Confidential Marriage (Part 2)

Title                 : Confidential Marriage [Part 2]

Author             : YeonNia

Type                : Series

Rating              : PG-15

Genre              : Romance, and you may find yourself

Main Cast        :

  •       Choi Minho
  •       Park Ji Yeon

Support Cast   :

  •       Choi Family (Choi Siwon, Im (Choi) YoonA, Choi Sooyoung, Choi Sully)
  •       Park Family (Park Jung Soo, Kim (Park) Tae Hee, Park Ji Seob)
  •       Lee Ji Eun (IU)
  •      Park Sun Young (Luna Fx)
  •      and you may find yourself

Backsound Song : On/Off – Ein No Setsuna, A Pink – I Don’t Know

Happy Reading…..

——————————————-

“YA! Park Ji Yeon, terserah kau saja. Aku mau tanya…”

“Tunggu-tunggu biar aku saja” aku menatap Ji Eun dan Sun Young lekat “Siapa namja tadi kenapa kau diantar dengannya dan mengapa tadi kalian…” Ji Eun menghentikan kata-katanya sebentar, aisshhh apa mereka melihatnya apa yang harus aku lakukan ‘EOMMA TOLONG AKU’

“Kiseu”

“MWO??? Apa kalian melihatnya?” Ji Eun dan Sun Young mengangguk.

“Aisshhhh jebal, aku akan lakukan apa pun untuk kalian asal kalian tidak memberitahukannya pada Cheondung ne, jebaaaaaaaaaalllll”

“Memangnya siapa namja itu?”

“Dia… dia… dia….”

“JAWAB PARK JI YEON” aishhh mereka membentakku.

“Diaaaaaaaa….. CALON SUAMIKU” aku langsung tertunduk.

“MWOOOOOOOOOOOOOOOO????”

“Kenapa bisa, kau kan masih sekolah?”

“Aku…”

Riiiiiiiingggggggggggg

Bel berbunyi aisshhh selamat kah aku kekeke…. Thanks God.

“Ceritanya panjang, nanti saja sepulang sekolah kau main ke rumah ku ne” Ji Eun dan Sun Young mengangguk.

Ji Yeon P.O.V End.

———————————–

Minho P.O.V

“MWO????? Kau mau menikah?”

“Aissshhhh jangan teriak seperti itu nanti semuanya tahu” aku menginjak kaki ketiga chinguku itu. Mereka hanya meringis kesakitan.

“Kok bisa?” issshhh pertanyaan bodoh.

“Tentu saja bisa, jadi… bla… bla… bla” Aku menceritakan kejadian awalnya kepada chingu-chinguku dan kalian tahu apa ekspresi wajah mereka saat ini? Ekspresi mereka saat ini adalah ekspresi diam mematung aneh bukan.

“Sudahlah, kalian pasti tidak mengerti” aku melangkah keluar kelas karena saat ini kelas kami tidak ada yang mengajar.

“KAMI MENGERTI KOK, SElAMAT YA CHOI MINHO kekekee…. :D ” aku menoleh kearah mereka memasang wajah evil.

“YA! Awas kalian, tidak akan aku undang”

“Berarti kami di undang?” aku menoleh kearah semua suara yang keluar diantara chingu-chinguku satu kelas.

“Memangnya kau buat acara apa?”

“Ani, kalian semua tidak akan aku undang”

“HUUUUUUUUU…..” ruluhan pital suara menyorakiku dan aku hanya bisa menutup telinga.

Minho P.O.V End.

————————————–

Author P.O.V

Riiiiinnngggggggggggggg….. bel bernyunyi pertanda bahwa pelajaran hari ini telah berakhir. Ji Yeon dengan tergesa-gesa merapikan perlengkapan tulisnya ke dalam tas. Setelah member salam pada seonsaengnim dia dengan sigap langsung berlari menuju gerbang sekolah. Hampir dia sampai di depan sekolah dua orang yeoja menjegatnya di gerbang.

“Kau mau kabur yahh Park Ji Yeon?”

“Ani, aku hanya ingin menunggu kalian di luar sekolah hehehe,,,,,, sudahlah gaja” Ji Yeon memasang wajah cute nya di depan dua chingunya itu.

“Jangan memasang wajah seperti itu” seru kedua chingunya berbarengan dan Ji Yeon pun hanya terkekeh.

Author P.O.V End.

 

Ji Yeon P.O.V

Kini aku, Ji Eun, dan Sun Young tengah sampai di rumahku. Aku segera menyuruhnya masuk ke kamarku yang berada di lantai atas sementara aku pergi ke dapur untuk membuatkan mereka minuman.

“Ahjumma, aku sudah buat minuman untuk chingu-chingu ku dia ada di kamar, tolong ahjumma antarkan yahhh aku mau ke kamar mandi dulu” perintahku pada seorang pelayan yang sudah biasa aku panggil ahjumma.

Selesai dari kamar mandi, aku segera menuju kamarku untuk menemui Ji Eun dan Sun Young. Aku berjalan menuju kamarku, tapi langkah ku terhenti saat mendengar eomma ku sedang berbicara dengan seseorang. AKu sedikit mengintip kearah sumber suara. Tuhh kan eomma sedang mengobrol dengan… Choi ahjumma. Ahhh mungkin hanya masalah ibu-ibu. Aku membalikkan badanku.

“Ne, itu ide bagus minggu depan memang hari yang tepat untuk melangsungkan pernikahan Minho dan Ji Yeon” seru eomma dengan seulas senyum yang mengembang di wajah cantiknya.

“Mwo menikah? Minggu depan? Aisshhh itu terlalu cepat” gumamku pelan tapi sepertinya eomma dan Choi ahjumma mendengarnya.

“Ji Yeon kau sudah pulang nak?” aku keluar dari persembunyianku menghampiri eomma dan Choi ahjumma.

“Annyeonghaseyo ahjumma” kataku seraya membungkukan badan.

“Annyeong sayang”

“Ohhh eomma, ahjumma silahkan lanjutkan mengobrolnya aku harus ke kamar Ji Eun dan Sun Young datang bermain” segera aku pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke kamar.

 

Sampai di kamar, aku sungguh gelisah sekali dengan pernikahan yang akan dilaksanakan minggu depan itu. Sungguh aku benci sekali dengan namja itu, bahkan tadi pagi berani-beraninya dia menciumku. Untung saja yang melihat kedua sahabatku, coba jika Cheondung melihat kejadian tadi aisshh matilah aku. Ngomong-ngomong dimana kedua mahluk itu?

“Ji Eu~aa, Sun Young~aa kalian kemana?”

“Kami disini jangan berteriak-teriak seperti itu” aku hanya dapat cengengesan garing.

“Ehh… sudah-sudah ayo ceritakan pada kami” seru Sun Young antusias. Kami bertiga segera mengambil tempat duduk diatas ranjangku yang cukup besar. AKu mulai menceritakan kejadian tidur satu ranjang di villa itu, kemudian rencana pernikahan, dan ciuman tadi pagi itu. Dan sikap kedua chinguku itu adalah bengong, aneh bukan ckckckck >,<

“YA! Lee Ji Eun, Park Sun Young jangan bengong saja bantu aku buatkan rencana agar tidak menikah secepat itu” aku merengek kepada kedua chinguku.

“Jika sudah menyangkut keluarga kami benar-benar tidak bisa bantu mainhae”

“Aisshhh memang sudah nasibku untuk menikah di usia yang sangat belia” L

Ji Yeon P.O.V End.

———————————-

Minho P.O.V

Kemana eomma?? Kenapa dia tidak ada di rumah padahal aku mau mengenalkan yeoja Bae ku dengannya. PLOK aku lupa, aku kan akan menikah dengan yeoja Park tapi aku malah mengajak yeoja Bae ke rumah bisa-bisa aku kena amuk eomma aku harus mengantarkan yeoja Bae pulang dulu.

“Jagi, aku antar kau pulang yahh eomma sedang pergi arisan jadi kau tidak bisa berkenalan dengannya hehe mianhae tadi aku lupa”

“Ahh padahal ingin sekali aku bertemu dengan eomma mu, baiklah tidak apa-apa lain kali saja dehh. Kau tak perlu mengantar ku aku akan pulanbg sendiri ja cup~ annyeong” OMO~ yeoja Bae mencium pipi ku kekeke….

“Annyeong” aku melambaikan tanganku padanya.

 

Yeoja Bae sudah pulang, sebenarnya eomma itu kemana aisshhh dasar Minho babo kenapa tidak telpon. Babo, babo, babo ahh ani aku ini namja pintar. Aku ambil ponselku dari saku celana kiriku. Kutekan no. 1 untuk panggilan cepat, ne eomma ku no. 1 di hatiku karena dia adalah orang yang paling aku sayang, no. 2 nya appa, no. 3 nya noona ku dan no. 4 yeodongsaengku dan no. 5 itu yeoja Bae kekeke….. hey hey jangan harap yeoja Park dapat angka di panggilan cepat ponselku.

“Yoboseyo eomma kau dimana? Mwo kediaman Park Family? Aku harus kesana, aisshhh shireo aku tidak mau mau eomma, ahh ne, ne… tunggu aku” #TUT sambungan terputus.

“Aku harus ke rumah yeoja itu, isshhhh eomma ini” segera aku menuju garasi mobilku dan segera meluncurkan mobil ku kearah rumah yeoja Park.

——————————-

Sesampainya, aku segera turun dari mobilku. Baru saja turun aku melihat yeoj Park dan kedua chingunya aisshhh malu sekali aku jika chingunya tau aku adalah calon suaminya.

“Ohh Minho~aa mau apa kau kesini?” tanya yeoja Park sinis padaku sedangkan temannya hanya melihatku bengong ada apa dengan mereka.

“Tentu saja menjemput eommaku, ahhh yeoja Park chingumu ini kenapa?” tanyaku heran.

“Ahh chinguku” yeoja Park melirik kearah kedua chingunya.

“Ahh Ji Eun~aa, Sun Young~aa ada apa dengan kalian?”

“Mungkin dia terpesona melihat ketampanan ku ini”

“MWO? Tampan isshhh sudah sana sudah sana…… huss.. huss”

“Kau fikir aku ini ayam”

“Kau memang ayam, sudah sana ayam membuat chinguku sawan saja kau dasar ghost cock”

“MWO? Ghost cock?”

“Ne, hantu ayam sudah sanaaaaaa” yeoja ini berani sekali memanggilku dengan panggilan itu tapi lucu juga kekeeke…

 

Aku segera masuk ke dalam rumah yeoja Park itu tapi sebelumnya aku ingin meledeknya dulu. Setelah tubuh ku sudah benar-benar masuk ke dalam rumahnya, aku menoleh kearahnya yang sibuk menyadarkan chingunya yang sedari tadi bengong kekeke… ‘apa aku setampan itu’

“Ya! Yeoja Park mungkin chingumu sangat terpesona melihatku” yeoj itu pun menoleh kearahku dengan raut wajah kesal.

“YA! SUDAH SANA MASUK” aku segera berlari cepat, karena dia ingin melempar sandalnya kearahku. Kabuurrrrrr…..

Aku mencari-cari sosok yeoja yang menjadi alasan ku kesini. Ne eomma ku. Aisshhh kemana dia.

“Eomma, Park ahjumma aku sudah tiba”

“Minho, ayo kemari” Park ahjumma menyuruhku naik ke lantai atas. Aku hanya dapat menurutinya saja.

Kini aku telah tiba di lantai atas. Aku mengambil tempat duduk di samping eommaku. Tak lama seorang ahjumma paruh baya mengantarkan minuman untukku. Eomma membuka pembicaraan kami.

“Minho~aa, eomma dan Park ahjumma sudah sepakat jika kau dan Ji Yeon akan menikah minggu depan jadi besok kau dan Ji Yeon harus segera fiting baju pengantin dan untuk perlengkapan yang lain kau tak perlu khawatir karena eomma, Park ahjumma, Sooyoung, Sulli dan Ji Seob yang akan mengurusnya.

“MWO? Minggu depan itu terlalu cepat eomma, ahjumma”

“Kau jangan banyak membantah, sebenarnya ini itu adalah rencana keluarga kita dari dulu akan menjodohkan mu dengan Ji Yeon. Awalnya eomma ingin menjodohkan noona mu dengan Ji Seob tapi ternyata mereka berdua sudah punya kekasih”

“Aisshh eomma”

“Jangan bantah terus, ikuti saja apa perkataan eomma”

“Benar Minho~aa, itu semua rencana kami. Ahjumma harap kau akan menjaga Ji Yeon yahh dia putri satu-satunya ahjumma yang ahjumma sayangi, jadi kau harus jaga dia jangan pernah buat dia menangis ne?” setelah Park ahjumma angkat bicara aku sudah tidak bisa bergeming lagi, karena kenapa perkataan Park ahjumma itu sangat membuatku sulit menoleh pernikahan ini.

“Ne aku setuju” aku menundukan kepalaku. ‘bagaimana dengan yeoja Bae?’ batinku.

Minho P.O.V End.

———————————-

Ji Yeon P.O.V

“YA! Lee Ji Eun, Park Sun Young jebal sadarlah”

“Hey, kami itu sudah sadar dari tadi”

“Eoh… euhh kalian ini kenapa?”

“Sudahlah tidak penting, ohh ya namja tadi siapa?” aku hanya diam “calon suamimu kah?” aku hanya dapat mengangguk.

“Woaaaaa Park Ji Yeon kau beruntung sekali mempunyai calon suami seperti dia, sudah tampan, sepertinya baik”

“Juga humoris, woaaaa tipe suami idaman” HAH suami idaman hooeekkk, mereka ini katarak.

“Kalian katarak? Namja seperti itu di bilang baik, dia itu napeun”

“Napeun? Sepertinya tidak” Ji Eun mengelak.

“Sudahlah sana pulang, ada urusan keluarga”

“Ohh yaahhh kapan tanggal pernikahanmu?” arrggghhh pertanyaan gila.

“Minggu depan”

“Woaaa cepat sekali, aku harus cari gaun yang bagus kekeke”

 

Dua yeoja itu telah pergi, sekarang urusanku adalah mengatur jantungku. Jantung? Karena aku pasti akan terkaget-kaget setelah ini. Aku masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Kunaiki anak tangga rumahku kemudian menuju ruangan tempat eomma dan Choi ahjumma. Kutolehkan kepalaku sedikit, sedang apa mereka? Segera aku masuk ke dalam ruangan terbuka tanpa pintu itu.

“Eomma, sedang apa?”

“Untung kau kesini, ayo pilih mana gaun yang ingin kau kenakan di pernikahan mu”

“MWO? Secepat itu kah aku…”

“Sudah cepat pilih” aku mengangguk. Membolak-balikan tiap brosur butik pernikahan. Hingga akhirnya kau menemukan satu gaun yang sangat menarik perhatianku, gaun putih simple, tidak terlalu megah dan mewah, ya pokonya sangat cocok dengan seleraku.

“Yang ini eomma aku sangat menyukainya” kutunjukan gaun yang aku pilih pada eomma dan Choi ahjumma sementara si Ghost Cock itu hanya diam.

“Bagus, baiklah jika kau mau yang itu” aku mengangguk senang.

Kriiinggggg….

“Tunggu yahh aku angkat telepon dulu” eomma meninggalkan aku, Choi ahjumma dan Minho.

Tak berapa lama, eomma kembali dengan seraut wajah yang senang.

“Siapa eomma?”

“Appa, katanya dia sudah memesankan gaun mu juga setelan untuk Minho, mianhae sayang jadi kau tidak bisa memesan gaun itu” aku hanya mengangguk.

“Baiklah kami pulang dulu yahh”

Aku dan eomma mengantar Choi ahjumma beserta Minho keluar hingga depan rumah. Setelah mereka pergi, aku dan eomma kembali masuk ke dalam rumah.

Ji Yeon P.O.V End.

———————————

Satu hari sebelum hari semua perlengkapan sudah di sediakan. Dari mulai baju pengantin, gedung pernihakan beserta dekorasi, kue pernikahan yang di buat langsung oleh Ny. Park dan Ny. Choi, tamu beserta undangan, kerabat jauh pun sudah bersedia hadir, semua perlengkapan sudah siap hingga menunggu besok saja.

———————————-

Esoknya…..

Semua undangan sudah memenuhi gedung acara. Ji Yeon pun sudah selesai dirias hanya tinggal menunggu namanya di panggil sang pendeta untuk memasuki altar. Dengan di temani Sun Young, Ji Eun, Sooyoung dan Sulli, Ji Yeon masih terlihat gugup dan gelisah.

“Ji Yeon~aa kau tidak perlu gugup itu hanya terjadi sebentar saja kok, jika sang pendeta bicara ‘Park Ji Yeon bersediakah kau menjadi istri Choi Minho, terus mencintainya sehidup semati hingga maut yang akan memisahkan kalian’ kau hanya perlu menjawab ‘Ne aku bersedia’ hanya itu saja begitu pun dengan Minho, jadi hanya sekejap saja” Sooyoung mulai menenangkan Ji Yeon yang gugup.

“Ne eonni, kau harus semangat pasti kau bisa hwaiting!” Sully pun ikut angkat bicara. Ji Yeon pun hanya mengangguk.

“Ahh.. ahhh sekarang saat kau harus berjalan menuju altar ayo-ayo Sully dan aku aka nada di belakangmu” Ji Yeon berjalan mendekat kearah appa nya dan di belakang ada Ji Eun dan Sully yang membantunya berjalan dengan gaun yang panjang <= tdk sepanjang milik Lady Diana.

Ji Yeon terus berjalan diatas karpet merah yang menuju podium. Dengan tangannya masih menggenggap lengan ayahnya Park Jung Soo. Hingga mereka tiba di podium, Jung Soo melepaskan genggaman anaknya dan menaruhnya diatas telapak tangan Minho.

“Ku serahkan anakku ini padamu, jaga dia dan jangan buat dia menangis” Jung Soo bergumam.

“Ne abeoji” Minho dan Ji Yeon menghadap kearah pendeta.

“Choi Minho bersediakan kau menerima Park Ji Yeon menjadi istrimu, mencintainya sampai akhir hayatmu?” tanya sang pendeta. Minho terdiam sejenak kemudian menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.

“Ne saya bersedia”

“Park Ji Yeon bersediakah kau menerima Choi Minho menjadi suami mu, menuruti semua perintahnya melayaninya dengan sepenuh hati mencintainya hingga akhir hayatmu?” Ji Yeon masih terlihat gugup.

“Ne saya bersedia” Ji Yeon menundukan kepalanya.

“Baiklah dengan ini saya nyatakan kalian berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri, dan kau Choi Minho kau sekarang dapat membuka penutup wajah istri mu dan kemudian menciumnya”

Minho hanya diam tidak melakukan apapun, sungguh dia tidak mau melakukan hal itu. Tapi semua undangan telah menyuruhnya.

“Cium… cium… cium…” ‘YA! Choi Minho jebal jangan lakukan itu’ batin Ji Yeon. Minho mendekatkan wajah kearah Ji Yeon dan Ji Yeon pun hanya bisa menutup matanya, kemudian CUP~ kecupan mulus mendarat di bibir mungil Ji Yeon. Dengan sigap Ji Yeon melepaskan ciuman itu.

————————

Kedua mempelai keluar dari gedung acara tepat pukul 09:00 p.m. Dengan mobil sedan hitam dengan dihiasi bunga-bunga, Minho dan Ji Yeon masuk ke dalam mobil itu. Kemudian mobil itu melaju dengan cepat. Hingga berhenti di suatu rumah megah bertulisan “Lovely 18”. Sepertinya kedua keluarga besar itu telah menyiapkan sebuah rumah untuk pasangan muda ini. Kedua mempelai itu memasuk rumah itu dan segera masuk ke dalam suatu ruangan.

“HAH apa-apaan ini?” gumam Minho dan Ji Yeon berbarengan.

Author P.O.V End.

~To Be Continue~

Bagaimana part 2 nya masih ada yang menantikah? Aku harap begitu :)

Bagaimana puaskah dengan Part 2 nya??? aku juga harap seperti itu :)

Selesai baca jngan lupa Coment, karena coment kalian yang menentukan FF ini berlanjut atau tidaknya jika hanya beberapa aku tidak janji jika FF nihh akan berlanjut ke Part 3 jadi para SIDER segeralah bertobat cukup dengan coment memangnya coment memerlukan biaya, tidak kan ;)

Sudah-sudah cuap-cuap gk jelas, inget JANGAN LUPA COMENT jika masih ingin FF nihhh terjun ke Part 3

GOMAWO ;)

About Yeonnia_Park

I'm an ordinary girl from Indonesia who like Korea. My idol is Ji Yeon of T-Ara. My favorite couple is MinJi (Minho of SHINee-Jiyeon) couple. I love my Pikachu is Kwangmin of Boyfriend.

Posted on 18 Juni 2011, in Fanfiction, YeonNia>>Aulia and tagged , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Eon keren, part 3 nya cepet dikit eon~~ udah kebelet hahha #plak

    • gomawo saeng🙂
      part 3 nya aku usahakan scepatnya yahh🙂 udh kebelet?? ayo-ayo cepet sana k’kamar mandi dlu nanti ngompol ja, tar d’liat MinJi gmna hayooo kan malu hehehe😀

      • gamalu.. kan ada jiyeon omma :.3

      • MWO Ji Yeon eomma???? Ji Yeon tuhh eomma ku…. wkwkwkwk😀 ayo ayo msih d’buka lowongan jdi MinJi Family *PROMOSI*

        Eomma & Appa : Ji Yeon-Minho
        Anak : aku, Nadia (masih buka lowongan)
        ahjumma : Indi (adiknya Jiyeon) *juga masih buka lowongan adiknya Minho*
        halmeoni : blum da (da yg berminta)
        halbeoji : sma blum da (da yg berminat)

        wkwkwkwkwkk😀

  2. Iyah:3
    aku mau jadi adiknya Minho aja deh~

  3. waaa. . MinJi couple . .^^
    kapan nich part 3 nya. . ?? ?? ?
    jadi g sabar nuggu kelanjutan crita nya . .
    lanjutin ya. . ^_______^
    BTW jgn lama – lama oke. . .😀

  4. woahhh, keren, keren, mau ngapain yuh di dalam satu ruangan? hihihihi
    lanjutanya jangan lama-lama yaa…

  5. haizzz…… ffnya seru banget!! hehehehe… ga ada yg bikin sakit hati. hahahaha….jjang!!!!

  6. lanjut part 3 donk ceritanya msh gantung nie

  7. part 3 nya udah kluar apa belum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: