Puppy Love ✿Part 2✿ (Love & Friendship)


Title            : Puppy Love ✿Part 2✿ (Love & Friendship)

Author        : YeonNia

Type           : Series

Rate            : PG-13

Length        : Chaptered

Backsound Song : Fx(CHU~), SHINee (Romeo & Juliet), Ji Yeon T-ara (Rolling), IU (Good Day)

Cast  :

Park Ji Yeon (T-ara)

Choi Minho (SHINee)

Other Cast  :

Lee Ji Eun a.k.a IU (singer)

WooYoung (2pm)

Krystal Jung a.k.a Jung Soo Jung (Fx)

Kim So Eun (aktris)

Genre              : Romance, Friendship

Poster by : CutePixieARTposter

 

‎.•*¨`*•. ☆ .•*¨`*•. .•*¨`*•. ☆ .•*¨`*•.
♥                      Happy Reading                       ♥

✿•*¨`*•. (¯`v´¯) (¯`v´¯) .•*¨`*•✿
. . . ✿•*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ . . .

………♥ •.¸.•´♥………

✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿

Ji Eun P.O.V

Aku membelalakan mataku dengan apa yang aku lihat itu, Ji Yeon dan Minho sunbae apa yang mereka berdua lakukan disini dengan bergandengan tangan. Apa mereka pacaran, tapi kenapa Ji Yeon tidak memberitahukannya padaku apa dia masih menganggapku sahabatnya. Jadi benar dugaanku kalau ada hal aneh antara mereka berdua. Aku terus menggerutu hingga tanpa aku sadari Wooyoung oppa sudah duduk disampingku dengan wajah yang aneh.

“Oppa” kaget ku memukul tangannya.

“YA! Appo, lagi pula siapa yang sedang kau lihat?” Tanya Wooyoung oppa padaku.

“Oppa, aku mau Tanya dank au harus menjawabnya dengan jujur okay” gumamku.

“Ne” sahutnya.

“Oppa, kau kan sahabatnya Minho sunbae dan apakah ada yang kau tahu tentang hubungan dia dengan Ji Yeon sahabatku?” tanyaku.

“Kenapa kau tanya seperti itu, aku sungguh tak pernah tahu kalau Minho mempunyai yeojachingu kalau punya pun dia akan memberitahukannya padaku” jawabnya tulus dan sepertinya dia jujur.

“Jinjja, lalu apa kau melihat pasangan yang sangat mesra itu” kataku seraya menunjuk kearah Minho sunbae dan Ji Yeon.

“Mwo?” sepertinya ia juga kaget sepertiku.

“Apa yang sedang mereka lakukan?” sambungnya lagi.

“Molla, ayo kita tanyakan sama mereka” jawabku kemudian berdiri untuk menghampiri mereka.

“Ani, kita akan merusak suasana mereka disana” tangan Wooyoung oppa menghentikan langkahku.

“Oppa Ji Yeon sudah membohongiku, apa dia sudah tidak menganggapku sebagai sahabatnya lagi sehingga dia mempunyai seorang namjachingu saja tidak memberitahukan aku, saat aku jadian denganmu saja aku memberitahukannyatapi kenapa dia tidak” aku kembali duduk di tempatku semula.

“Mungkin ada satu alasan, kau tahu Minho juga tidak memberitahukannya padaku mungkin ada satu alasan yang membuat mereka menyembunyikan hubungannya itu” Wooyoung oppa mengusap-usap rambutku lembut, membuatku mengembangkan senyum di pipiku.

“Kasihan Ji Yeon” seruku dalam pelukan Wooyoung oppa.

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyanya.

“Sungguh kasihan sekali dia mempunyai namjachingu yang sebegitu populer seperti Minho sunbae selalu banyak yeoja yang mendekatinya membuat hati sakit saja, aku yakin selama ini dia begitu tertekan aku harus ke rumahnya malam ini” jawabku panjang lebar.

“Kenapa kau bilang begitu, bukannya Ji Yeon itu sepertinya beruntung?” Tanya Wooyoung oppa lagi.

“Ani lebih beruntung aku, mempunyai seorang namja yang tidak populer seperti mu karena sampai kapan pun hatiku tidak akan sakit, hehehe” jawabku.

Wooyoung oppa hanya tersenyum melihat tingkah konyolku itu. Terkadang aku akan menjadi seorang yang keras, cuek, juga cerewet tapi juga terkadang aku menjadi orang yang pendiam, manja dan juga konyol seperti saat ini. Hari ini aku sudah lelah sekali, dan aku meminta Wooyoung oppa mengantarku ke rumah Ji Yeon karena aku ingin menanyakan hal tadi.

Ji Eun P.O.V End.

Ji Yeon P.O.V

Setelah selesai makan ice cream aku dan Minho oppa pergi jalan-jalan, aku menggandeng tangan Minho oppa. Aku melihat sebuah toko boneka yang begitu megah, dan mataku tertuju pada sebuah boneka bunny yang begitu indah menggunakan gaun berwarna pink dengan sayap bagaikan bunny angel. Aku begitu terpaku. Minho oppa kemudian masuk ke dalam toko itu kemudian keluar lagi dengan bonek bunny angel yang membuatku sangat terpukau tadi.

“Oppa” aku memelukanya senang dia pun membalasnya.

“Kau senang?” tanyanya.

“Mullon” jawabku.

Dia memberikan boneka itu padaku. Sungguh aku begitu senang karena ternyata dia masih ingat dengan kesukaanku. Dulu saat dia menyatakan perasaannya padaku dia memberikanku 2 ekor kelinci dengan pita yang terpasang di telinganya yang membuatku lebih senang lagi pitanya itu sama seperti pita yang sering aku pakai jika ke sekolah.

Kami pun melanjutkan jalan-jalan kami, sampai akhirnya aku sudah cukup lelah dan meminta untuk minho oppa mengantarku pulang. Sesampainya di rumah, aku bergegas keluar dari mobil setelah memberikan senyumku padanya. Saat bergegas keluar tanganku di pegang olehnya. Dia mendekatkan wajahnya padaku aku mencoba menghindar dengan menunduk, sungguh aku tidak pernah melakukan kissue oleh siapa pun. Aku rasa sepertinya dia mengetahui jika aku ini malu, kemudian dia hanya mengecup keningku. Kemudian aku keluar dari mobilnya.

Aku masuk ke dalam kamarku setelah menyapa eomma di ruang kerjanya. Aku membuka pintu kamarku dan sungguh aku sangat kaget melihat Ji Eun sudah menunggu di kamarku. Aku duduk di tepi ranjangku.

“Ji Eun kenapa kau kesini tidak bilang-bilang padaku, kalau gitukan aku akan pulang cepat” seruku seraya menaruh bunny angelku di meja kecil di samping ranjangku.

“Kau darimana?” tanyanya.

“Aku tadi ke toko buku, setelah itu aku ke restoran Jepang” jawabku.

“Geojitmal hajima” ada apa ini kenapa dia seperti itu.

“Nan geojitmal hajima” aku terus berusaha meyakinkannya.

“Neo geojitmal Park Ji Yeon” aku semakin tidak mengerti dengannya kenapa dia selalu mengatakan kalau aku ini membohonginya sungguh maksud dia itu apa aku tidak mengerti.

“Ji Eun~ahh, memangnya aku bohong apa denganmu?” tanyaku.

“Kau dan Minho sunbae pacaran kan” jawabnya yang membuatku sungguh kaget darimana dia tahu apa tadi dia melihatku.

“Apa maksudmu?” tanyaku mencoba mengelak.

“Park Ji Yeon apa kau masih menganggap kalau aku ini sahabatmu, tadi itu aku melihatmu dengan Minho sunbae bergandengan tangan jika kalian tidak ada apa-apa kalian tidak mungkin bergandengan tangan seperti itu, Ji Yeon~nna kenapa kau membohongiku” serunya lirih. Aku memeluk Ji Eun.

“Ji Eun~ah kau ini sahabatku, aku tidak bermaksud membohongimu. Baiklah aku akan jujur padamu, aku dan Minho sunbae memang berpacaran dan 6 bulan yang lalu dia mengungkapkannya padaku. Tapi karena peraturan konyol itu Minho sunbae ingin kalau hubungan ini jangan sampai ada yang tahu termasuk kau. Dan satu-satunya orang yang mengetahui hubungan kami hanyalah So Eun seonsaengnim…” aku menghentikan perkataanku sejenak.

“Karena kau sudah pasti tahu bahkan 1 sekolah pun tahu kalau Minho sunbae itu putra pemilik yayasan dan jika dia ketahuan melanggar peraturan dia akan jadi bahan perbincangan satu sekolah termasuk aku, mianhaeyo Ji Eun~ah” sambungku.

“Kau tak perlu meminta maaf karena aku yang harus meminta maaf, aku selalu seperti ini aku sendiri tidak tahu kenapa aku seperti ini, mianhaeyo Ji Yeon~nna” serunya.

“Gwaechannha” sahutku.

Setelah itu Ji Eun menginap di rumahku, dia tidur bersamaku dan di ranjang yang sama. Ji Eun memang sering menginap di rumahku begitu pula denganku aku juga sering menginap di rumahnya.

Ji Yeon P.O.V End.

Esok harinya….

Author P.O.V

Park family beserta Ji Eun sudah ada di ruang makan yang terkesan sangat mewah, mereka saling berbincang-bincang layaknya seperti saudara dekat. Ji Eun terlihat santai tanpa rasa gugup sedikit pun karena memang dia sudah seperti keluarga.

“Ji Yeon sayang, besok Krystal akan tinggal di rumah ini dia juga akan bersekolah di sekolah mu juga Ji Eun” seru Ny. Park.

“Jinjja eomma, huaaaaa aku kangen sekali dengannya sudah 3 tahun tidak bertemu” gumam Ji Yeon senang.

“Krystal?” Tanya Ji Eun.

“Ji Eun kau tak kenal Krystal dia itu sepupu ku, ohh ya aku lupa kau tidak tahu nama panggilan Krystal yahh Krystal itu Soo Jung, Jung Soo Jung” jelas Ji Yeon.

“Soo Jung, kenapa dia di panggil Krystal?” Tanya Ji Eun yang masih terlihat bingung.

“Hmm… aku juga lupa kenapa dia bisa di panggil Krystal hahaha” Ji Yeon tertawa diikuti dengan Tn. Dan Ny Park.

“Sudah-sudah berhenti tertawanya, ayo cepat habiskan sarapan kalian setelah itu berangkat ke sekolah” suruh Tn. Park.

Ji Yeon dan Ji Eun berangkat ke sekolah, di tengah perjalanan mereka asyik berbincang-bincang. Ji Eun pun seakan-akan lupa dengan kejadian semalam. Ji Yeon yang sebenarnya masih ingat dia hanya diam tanpa mengingatkan Ji Eun. Sesampainya dia segera menuju ruang kelas, hari ini jam pertama adalah kelas balet untuk yeoja dan untuk namja adalah kelas dance.

Saat bel berbunyi semua siswa yeoja segera menuju ruang ganti bagitu pula dengan Ji Yeon dan Ji Eun. Setelah semua selesai mereka semua segera menuju kelas balet. Ji Yeon dan Ji Eun sedikit terlambat masuk kelas balet karena ada sedikit masalah kecil. Mereka memang selalu terlambat masuk kelas balet karena masalah yang sama.

Mereka kini memasuki kelas balet, berlatih karena minggu depan ada praktek jadi mereka semua terus berlatih dengan giat. Kim seonsaengnim selalu memberikan intruksi jika ada gerakan yang sulit di mengerti.

Akhir pelajaran….

Author P.O.V End.

Ji Yeon P.O.V

Kalian tahu setiap pelajaran balet aku selalu kesal dengan pakaian Ji Eun yang sebegitu rumit di kenakan dan dia selalu membutuhkan bantuanku dan karena itu kami selalu terlambat masuk kelas balet. Untung saja Kim seonsaengnimnya itu baik jadi kami tidak di hukum.

Rencananya setelah pelajaran selesai aku ingin mengunjungi Kim seonsaengnim di kebun belakan sekolah, tapi karena sehabis kelas balet aku ada kelas matematika dan seonsaengnimnya itu lho yang kiler banget kalau aku meninggalakan pelajarannya bisa-bisa dia akan menghukumku. Lebih baik aku menemui Kim seonsaengnimnya saat istirahat saja.

Istirahat….

Aku mengunjungi Kim seonsaengnim di kebun belakang sekolah. Setiap hari sehabis mengajar dia selalu berada di kebun belakang sekolah. Aku tidak tahu mengapa ia selalu  kesana sehabis mengajar. Dia adalah satu-satunya guru yang keibuan dan dekat denganku, bahkan aku lebih nyaman saat bersamanya daripada eommaku sendiri *mianhae eomma*. Di usianya yang sungguh masih sangat muda itu dia sudah mengajar menjadi guru, usianya denganku hanya terbilang 4 tahun saja. Dia sudah aku anggap sebagai eonnie ku sendiri.

Aku sampai di kebun belakang sekolah dan benar sekali Kim seonsaengnim sedang duduk kursi yang tepat menghadap ke hamparan bunga-bunga. Aku menghampirinya dan duduk tepat di sampingnya. Dia menyadari kehadiranku dan menoleh kearahku dengan senyumnya yang sangat aku kenal.

“Ji Yeon apa kau ingin cerita tentang Minho lagi?” Tanya Kim seonsaengnim.

“Ne saem, tapi sekarang bukan hanya tentang Minho tapi juga tentang hubungan kami. Kali ini bukan hanya saem saja yang sudah tahu tapi Ji Eun juga sudah mengetahui, dan aku hanya mau tanya apa aku salah karena sudah memberitahu Ji Eun?” tanyaku.

“Kau pikirkan dalam hatimu dalam-dalam dan tanyakan pada hatimu, apa benar Ji Eun itu sahabatmu jika ya berarti dia pantas mengetahui semua rahasiamu tapi bukan aibmu” jawab Kim seonsaengnim.

“Saem aku begitu mencintainya, dan aku bingung harus lakukan apa jika semua sudah mengetahui hubungan kami” Kim seonsaengnim menatapku.

“Mungkin sua…” tiba-tiba saja bel masuk berbunyi.

“Kau harus segera kembali ke kelas, annyeong Ji Yeon~ah” suruh Kim seonsaengnim kemudian beranjak berdiri dan meninggalkanku.

Aku ikut bangkit dan kembali menuju kelas. Sungguh hari ini aku sangat malas sekali untuk belajar. Aku membenamkan kepalaku dengan kedua tanganku. Tiba-tiba saja ada seseorang yang menggoyang-goyangkan pundaku.

“Ji Yeon~ah… Ji Yeon~ah?” panggilnya.

“Euhhh ne?” tanyaku padanya.

“Jam pelajaran berakhir, kau sedari tadi kenapa tidur saja. Sampai-sampai Jang seonsaengnim kesal” gumam salah satu chinguku.

“MWO? Eohh dimana Ji Eun?” tanyaku.

“Dia sedang ke toilet” jawabnya. Aku mengangguk.

“Aigoo kenapa tadi aku tertidur, sampai-sampai menghabiskan satu pelajaran.” Seruku dalm hati.

Ku lihat Ji Eun sudah kembali dari toilet. Dia menghadap kearahku.

“YA! Park Ji Yeon, kenapa kau tadi tertidur aku sudah mencoba membangunkanmu tapi kau tidak juga terbangun. Kau tahu Jang seonsaengnim sungguh kesal di buatmu” ujar Ji Eun.

“Mianhae, aku sungguh tidak sadar kalau tadi aku tertidur”

Jam pelajaran berakir lebih cepat, karena semua guru harus menghadiri rapat. Aku dan Ji Eun keluar kelas. Kami berjalan berdampingan dan sampai kami tiba di sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Aku dan Ji Eun mencoba mengintip sedikit ke dalam ruangan.

Aku melihat Minho oppa dan Wooyoung sunbae sedang latihan basket. Omo~ apa yang sedang di lakukan oleh yeoja-yeoja itu, dia mendekati namjaku. Aku dan Ji Eun masuk ke dalam ruangan itu dan sengaja duduk di kursi penonton yang paling belakang dan paling atas. Aku terus memperhatikannya dari jauh tapi dia sama sekali tidak juga memperhatikan aku. Aku menoleh kearah Ji Eun dia hanya mengumbar senyum pada Wooyoung sunbae, begitu pula Wooyoung sunbae menyambutnya. Tapi Minho oppa sama sekali tidak memerhatikanku jangankan memehartikan melihat pun saja tidak.

Aku segera berdiri dan meninggalkan ruangan itu dengan sangat kesal. Ji Eun yang mengetahui aku keluar dari ruangan itu mencoba memanggilku tapi aku tidak menghiraukannya.

“Ji Yeon~ahh…. Ji Yeon~ahh kau mau kemana?” panggil Ji Eun yang terus menerus. Membuat telingaku pengang saja.

Aku terus berjalan menyusuri koridor demi koridor tak tahu arah mau kemana. Pandangan hanya menuju ke depan. Aku hanya memikirkan hal tadi, bagaimana mungkin dia tidak melihatku sedangkan Wooyoung sunbae saja melihat Ji Eun. Aku masih sungguh kesal tak tahu kenapa hanya kesal melihat yeoja-yeoja tadi yang terus menggeliat manja di tangan namja ku.

Langkahku terhenti ketika sebuah tangan menggenggam tanganku dan menghentikan langkahku seketika itu juga.

“Ji Eun~aa kau jangan ikuti aku aku ingin pulang sekarang, aku sedang ingin sendiri” seruku pada orang itu yang aku pikir adalah Ji Eun.

“Mianhae” jawabnya yang aku pikir lagi dia bukan Ji Eun melainkan, aku menoleh ke orang itu dan benar sekali itu Minho oppa.

“Oppa, lepaskan nanti yang lain akan melihatnya” suruhku seraya melepaskan genggaman Minho oppa.

“Mianhae” ucapnya lagi.

“Untuk apa?” tanyaku datar.

“Aku juga bingung kenapa kau marah padaku” gumamnya yang semakin membuatku kesal.

“Aku tidak marah” seruku.

“Ani kau marah padaku, tapi aku tidak tahu kenapa kau marah padaku”

“Aku tidak marah”

“Untuk apa kau pergi begitu saja jika kau tak marah”

“Aku tidak… ahh sudahlah aku mau pulang sekarang” seruku meninggalkannya sendiri.

Aku segera menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobilku. Aku mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Sesaat aku baru ingat kalau Krystal mau kesini, lebih baik aku menunggunya di bandara. Segera aku ambil ponselku dan menekan tombol dengan nama Krystal yang sudah ada di kontak ponselku.

“Yoboseyo Krystal~ah? Kau sudah sampai disini kah? Ohh ne aku akan menjemputmu sekarang, annyeong” #Tut sambungan telepon terputus.

Segera ku luncurkan mobilku menuju bandara dengan kecepatan tinggi.

@Bandara

Sesampainya di bandara aku segera mencari sosok Krystal. Cukup sulit menemukan Krystal hingga akhirnya mataku tertuju pada seorang yeoja yang menuju kearahku.

“Krystal~ah?” panggilku seraya melambaikan tanganku kearah yeoja itu yang ternyata adalah Krystal.

“Ji Yeon~aa” sambutnya kemudian kami saling berpelukan.

“Ternyata kau masih tidak berubah, masih seperti Ji Yeon yang aku kenal” sambung Krystal.

“YA! Kau juga tetap masih seperti dulu saja tidak pernah mau memanggilku dengan panggilan eonnie, aku ini satu tahun diatasmu jadi kau harus panggilku eonnie dan nanti jika di sekolah kau harus panggilku sunbae, hahaha :D ” kami pun berdua tertawa.

Kami berdua berjalan menuju parkiran tempat mobilku terparkir. Sesampainya kami segera masuk ke dalam mobil, dan aku kembali meluncurkan mobilku dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah aku segera memanggil beberapa pelayan untuk membawakan barang-barang Krystal ke kamar barunya.

“Ji Yeon~ah, aku senang sekali bisa dapat bertemu denganmu. Aku kangen sekali denganmu bogoshipeo Ji Yeon~ahh” gumam Krystal seraya memelukku.

Ji Yeon P.O.V End.

Krystal P.O.V

Kini aku telah tiba di Korea, setelah beberapa tahun menetap di Perancis. Aku senang sekali kembali ke Korea aku sungguh kangen dengan Ji Yeon sepupuku dan juga Ji Eun teman semasa kecilku dengan Ji Yeon. Meskipun keluargaku tidak dapat ikut denganku aku tetap senang karena bisa tinggal di kediaman Park family. Ya marga keluargaku dan juga marga Ji Yeon berbeda, jadi ceritanya appa Ji Yeon dan eommaku ini kakak beradik marga mereka sama yaitu Park. Tapi ketika eommaku menikah dengan appa ku yang bermarga Jung marganya mengganti Jung.

Dari kecil aku dengan Ji Yeon sudah sangat mengenal, begitu pula saat Park ahjumma mempunyai sebuah bisnis bersama Lee ahjumma eomma Ji Eun. Kami bertiga memang bersahabat sejak kecil. Tapi setelah keluargaku pindah ke Perancis kami sudah jarang sekali berkomunikasi. Aku Ji Yeon dan Ji Eun hanya bisa email-emailan jika kami kangen satu sama lain.

Drrtt drrttt…

Ponselku bergetar. Ku rogoh saku celanaku dan mengambil ponselku. Panggilan masuk dari Ji Yeon. Aku dengan semangat langsung menjawab telponnya.

“Yoboseyo Ji Yeon~ahh? Aku sudah sampai di Korea, baiklah aku akan tunggu kau” #tut sambungan tertutup.

Tidak lama aku menunggu aku melihat sosok Ji Yeon di depanku.

“Krystal~ah?” panggilnya seraya melambaikan tangannya kearah ku.

“Ji Yeon~aa” sambutku kemudian kami saling berpelukan.

“Ternyata kau masih tidak berubah, masih seperti Ji Yeon yang aku kenal” sambung ku.

“YA! Kau juga tetap masih seperti dulu saja tidak pernah mau memanggilku dengan panggilan eonnie, aku ini satu tahun diatasmu jadi kau harus panggilku eonnie dan nanti jika di sekolah kau harus panggilku sunbae, hahaha :D ” kami pun berdua tertawa.

“Kajja”

Kami berdua berjalan menuju parkiran tempat mobil Ji Yeon terparkir. Sesampainya kami segera masuk ke dalam mobil, dan Ji Yeon langsung meluncurkan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah Ji Yeon segera memanggil beberapa pelayannya untuk membawakan barang-barang ku ke kamar baruku.

“Ji Yeon~ah, aku senang sekali bisa dapat bertemu denganmu. Aku kangen sekali denganmu bogoshipeo Ji Yeon~ahh” gumam ku seraya memeluknya.

“Aku juga kangen sama kamu, Ji Eun pasti juga kangen denganmu ayo kita hubungi dia dan memintanya menginap disini bagaimana?” Ji Yeon segera mengambil ponselnya dan menekan huruf-huruf dikontak ponselnya.

“Yoboseyo Ji Eun~ahh, kau bisa ke rumah, Krystal ahh.. maksudku Soo Jung sudah tiba disini. Soal tadi Mianhae Ji Eun. Ohh kami akan menunggu” #tut sambungan tertutup.

“Eotteohge? Dia akan datang kan. Kenapa tadi kau bilang maaf memangnya kenapa?” tanyaku penasaran.

“Aisshhh satu-satu dong saengi, dia akan datang kesini karena dia kangen denganmu….”

“Nadeo bongshipeo Ji Eun~ahh” potongku. #PLETAK

“YA! Tidak sopan aku ini belum selesai”

“Apeu, mianhae Ji Yeon eonnie” seruku dengan puppy eyes.

“Jika seperti ini memanggilku eonnie, sudahlah tadi aku meminta maaf karena tadi saat di sekolah aku meninggalkannya di lapangan basket” tuntasnya. Aku hanya bisa mengangguk.

Krystal P.O.V End.

30 menit kemudian.

Ting Tong #bel rumah

Ji Eun P.O.V

Aku baru saja berganti pakaian sekolahku. Duduk di kursi kesayanganku yang langsung memikirkan masalah Ji Yeon di sekolah tadi. Kenapa dia meninggalkanku. Aisshhh apakah dia cemburu karena yeoja-yeoja itu mendekati namjanya. Bukankah itu kerjaan namjanya setiap hari. Siapa suruh mau berpacaran dengan namja populer seperti Minho sunbae. Aku mengambil beberapa majalah yang tepat berada di meja disamping aku duduk saat ini. Ku bolak-balikkan tiap lembar majalah itu. Kemudian, Nunmuri chaollaseo gogael deureo… drrttt…. Heureuji motage tto saljjak useo…. drrttt….. poselku bordering menandakan ada panggilan masuk. Ku lihat siapa penelpon itu, Ji Yeon~ah. Dengan sigap kutekan tombol berwarna hijau.

“Yoboseyo Ji Yeon~ahh, wae? Jinjja dia sudah ada di rumahmu. Baik-baik secepatnya aku akan kerumahmu. Soal tadi… ohh ne gwaechannha, aku akan segera kesana sekarang, hmm” #tut sambungan telpon terputus.

Aku segera bergegas mengambil tasku di dalam kamar, kemudian keluar lagi dengan sebuah tas selempang pink dengan bunny kesukaanku. Segera ku naiki mobilku setelah sampai di garasi tempat mobilku terparkir. Sebenarnya aku belum boleh menyetir mobil sendiri oleh appa, tapi karena appa dan eomma sedang tidak ada jadi aku dapat membawanya hehehehe :D .

Sesampainya di rumah Ji Yeon. Aku segera menekan bel rumah Ji Yeon. Beberapa menit kemudian. Clek pintu terbuka. Aku lihat seorang pelayan Ji Yeon yang sudah aku kenal. Shin ahjumma.

“Shin ahjumma, apa Ji Yeon ada di rumah bersama Soo Jung?” tanyaku pada Shin ahjumma.

“Ne Agassi, Ji Yeon Agassi dan Soo Jung Agassi sudah menunggu Agassi di kamarnya” gumam Shin ahjumma. Aku hanya mengangguk dengan seutas senyumanku kemudian berjalan menuju kamar Ji Yeon.

Ji Eun P.O.V End.

———————-

Normal P.O.V

Di lain tempat Minho dan Wooyoung sedang merapikan barang-barangnya sehabis latihan basket. Mereka hendak keluar dari ruang basket.

“YA! Choi Minho wae kenapa kau cemberut saja?” tanya Wooyoung membuka pembicaraan.

“Ji Yeon” gumamnya singkat.

“AIGOO…. Ada apa dengan hubungan kalian sihhh, makanya kau itu jangan jadi namja yang terlalu tampan”

“YA! Aku tidak pernah meminta terlahir dengan wajah seperti ini babo” Minho menjitak kepala Wooyoung.

“Apeuda, lagi pula perkataanku ini memang benar. Coba saja kau lihat hubunganku dengan Ji Eun. Aku namja tampan yang mempunyai seorang yeoja cantik seperti Ji Eun tapi hubungan kami selalu baik-baik saja, sedangkan kau aihhhh… kau namja tampan mempunyai yeoja cantik seperti Ji Yeon tapi kau ini terlalu takut, takut karena sebuah peraturan konyol yang di buat oleh Choi Family itu” jelas Wooyoung panjang lebar.

“YA! Berani sekali kau mengungkit-ungkit keluarga ku?” tanya Minho.

“Choi Family, ohh ya kau ini dari keluarga Choi” PLETAK lagi-lagi Minho menjitak kepala Wooyoung.

“AIGOO apeu” seru Wooyoung sambil mengelus-ngelus kepalanya.

“Tunggu sebentar aku harus menghubungi princessku” lanjut Wooyoung.

“Yoboseyo, princess. Omo kau di rumah Ji Yeon ohh ne baiklah ketemunya besok saja, annyeong jagi”#tut sambungan telepon terputus.

Wooyoung menoleh kearah Minho, terlihat wajah Minho yang sedang menggerutu sepertinya dia cemburu karena tidak bertelepon dengan mesra seperti itu pada Ji Yeon.

Author P.O.V

Minho P.O.V

‘AIGOO apa-apaan si Wooyoung itu berani-berani bermesraan di depan ku apa dia ingin membuatku cemburu karena tidak bisa melakukan itu pada Ji Yeon Aiiissshhh’ batinku. ‘Mianhae jagiya, suatu saat nanti kita bisa melakukan itu’ batinku lagi.

“YA! Kajja, aku sudah mengantuk” ajakku.

————————–

Sesampainya di rumah hari sudah sore menjelang malam. Aku membaringkan tubuhku di ranjang dan mengambil selembar foto yang ada di laci. Ya yang aku ambil adalah foto Ji Yeon saat kami pertama kali menjalin hubungan.

“Jagiya mianhae, jeongmal mianhaeyo. Aku janji akan memberitahukan semuanya tentang hubungan kita tapi tidak sekarang tapi nanti, saranghae” ucapku pada foto Ji Yeon. CHU~ aku mengecup fotonya. Ya hanya itu yang dapat aku lakukan jika kangen dengannya. Aku sama sekali tidak pernah menciumnya aku hanya mencium fotonya semenjak kami pertama kali jadian.

Paginya….

KRIIIINNGGGG #alarm

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku menyesuaikan dengan sinar matahari yang kini sudah masuk kedalam kamarku dari celah-celah gorden kamarku. Aku bangkit dari ranjangku kemudian menuju kearah jendela. Setelah itu aku langsung menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Setelah itu keluar kamar dengan semua perlengkapan sekolahku. Seperti biasa menyapa eomma dan appa kemudian sarapan dan langsung berangkat sekolah dengan mobil pribadiku.

———————–

Sesampainya…

Menuju ke kelas dan melihat Wooyoung yang sudah bersama yeojanya Ji Eun. “YA! Ji Eun kenapa tidak mengajak Ji Yeon’ batinku. Hingga mataku tertuju pada dua orang yeoja yang sedang mengobrol. ‘Hmm.. itukan Ji Yeon dengan siapa dia, mungkin chingunya’ seruku pelan sambil mengernyitkan mataku. Ku hampiri mereka semua.

“Annyeong semua” sapaku dengan tak lupa senyuman yang aku tujukan pada Ji Yeon. Dia membalas senyumanku. Kini pandanganku tertuju pada seorang yeoja yang aku rasa asing bagiku.

“Sunbae, kenalkan ini Krystal ohh karena kalian belum dekat lebih baik Soo Jung saja yaahh” Ji Yeon memperkenalkan yeoja itu padaku.

“Annyeong Choi Minho imnida aku…” Ji Yeon memotong perkataanku.

“Krystal cepat perkenalkan” perintah Ji Yeon pada yeoja yang bernama Soo Jung itu ‘kenapa Ji Yeon memanggilnya Krystal???’ batinku. Yeoja itu hanya tersenyum manis kearahku.

“Annyeong Jung Soo Jung imnida, tapi Ji Yeon eonni memanggilku dengan nama Krystal” dia memperkenalkan dirinya.

“YA! Sudah-sudah perkenalannya, sebentar lagi masuk” Ji Eun menyela.

“Ohh ne kajja Krystal ini hari pertamamu”

Ji Yeon, Ji Eun, dan Soo Jung pergi meninggalkan aku dan Wooyoung. Tapi sebelum mereka pergi aku sempat menggenggam tangan yeojaku kilat. Dia hanya tersenyum hangat padaku.

Minho P.O.V End.

Krystal P.O.V

Hari ini pertama kali aku masuk sekolah, senang sekali tentunya. Karena bisa satu sekolah dengan Ji Yeon eonni dan juga Ji Eun eonni. Selesai bersiap-siap aku segera menuju ruang makan dan bertemu dengan Ji Yeon eonni dan Park ahjumma. Park ahjussi sedang tidak ada di rumah karena dia sedang ada pekerjaan Seoul. Jadi yang ada di rumah ini hanya para yeoja-yeoja hahaahaha :D .

Selesai sarapan, aku dan Ji Yeon eonni segera menuju sekolah dengan mobil pribadi Ji Yeon eonni + supirnya. Di perjalanan kami sibuk dengan berbincang-bincang. Aku harap nanti aku akan mendapat teman baru. Perbincangan kami tidak terasa cukup jauh karena tidak di sangka kami sudah sampai di gerbang sekolah baruku.

Aku segera menuju ruang kepala sekolah ditemani Ji Yeon eonni. Setelah itu aku segera menuju kelas baruku. Ji Yeon eonni masih menungguku di pintu kelas. Mungkin dia tahu dihari pertama aku tidak mungkin sudah mempunyai teman. Jadi untuk sementara temanku hanya Ji Yeon eonni dan Ji Eun eonni. Ohh ya tadi saat di mobil Ji Yeon eonni bilang dia akan memperkenalkan temannya padaku. Siapa yaahhh namja atau yeoja???.

Aku segera keluar dan menghampiri Ji Yeon eonni menuju kelasnya. Di dalam kelas sudah ada Ji Eun eonni yang sepertinya menunggu kedatangan kami.

“Ji Yeon Soo Jung, akhirnya datang juga. Sedari tadi aku menunggumu, ayo antar aku ke kelas Wooyoung oppa” pinta Ji Eun eonni. Wooyoung oppa, siapa dia mungkin namjachingu Ji Eun eonni.

“Shireo nanti saja saat istirahat”

“AIGOO, tidak bisa aku harus sekarang bertemunya yayaya mau yaahhh, kau maukan Soo Jung?” tanya Ji Eun eonni padaku, aku hanya dapat mengangguk.

“YA! Kau ini kenapa menyetujui permintaan gilanya itu. Setiap hari dia selalu memintaku untuk mengantarnya ke kelas namjanya saat sampai dia hanya mendiamkanku, aku seperti kambing congek disana melihat mereka berbincang-bincang”

“Tidak apalah eonni, katanya kau ingin memperkenalkan temanmu padaku?” tanyaku.

“Ne aku ingin memperkenalkannya tapi nanti saat istirahat bukan sekarang” Ji Yeon eonni kemudian beranjak dari kursi menuju pintu kelas. Aku dan Ji Eun eonni hanya saling berpandangan dan melihatnya yang lama-kelamaan makin dekat dengan pintu kelas.

“YA! Tadi kalian yang mengajakku” sambungnya. Aku dan Ji Eun eonni berlari menghampirinya dengan wajah sumbringah.

Sesampainya di sebuah kelas yang aku pikir inilah kelas namjachingu Ji Eun eonni. Kami segera memasukinya dan dengan sigap Ji Eun eonni sudah berlari menghampiri seorang namja tampan yang sedang sibuk dengan ponselnya. Menyadari kedatangan kami namja itu menoleh, dan sepertinya melihatku asing.

“Nugu~ya?” tanya namja itu. Ya sepertinya dia memang memandangku asing.

“Sunbae, kenalkan ini Soo Jung sepupuku dia siswa baru disini kelas 10” Ji Yeon eonni memperkenalkanku padanya. Beberapa detik kemudian seulas senyuman mengembang di wajahnya.

“Annyeong Jang Wooyoung imnida, aku ‘namjachingu Ji Eun’” pada kaliamat itu dia sedikit berbisik. Ya aku tahu peraturan sekolah ini sesama siswa Mombulim dilarang berpacaran.

“Annyeong Jung Soo Jung imnida” kini aku yang memperkenalkan diriku.

Beberapa menit kemudian ada suara namja yang sedang menyapa kami.

“Annyeong semua” sapa namja itu dengan senyum yang mengarah ke Ji Yeon eonni dan menatap asing kearahku. Apa mereka berdua berpacaran?

“Sunbae, kenalkan ini Krystal ohh karena kalian belum dekat lebih baik Soo Jung saja yaahh” Ji Yeon eonni memperkenalkan ku pada namja itu.

“Annyeong Choi Minho imnida aku…” Ji Yeon eonni memotong perkataannya.

“Krystal cepat perkenalkan” perintah Ji Yeon eonni padaku, aku hanya tersenyum manis pada namja yang bernama Minho itu.

“Annyeong Jung Soo Jung imnida, tapi Ji Yeon eonni memanggilku dengan nama Krystal” aku memperkenalkan diriku.

“YA! Sudah-sudah perkenalannya, sebentar lagi masuk” Ji Eun menyela.

“Ohh ne kajja Krystal ini hari pertamamu”

Ya Tuhan kenapa aku ini ada perasaan yang aneh. Aku merasa senang saat bertemu namja yang bernama Minho itu, ani aku harus memanggilnya dengan panggilan sunbae. Aku harus tanyakan pada Ji Yeon eonni apakah mereka itu pacaran, jika ya aku tidak akan mungkin merebut juga mencintai namjachingu eonni yang sangat aku saying ini.

“Ji Yeon eonni?” panggilku dia menoleh.

“Ne?”

“Eonni apakah kau dan Minho sunbae pacaran?” tanyaku yang sepertinya membuatnya kaget apakah benar mereka pacaran?

“YA! Apa yang kau katakan kami tidak pacaran hanya sebatas berteman saja, memangnya kenapa?” tanya Ji Yeon eonni. Jawaban itu sungguh membuat hatiku sangat senang sekali.

“Eonni sepertinya aku menyukainya, aku menyukai Minho sunbae” seruku.

“MWO?” teriak Ji Yeon eonni dan Ji Eun eonni  serempak. Yang sepertinya membuat mereka semua sangat kaget terutama Ji Yeon eonni.

“Ne aku menyukainya”

Krystal P.O.V End.

~To Be Continue~

Bagaimana part 2 nya sudah datang. Jangan lupa RCL yaahhh. Mianhae kalau lama part 2 nya karena untuk memuaskan para readers semua yang merasa part 1 kemarin terlalu pendek, mudah-mudahan part 2 ini readers semua tidak akan kecewa karena kependekan.

JANGAN LUPA RCL

Gomawo :)

About Yeonnia_Park

I'm an ordinary girl from Indonesia who like Korea. My idol is Ji Yeon of T-Ara. My favorite couple is MinJi (Minho of SHINee-Jiyeon) couple. I love my Pikachu is Kwangmin of Boyfriend.

Posted on 31 Mei 2011, in Chaptered, Couple FF, Fanfiction, YeonNia>>Aulia and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Waaaaa, bagus banget eonnie^^
    aku tetep nunggu Puppy Love unnie, apa lagi dengan adanya Krystal #plaaak lanjutya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: