dokter itu menatap Jessica dan Donghae bergantian, “Donghae…dari hasil lab, Donghae lah yang mandul” genggaman tangan Donghae terlepas, dia menatap sang dokter tak percaya, sedangkan Jessica menitikkan air matanya. “Ak..aku..man..dul” gumam Donghae dan mulai menangis, “Dok, hasil itu tidak salahkan?” tanya Jessica, sang Dokter menggelengkan kepalanya, Jessica menyandarkan tubuhnya lemas. Donghae terdiam dan berjalan keluar di ikuti oleh Jessica.Donghae memukul tembok yang berada di samping pintu ruangan dokter tadi, “AHH, SHIT, DAMN” Donghae memukul tembok dan menendang kursi, dia hampir gila saat itu. 

~FLASHBACK END

 

 Donghae membuka matanya perlahan saat ingatan itu kembali terulang. Rasanya dia ingin lari saja dari kenyataan ini. Tapi dia bukan anak SMA lagi yang dengan gampangnya lari dari masalah dan mengucapkan kata-kata PUTUS. Masalahnya tidak segampang itu. Donghae tau, saat ini keluarga Jessica pasti menyuruhnya untuk bercerai, persis seperti yang di suruh Umma nya dulu. Tapi Donghae tidak rela, dia tidak mau berpisah dari wanita yang telah menemaninya selama 5 tahun ini. Donghae menarik napas panjang lalu berteriak sekencang-kencangnya untuk menghilangkan rasa penat yang menghampirinya, “AAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH”. Nafas Donghae memburu, tapi ada rasa lumayan baik yang dia rasakan. Donghae menatap langit cerah dan mulai bergumam, “Tuhan, apa kau tidak bosan melihat ku berdua terus dengan Jessica? Ayolah, berikan kami anak, aku mohon. Apa kau tidak kasihan melihat kami?” gumam Donghae, sesaat kemudian dia memukul kepalanya, “Babo kau Hae. Huffhh” Donghae menarik nafas dan membuangnya, lalu kembali ke dalam mobilnya dan pergi ke tempat di mana kakinya akan membawanya.

♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥HAESICA♥♥♥♥

@Rumah, Jessica

 “Jessica, kemarin malam Umma Donghae menlfon kami tentang vonis dokter itu” Jessica terdiam, sedangkan Tiffany menatap heran keluarga Jung. “Vonis dokter? Samchon, apa maksudnya?” tanya Tiffany bingung, biasanya Jessica selalu cerita apapun pada Tiffany, termasuk urusan Rumah Tangga nya. “Maaf tidak memberitau mu Fany. Dokter memvonis Hae oppa mandul” Tiffany terdiam kaget, semua orang yang berada di sana ikut terdiam. “Umma Donghae bilang, semua terserah dari kamu Sica. Kalau kamu memang mau cer…” perkataan Appa Donghae terputus, “Appa, aku tidak akan cerai dengan Donghae oppa” sahut Jessica, “Tapi Sica, kalian tidak akan memiliki keturunan” kata Umma Sica, “Umma, tolong mengerti perasaan ku. Aku sangat mencintai Donghae oppa, aku tidak akan menceraikannya. Krystal bisakan memberikan keturunan untuk keluarga kita” keras Jessica, “Tapi apa kata orang nanti” ucap Appa Jessica tidak kalah kerasnya, “Persetan dengan perkataan orang-orang, yang terpenting aku tetap bisa hidup bahagia bersama Donghae oppa” Jessica meninggalkan orangtuanya dan pergi ke kamarnya. Krystal dan Tiffany mengikuti Jessica ke dalam kamar. “Umma dan Appa tidak mengerti perasaan ku sama sekali” tangis Jessica, “Sica, jangan berkata begitu. Mereka berkata seperti itu untuk kebaikan mu juga” nasihat Tiffany, “Kebahagiaan ku satu-satunya hanya saat bersama Donghae oppa” Tiffany terdiam, Krystal tau benar perasaan kakaknya, Donghae dan Jessica pasti sangat frustasi, dulu Umma Donghae yang selalu memaksa Donghae untuk menceraikan Jessica, tapi sekarang, setelah mengetahui bahwa Donghae yang mandul, keluarga Jessica yang malah menyuruhnya untuk bercerai. “Aku bisa membantu mu Sica” kata Siwon yang berdiri di depan kamar Jessica. Tiffany, Krystal dan Jessica menatap Siwon heran, “Apa maksud mu?” tanya Jessica penasaran, sedangkan Siwon tersenyum menatap Jessica.

~TBC

Posted on 28 Mei 2011, in Chaptered, Couple FF, Fanfiction, Freelance, MinStaLoveHaeSica, SM Entertaiment member cast and tagged , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Ige mwoya?? Kenapa sekarang keluarga Sica onnie yang nyuruh cerai?? And apa maksud SiWon oppa? Omona~ Jangan bilang kalo…. Andwae!!! Aku ngga suka kalo harus liad tragedi perselingkuhan demi keturunan… C’mon all… Masih banyak anak2 terlantar di panti asuhan yang butuh kasih sayang orang tua… Jadi jangan di bawa frustasi masalah seperti ini… Hal terpenting di dunia ini hanyalah bisa hidup bahagia bersama orang yang di cintai dan menghargai setiap detik kehangatan dan cinta dari orang yang kita cintai tanpa ada kata penghianatan…. Hufft…. *mian qlo jadi curhat and kata2nya sok bijak*… Anyway, kelanjutannya jangan lama2 yah … ^^

  2. nurffanychoihwang

    Aduh siwon oppa mau ngapain???
    Semoga tidak terjadi…. (?????)
    Lanjut…..

  3. yaaah jangan cerai dong huuhuu
    lanjutkan yaaa😀

  4. Kim_S♥ne YulSica

    Annyeong^^
    new reader inmida
    Ommo cobaan bwt haesic berat banget .
    haesic ga blh cerai .
    semua pasti da jaln ke luarnya.
    oppa onnie hwaiting .
    lanjuuuut chinggu .

  5. Kirakira rencana siwon apa yaa?,,jd penasaran nih…
    Ok,lanjutin chingu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: