TELL ME

Annyeonghaseyo Yorobun~~  Mohon perkenalkan.. saya Author baru disini.. Nadia imnida ^^ ini adalah FF Pertama yang aku post disini ^^ semoga pada suka yah ^^

Title : Tell me

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast:

  • Lee Sunkyu (Sunny)
  • Lee Sungmin

Minor cast :

  • Kim Taeyeon
  • Choi Sooyoung

Length : Drabble (Word: 1873)

Genre : Romance, sad, Angst

Rating : PG

Language : Indonesia

NOT FOR SILENT READER

Sunny P.o.v

Ahh.. aku rasa hari ini adalah hari yang paling cerah dalam hidupku. Mengapa? Karena hari ini adalah Anniversary ke tiga-ku bersama Sungmin Oppa. Tidak terasa kalau sudah 3 tahun kami berpacaran. Aku menatap ponselku yang sampai sekarang belum message atau misscall pun dari Sungmin Oppa. Eh? Apa dia lupa bahwa hari ini adalah hari Annyversary kita? Pada Annyversary sebelumnya ia selalu yang mengucapkan terlebih dahulu padaku.  Huh. Menyebalkan sekali orang itu. Penyakit pelupanya mungkin kambuh. Baiklah akan aku beritahu terlebih dahulu agar dia ingat.

Aku mulai menekan angka 1 di ponselku dan tak lama kemudian munculah nomor ponsel Sungmin Oppa.. segeraku meneleponnya.

“yeoboseyo… Sunny? Ada apa?” terdengar suara di balik sana yang tak salah lagi adalah Sungmin oppa. Heh? Mengapa nada suaranya seperti biasa saja? Seperti tidak menyadari hari bahagia kita ini.

“Oppa.. Apa kau tahu hari ini Hari apa?”

Sungmin Oppa mendesis pelan. Ah Mungkin pertanyaan ini adalah pertanyaan Bodoh.. mana mungkin Sungmin Oppa lupa dengan Annyversary nya sendiri.

“ssshh.. Mengapa kau tanya seperti itu, eh? Tentu hari ini adalah hari sabtu, bukan?” Jawab Sungmin Oppa seolah pertanyaanku ini salah, tapi nyatanya.. ia bahkan tak mengingat apapun. Ada apa dengannya? Mengapa sedikit Aneh, eh?

“uhm.. Oppa.. apa kau tidak mengingat sesuatu?” kataku ragu. Aku hanya benar-benar ingin meyakinkannya sekali lagi.

“Maksudmu apa? Aku tidak mengerti Sunny?”

“Hari ini adalah hari….” Tiba-tiba saja Sungmin Oppa memotong pembicaraanku.

“Sunny.. nanti aku hubungi lagi.. aku ada sedikit urusan.. bye sayang.. “

‘tut…tut..tut…’

Sungmin Oppa memutuskan teleponku begitu saja sebelum ia mendengarkanku. Ia tak perduli dengan Annyversary nya sendiri? Bahkan tidak perduli denganku?

Ini memang membuatku sedikit sakit. Sedikit membuat moodku hilang dan lemas. Huh, tapi mungkin urusan itu memang benar-benar penting. Aku yakin Sungmin oppa nanti akan menghubungiku lagi dan merayakan annyversary kita.

“Ya!! Sunny.. Mengapa kau diam saja? Apa karena Sungmin Oppa?” Taeyeon mengguncang-guncangkan tubuhku. Sepertinya ia melihat raut wajahku yang berubah. Ya, baiklah siapa yang tidak murung ketika berada di moment bahagia seperti ini kekasihnya sendiri tidak mengucapkan apa-apa.. ya itulah aku.

Taeyeon mengajakku ke cafe tempat biasa kami berkumpul dengan teman-teman lainnya. Tentu saja aku tidak menolaknya, mungkin untuk sedikit mengembalikan Moodku yang hilang tadi.

“Ah.. tidak..” elakku pada taeyeon sambil menggelengkan kepalaku.

“Aku sampai lupa.. Happy Annyversary  yah.. tidak terasa sekali kalau kau dan Sungmin Oppa sudah 3 tahun.. kapan menyusulku untuk menikah?” Kata Taeyeon heboh sambil menatapku dengan gembira. Tapi kegembiraan itu belum aku rasakan sama sekali. Aku tersenyum kecil pada Taeyeon. Mengingat begitu bahagianya Taeyeon sesudah ia menikah dengan Leeteuk Oppa.

“hmm.. aku tidak tahu.. aku belum membicarakannya dengan Sungmin Oppa..” Jawabku pelan. Aku mengaduk-aduk minumanku pelan dan tiba-tiba terdengar bunyi ponselku berdering. Segera aku mengangkatnya.

“Yeoboseyo.. Oppa..” kataku riang setelah tahu yang menghubungiku itu adalah Sungmin Oppa. Akhirnya ia menghubungiku juga.

“Sunny.. Happy Annyversary… maaf kalau tadi aku sangat lupa.. “Suara Sungmin Oppa terdengar lembut, membuatku semangatku kembali memuncak. Ah, Sungmin Oppa memang tidak pernah mengecewakanku.

“tidak apa-apa Oppa.. “ Jawabku dengan nada senang.

“Aku minta maaf karena hari ini Aku tidak bisa menemanimu.. huh.. padahal ini adalah hari jadian kita yang ke-3 tahun… Aku sedang banyak urusan… tidak apa-apa kan?”

“iya Oppa.. tidak apa-apa.. dengan oppa menelepon  saja aku sudah sangat senang.. “ Aku mengangguk pelan walau sesungguhnya sungmin oppa tidak dapat melihat anggukanku. Ya, wlalupun memang sedikit sedih karena ia tak bisa menemaniku tapi aku sudah cukup senang.

“Baiklah.. Aku sekarang sedang ada janji.. nanti pasti ku telepon lagi.. bye..”

Ah.. setidaknya aku sudah tenang.. Sungmin Oppa sudah mengingat annyversay kami.. kesenangan ini sampai membuatku terus menerus tersenyum.

“ya!.. pasti Sungmin Oppa, eh?” tanya Taeyeon dengan senyumnya yang seperti menyindirku. Aku hanya tersenyum kearahnya dan mengangguk.

“Taeyeon..Aku ke toilet dulu yah..”  Aku beranjak dari dudukku dan berjalan menuju toilet yang berada di ujung cafe ini.

Aku menangkap sesosok orang yang sedikit mirip…. Sungmin Oppa… eh? Sungmin Oppa? Tidak mungkin.

Aku terus mengamati orang itu. Memang terlihat seperti Sungmin Oppa.. tapi bukankah dia sedang sibuk? Aku menoleh kearah seseorang di sebelahnya.. yang nampaknya seorang wanita. Eh? Apa itu Sooyoung??

Aku mengenal wanita yang kini duduk di sebelah orang yang ku duga itu adalah sungmin Oppa. Ya, tidak salah lagi itu adalah Sooyoung aku yakin itu sooyoung, Teman baikku.

Aku mendekatinya meja yang sedang di duduki kedua orang itu dan dapatku pastikan itu adalah……

“Sungmin Oppa….”

Normal P.o.v

Sungmin menoleh kearah Sunny setelah mendengar suara yang memanggil namanya dari arah belakang. Ya, Sunny sudah berdiri kaku di belakangnya dengan Airmata yang sudah mulai berjatuhan.

Sooyoung juga sedikit tersentak dengan kehadiran Sunny yang kini menatap kearahnya dan Sungmin tajam.

“Sungmin Oppa.. mengapa kau jahat padaku!!!” teriak Sunny penuh emosi. Rasa sakit kini telah menyelimuti hati Sunny. Ia sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Sungmin menghianatinya?

“Sunny!! Kecilkan suaramu! Memalukan!!” bentak sungmin kasar pada Sunny. Sunny tidak pernah menyangka bahwa kekasihnya yang selama tiga tahun ini tidak pernah berlakuku kasar sekarang malah membentaknya.

Sunny menoleh kearah Sooyoung yang masih diam. Sunny juga masih sangat tidak menyangka dengan teman baiknya yang kini malah menghianatinya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sungmin menarik Tangan Sunny yang masih terisak dan membawanya ke sudut cafe. “Sunny!! Diam Jangan menangis!!” bentak sungmin lagi.

“Kenapa Oppa menghianatiku?? Oppa selingkuh!!”

“Ya.. Aku memang selingkuh!!.. karena aku tidak suka lagi denganmu.. Aku juga tidak perduli dengan Annyversary kita! Kau tahu? Aku tidak Mencintaimu!!!” teriakan Sungmin di depan Sunny seakan telah menjadi pisau-pisau yang menusuk dada Sunny. Membuatnya tak bisa bernafas. Serasa ia sudah mati.

“Aku Tidak mencintaimu lagi Sunny.. Lupakan Aku!!” Kini sungmin beranjak pergi meninggalkan Sunny Begitu saja yang masih saja terpuruk dengan apa yang ia alami saat ini.

__

Sunny P.o.v

5 bulan kemudian…

‘ting..tong..’

Terdengar bunyi bell apartemenku berbunyi. Huh siapa sih yang datang pagi-pagi seperti ini. Aku segera beranjak dari ruang makan dan langsung menuju pintu Apartemenku dan ku buka pintunya.

“Annyeonghaseyo.. Dengan Nona Sunny?” seorang laki-laki dengan pakaian seragam dan topi yang ia pakai menandakannya kalau ia adalah seorang pengantar surat.

“iya..saya Sunny…” Jawabku ragu.

“ini ada surat untuk anda” laki-laki itu menyerahkan sebuah amplop berwarna krem kepadaku. Segera-ku terima surat itu.

“ya.. terima kasih” sahutku sambil menundukan kepalaku kearah pengantar surat itu.

__

Aku menatap surat yang kini ada di genggaman tanganku sambil berjalan kearah ruang makan lagi. Surat? Siapa yang mengirimku surat.  Ku periksa setiap sisi surat,tidak ada satupun yang menunjukan siapa pengirimnya. Disana hanya tertulis alamat apartemenku saja.

Ku buka perlahan surat itu. Dan membaca sepucuk surat ya.

Sunny.. Aku mohon kau datang ke acara pemakaman Ummaku. Walau kau memang sudah tidak ada hubungan lagi denganku. Tapi kau sendiri sudah begitu dekat dengan ummaku. Mungkin ia juga akan pergi dengan tenang bila kau datang.

 

Lee Sungmin

Aku menghela nafas perlahan. Mulai terngiah bayang-bayang Lee Sungmin. Ya.. mantan pacarku. Yang memutuskanku tepat di hari Annyversary kami yang ke-tiga. Jujur sampai sekarang aku masih belum bisa melupakannya. Walau sedikit ada rasa dendam mengingat apa yang ia lakukan ketika memutuskan hubungan kami secara sepihak.

Ku tatap lagi surat darinya. Aku memang sudah sangat dekat dengan Ajumma, Umma Sungmin. Dan berita yang ku terima ini sedikit membuatku kaget Akan kepergiannya. Ah sepertinya Aku memang harus hadir di acara pemakaman Ajumma. Ia termasuk orang yang aku anggap paling berharga.

__

Hitam-hitam. Bebrapa orang berpakaian Hitam-hitam berlalulalang memasuki rumah yang tergolong cukup besar itu. Rumah Sungmin Oppa. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan ada Sungmin oppa. Sejak kami putus aku tak pernah lagi berbicara dengannya. Mungkin akan sedikit canggung, atau aku akan menangis karena saking rindunya aku padany? Ah entahlah..Aku masuk perlahan menyusuri lorong rumah untuk menuju ruang utama.

‘Deg’

Aku melihat foto Sungmin Oppa berukuran besar yang dihiasi bunga disekelilingnya yang di letakan di tengah-tengah ruang  utama. Jangan bilang kalau…. “Sungmin Oppa!!!!”

Normal P.o.v

Sunny menjatuhkan tas tangan yang di pegangnya. ia menatap sekeliling.. tulisan-tulisan yang bertuliskan nama Lee Sungmin.

“Sunny…” suara lembut itu datang menghampiri Sunny dan di rasakannya pelukan seorang ibu yang kini menangis tersedu-sedu.

“Ajumma… Sungmin Oppa-…” Sunny tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tidak akan menyangka bahwa Sungmin akan pergi secepat ini. Walau mereka sudah berpisah Sunny masih mencintai Sungmin, dan tidak rela kalau laki-laki itu pergi dari dunia ini.

“Sungmin Oppa…” rintih Sunny sambil terus saja menangis di pelukan hangat dari wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri itu. Ini benar-benar tidak bisa di percaya oleh Sunny.. Sungmin sudah Tiada.

“kau Harus relakan Sungmin pergi.. Ajumma tahu kalau Sungmin berlaku kasar padamu saat kalian putus.. tapi itu sungmin lakukan untuk kebaikanmu…” Kata ibunda Sungmin sambil membelai halus rambut Sunny. Sunny masih tidak bisa berkata Apa-apa lagi selain menangis.

Sunny berjalan kearah tubuh kaku yang terbaring di dalam sebuah peti kayu. Di lihatnya wajah Sungmin yang sudah memucat. Wajah tanpa beban.. wajah polos.

Sunny tidak dapat membendung airmatanya lagi. Terus saja ia menangis menatap laki-laki yang selama ini ia cintai sekarang berada di dalam peti mati dan hanya menunggu untuk di ke-bumi-kan.

“Oppa… mengapa kau begitu cepat pergi… Aku bisa menerima kalau kau memutuskanku.. aku tidak mencintaiku.. tapi aku tidak bisa menerima kalau kau pergi.. aku tidak bisa terima Oppa!! Mengapa terlalu cepat!!!!”

Tangisan Sunny semakin menjadi-jadi. Ia tidak bisa memikirkan apapun selain kenangan-kenangan yang sudah ia lewati dengan sungmin dulu.

“OPPAAAAA!! Aku mohon!! Jangan Tinggalkan aku…”

“Sunny.. Sungmin tidak akan bisa lagi bangun.. biarkan dia pergi dengan tenang…” taeyeon mengelus bahu Sunny pelan. Ia tidak tega melihat sahabatnya itu terus saja menangis.

Sunny masih terus saja merintih sambil memanggil nama Sungmin.

Sunny P.o.v

“Sunny Kau harus merelakan Sungmin…”

Aku hanya terdiam mendengarkan semua perkataan taeyeon. Jujur aku memang masih belum terima dengan kepergian Sungmin Oppa.

“Sunny…” sebuah suara datang menghampiriku.. dan terlihat sosok Sooyoung di depanku. Sahabatku yang berselingkuh dengan Sungmin Oppa. Jujur aku memang mempunyai dendam dengannya karena kejadian itu.

“Sunny maafkan aku.. Sungmin Oppa yang menyuruhku.. menyuruh kami..” katanya dengan nada memelas. Sungmin Oppa menyuruh apa?

“kau harus menonton ini.. pesan terakhir dari sungmin Oppa untukmu…” Sooyoung membawakan sebuah Handycam padaku.

“Lihatlah ini…”

Disana terekam Sungmin Oppa yang mengenakan baju pasien rumah sakit, dan beberapa alat medis di belakangnya.

Annyeong Sunny…

Huh.. Mungkin kau melihat Video ini ketika aku sudah tiada.. ya memang inilah tujuanku membuat Video ini..

Aku hanya ingin mengucapkan permintaan Maaf yang sangat besar untukmu… Aku pasti telah melukai Hatimu…

Maaf aku tidak memberi tahu mu sebelumnya.. Aku mengidap penyakit Kangker Otak yang memang sudah sulit untuk di tolong lagi…  Aku tahu pasti kau akan memarahiku karena aku tidak jujur padamu.. Tapi aku tidak mau membuat kau sedih.. kau terbebani dengan penyakitku ini.. Aku tidak mau membuat kau tersakiti dengan keadaan aku yang masih sangat mencintaiku… makanya aku sedikit berlaku kasar padamu…agar kau membenciku dan kau melupakanku.. Soal Sooyoung.. Aku mohon jangan marah padanya.. Aku benar-benar tidak mempunyai hubungan spesial degannya. Ia hanya membantuku.. membantuku untuk membuat kau benci padaku…

Tolong Maafkan aku….

Aku Sangat mencintai mu Sunny… Sangat mencintaimu.. Sesungguhnya pda Annyversary kita yang ketiga ini aku ingin melamarmu.. ingin kau untuk menjadi istriku… tapi semua sudah terlambat…

Aku memang tidak pandai merangkai kata-kata cintaku karena sejujurnya memang rasa cintaku padamu ini tidak akan bisa di ungkapkan dengan kata-kata…

Terimakasih sudah menemaniku selama tiga tahun ini… terima kasih… kau sudah mengisi hidupku dengan semua keceriaanmu…

Terimakasih Sunny….

Dan mungkin setelah ini aku akan mendapatkan kekasih yang jauh lebih baik dariku…. kau dapat menemukan penggantiku yang akan menjadi suamimu..

Tapi kau harus ingat..Aku mencintaimu…..

Lee Sungmin

 

FIN

___

About Shinstarkey

Shiny Effects Shipper (Dynamic)

Posted on 18 Juni 2011, in Couple FF, Fanfiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Wow, keren eonnie! ditunggu FF Sugen selanjutnya😀

  2. wah terharu sekali :’)

  3. aku udah baca tapi mau comment lagi wkwk~

    kyaaaaaaaa nad.. kamu jahat membuat mereka tak bersatu huaaaaaaaaaaaaahhhhhh *nangis di pojokkan*

  4. ua.. kasihan sunsun =.=

  5. Koq sad ending …kasihan sunny’a uah gg tega baca’a apa lgh yg isi pesan ntuh ..terharu baca’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: