Confidential Marriage [Part 3]

Title                 : Confidential Marriage [Part 3]

Author             : YeonNia

Type                : Series

Rating              : PG-15

Genre              : Romance, and you may find yourself

Main Cast        :

Choi Minho

Park Ji Yeon

Support Cast   :

Choi Family (Choi Siwon, Hwang (Choi) Tiffany, Choi Sooyoung, Choi Sully) -YoonA d’ganti-

Park Family (Park Jung Soo, Kim (Park) Tae Hee, Park Ji Seob)

Lee Ji Eun (IU)

Park Sun Young (Luna Fx)

and you may find yourself

Backsound Song : On/Off – Ein No Setsuna, A Pink – I Don’t Know

Poster ARTwork by ME : ParkJiYeonFanFictionART SHOP

Happy Reading…..

Biaya Coment : Rp 0,- a.k.a FREE a.k.a GRATIS a.k.a TANPA DIPUNGUT BIAYA

——————————————-

Minho P.O.V

Aku tercengang saat melihat sesuatu yang tepat berada di depan mataku. Aku menggeleng tidak percaya kemudian menoleh kearah yeoja Park yang ternyata dia juga tengah menoleh kearahku.

“Kau tidur diluar” dengan sigap Ji Yeon langsung berjalan cepat masuk ke dalam kamar itu. Aku menahan langkahnya.

“Andwae, kau saja yang tidur diluar”

“Isshhh aku ini seorang yeoja, mana mungkin kau sebagai namja membiarkan yeoja manis dan baik hati seperti aku ini tidur diluar” dia mengerucutkan bibirnya. Mwo? Manis? Baik? Apa yang dia katakan sama sekali sebuah kebohongan.

“Ya sudah jika kau tidak ingin tidur diluar kita tidur bersama saja” dia memblalakan matanya. #TUK

“YA! Kau mau mencari kesempatan dalam kesempitan yahh” ahh dia memukul kepalaku.

“Lalu mau bagaimana lagi, sudahlah aku lelah aku mau tidur”kataku malas kemudian membaringkan tubuhku di ranjang besar itu.

“Aisshh… untuk mala mini saja. Tapi sebelum itu cepat kau keluar dulu aku ingin mengganti gaun menyebalkan ini” suruhnya.

“Ya sudah ganti saja, aku tidak akan melihat”

“Aisshh… cepat keluar” dia kini menyeretku dari ranjang, hingga akhirnya…

“Aww…. Apeuda” yahh aku terjatuh dari ranjang. Segera aku bangkit dan keluar dari kamar.

Aiisshhh nyeri sekali punggungku. Kalian tahu bagaimana bentuk kamar itu. Baiklah akan aku jelaskan. Jadi kamar itu ada 2 pintu yang semua aku kira ada 2 kamar yang bersebelahan. Tapi ternyata ya Tuhan 1 kamar dengan 2 pintu gila bukan. Walaupun begitu ranjangnya juga ikut-ikutan hanya 1 aisshh. Jadi untuk malam ini aku harus tidur satu ranjang dengan yeoja itu.

“Lama sekali sihh” gumamku kemudian membuka pintu kamar. Betapa kagetnya aku setelah melihat apa yang sekarang aku lihat ini….

“Kau mandi?” dia hanya nyengir kuda. Jadi sedari tadi aku menunggu dia mandi, dan yang dia bilang ganti pakaian itu ternyata mandi. Hah?

“Mianhae, tadi itu rambutku terasa gatal apa mungkin karena pengaruh hair spray yang terlalu banyak yahh makanya aku mandi” dia mengeluarkan puppy eyesnya.

“Mungkin juga kau tidak pernah keramas” #TUK yeoja ini memukul kepalaku, naega appeu. Dia mengerucutkan bibirnya “ahh mungkin juga dirambutmu ada nyamuk ataupun kecoa” #PLAKK. “YA! Kenapa terus memukulku?” aku mengusap kepalaku.

“Siapa suruh bilang aku tidak pernah keramas? Trus juga kau pikir rambutku kebun binatang ada kecoa ataupun nyamuk” wkwkwk dia mulai geram dan kalian tahu wajahnya itu sangat lucu kekeke.

“Ahh mianhae, sudahlah aku mau tidur”

“Minho~aa jebal, untuk mala mini kau tidur di lantai yahh jebal” hah apa yang dia katakan?

“Mwo?”

“Jebal, aku tidak bisa, besokkan hari minggu bagaimana kalau kita bagi dua kamar ini. Tapi jebal hari ini saja… hikksss… hikkss…” hah demi Tuhan aku tidak bisa melihat yeoja menangis dan bodohnya lagi aku mengangguk begitu saja “Gomawo” aku mengangguk.

Yeoja itu memberikan selimut yang memang hanya satu untukku beserta bantal dan tikar. Aku menatapnya aneh, bagaimana jika dia kedinginan dan sakit nanti aku pasti yang akan repot.

“Kau saja yang pakai, aku sudah menggunakan tikar” kataku menyerahkan selimut yang dia berikan tadi.

“Tapi nanti kau kedinginan?”

“Taka pa sudah cepat tidur” akhirnya dia menurut juga fiuhh.

Minho P.O.V End.

———————————

Ji Yeon P.O.V

Aku terbangun dari tidur nyenyakku. Menaikkan kedua tanganku keatas. Mengerjap-ngerjapkan mataku yang silau karena sinar lampu. Aku menoleh kearah samping terdapat Minho yang masih asyik bermimpi. Aku hanya bisa angkat bahu kemudian menuju kamar mandi. Membasuh mukaku dengan air juga menyikat gigiku. Kemudian keluar lagi dan menuju dapur. Aneh sekali aku semenjak pernikahan kemarin kenapa aku bisa bangun dan langsung menuju dapur ckckckck.

“Apa yang bisa aku dapatkan dari kulkas ini?” membuka pintu kulkas berwarna silver itu “Ahh lebih baik buat roti bakar saja” mengeluarkan satu kotak roti tawar dan mengambil beberapa selai dari dalam kulkas. Setelah memoles selai-selai itu diatas roti aku segera memanggangnya dalam oven. Semua sudah selesai lebih baik aku segera mandi daripada mahluk itu –Minho- segera bangun.

Beberapa menit kemudian….

“Huaaa segar sekali, ohh…” langkahku terhenti.

“Sudah dua kali kau mandi duluan daripada aku”

“Ya! Tadi malam kan kepalaku gatal, dan yang sekarang itu salah mu sendiri kenapa belum bangun. Tadinya aku ingin membangunkan mu setelah mandi, tapi kau malah sudah bangun duluan yasudah cepat mandi aku sudah buat sarapan untuk mu” kataku seraya menaruh handuk yang digantungan samping kamar mandi.

“Hussh” dia mendengus kekeke.

——————————–

“Ya! Choi Minho kau lama sekali mandinya rotimu sudah dingin”

“Ne aku mendengarnya tidak perlu berteriak”

“Siapa suruh seperti yeoja mandinya lama sekali”

“Kau tahu tadi sikat gigi mu masuk kedalam saluran air dengan susah payah aku mengambilnya tapi kau bukannya berterima kasih malah teriak-teriak” sikat gigiku?

“Ya! Kenapa tidak langsung dibuang, masa aku harus sikat gigi dengan sikat yang sudah masuk kedalam saluran air” aku mengembungkan pipiku.

“Sudah aku buang, cepat berterima kasih?”

“Gamsahabnida Choi ahjussi” membungkukan badan.

“Ahjussi? Kau pikir aku setua itu? Usiaku baru menginjak 19 tahun, bisa-bisanya kau memanggilku ahjussi” aku sedikit berfikir, ah #CLING (biasa da bolam lampu diatas kepala Ji Yeon)

“Gamsahabnida oppa”

“Oppa? Ahh baiklah mulai sekarang kau panggil aku OPPA” sedikit menekankan kata OPPA. Aisshh aku salah bicara.

Roly… Poly…. Roly..Roly… Poly… (deringnya ganti)

Ehh ada pesan masuk. Dari…

“Cheondung” kubuka pesan itu.

From : Cheondungie
Jagi bisakah kita kencan?

Aku terkekeh.

To : Cheondungie
Ne, jemput aku halte dekat sungai Han

            “Cheondung? Siapa dia?” aku menoleh.

“Namjachinguku” ucapku singkat.

“Kau akan pergi dengannya?” aku mengangguk “Baiklah aku juga akan pergi” aku mengangguk kembali.

Aku segera masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian. Setelah selesai segera ku keluar rumah dan menaiki taxi yang sudah aku pesan. Minho dia juga akan pergi? Mungkin dengan yeojanya.

—————————

Aku telah tiba di halte dekat sungai Han tapi dimana Cheondung, sudah hampir 5 menit aku menunggunya dia tidak juga datang.

15 menit berlalu………

“Kemana dia?” melihat jam tangan. Mataku melihat ke sekeliling dan mendapati seseorang yang aku kenal dengan seorang yeoja cantik.

“Minho?” aku terus memerhatikannya hingga tidak menyangka mata kami bertemu, cukup lama kami berpandangan dan tak menyadari yeoja disebelahnya mengetahui pertemuan mata kami. Dia tersadar kemudian mengalihkan wajahnya kearah yeoja itu kemudian menggeleng. Apa yang sedang mereka katakan?

“Aisshh Cheongdungie kau itu lama sekali, bosan sekali aku. Ahh lebih baik aku ikuti saja mereka kekeke daripada bosan”

Kulihat Minho dan yeoja tadi berjalan semakin jauh. Dengan hati-hati aku ikuti mereka. Mau kemana mereka?. Aku berjalan semakin cepat, aisshh kenapa mereka berhenti apa dia tahu kalau aku mengikuti mereka? Aduhh bagaimana ini aku harus bersembunyi dimana? Ahh disana saja. Secepat mungkin berlari kearah tiang listrik. Melirik kebelakang ahh untung saja tidak ketahuan, aku harus ikuti lagi dia mau… ke kedai ice cream. Aku harus ikuti sekalian makan ice cream sudah lama aku tidak makan ice cream hehehe. Aku segera mengantri dikasir namun… aaa…

“Ya!”

“Untuk apa kau mengikutiku?”

“Ehh Minho oppa, tadi kau bilang apa mengikutimu? Siapa? Aku? Tentu saja tidak”

“Dasar bohong lalu kenapa kau bisa ada disini?”

“Aku tentu saja ingin membeli ice cream memangnya tidak boleh, ehh tunggu dulu dimana dompet ku aigoo bagaiamana caranya aku membayar ice creamnya” terus merogoh tas selempang ku.

“Apa lagi?”

“Minta uang”

“Hah apa kau bilang”

“Ya! Kau ini suamiku jadi kau wajib memberiku uang, sudah cepat berikan aku beberapa lembar uang” dia mendnegus kemudian mengeluarkan dompetnya.

“Ahhh gamsahabnida”

Roly… Poly… Roly..Roly… Poly….

“Ahh yoboseyo Cheondungie, aku ada di kedai ice cream, habis kau lama sekali aku itu sampai bosan menunggumu, ne gwaechanha cepat kesini yahh, ne aku tunggu” #TUT sambungan tertutup.

“Mana Minho, sudahlah mungkin sudah dengan yeojanya itu. Ehh kalau dilihat-lihat yeojanya itu cantik juga, ahh tapi tetap saja cantikkan aku”

Ji Yeon P.O.V End.

Minho P.O.V

Aku melihat sekeliling ku banyak sekali orang-orang yang sedang berkencan. Apa yeoja Park disini dengan namjanya? Aisshhh untuk apa aku memikirkan yeoja itu. Terus melihat sekelilingku dan menemukan sesosok yeoja yang aku kenal. ‘Ji Yeon?’ batinku. Dia ada disini dan menoleh kearah ku, mata kami bertemu terus berpandangan hingga…

“Minho~aa kau lihat apa? Kau kenal dengan yeoja itu?” aku tersadar dan menoleh kearah yeoja disampingku. Aku menggeleng. Dia mengangguk.

“Ayo kita ke kedai ice cream, sudah lama aku tidak ke kedai itu”

“Gurae gaja” dia menggandeng tanganku.

Berjalan kaki menuju kedai ice cream yang tadi aku tunjuk. Perasaan ku aneh, sepertinya ada yang mengikuti ku. Aku berhenti sejenak menoleh ke belakang.

“Ada apa Minho?” tidak ada siapa-siapa, mungkin hanya perasaanku saja.

“Ani” melanjutkan langkahku.

Kami telah sampai di kedai ice cream tersebut. Aku dan yeoja ku segera memesan ice cream keinginan kami. Eittss siapa itu, seperti Ji Yeon? Ahh ne itu benar dia ternyata benar dia yang mengikuti ku. Awas kau beraninya mengganggu kencan ku.

“Jagi, tunggu sebentar yahh aku mau ke toilet dulu. Kau pesan saja duluan nanti aku menyusul”

“Biar aku yang pesankan” aku mengangguk kemudian meninggalkan tempat itu.

Berjalan mendekati seorang yeoja yang juga sedang mengantri di kasir. Setelah sampai kuraih tangannya dan menariknya hingga sampai dibelakang dekat toilet.

“Ya!”

“Untuk apa kau mengikutiku?” tanyaku.

“Ehh Minho oppa, tadi kau bilang apa mengikutimu? Siapa? Aku? Tentu saja tidak” dia mencoba mengelak dariku.

“Dasar bohong lalu kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku lagi.

“Aku tentu saja ingin membeli ice cream memangnya tidak boleh, ehh tunggu dulu dimana dompet ku aigoo bagaiamana caranya aku membayar ice creamnya” dia mencari-cari sesuatu yang ku yakini adalah dompetnya dari tas selempannya itu.

“Apa lagi?” dia mengadahkan tangannya padaku.

“Minta uang” hah apa yang dia katakan?

“Hah apa kau bilang”

“Ya! Kau ini suamiku jadi kau wajib memberiku uang, sudah cepat berikan aku beberapa lembar uang” aku hanya bisa mendengus kemudian mengeluarkan dompetku dari saku celanaku.

“Ahhh gamsahabnida”

Roly… Poly… Roly..Roly… Poly….

Dia meraih ponsel nya yang bordering dari tasnya itu.

“Ahh yoboseyo Cheondungie, aku ada di kedai ice cream, habis kau lama sekali aku itu sampai bosan menunggumu…” aku pergi meninggalkannya.

“Sudah kau pesankan?” kataku setelah sampai di meja tempat yeoja ku duduk.

“Ini ice cream nya sangaaaaaattttt enak” aku tersenyum padanya diapun membalasnya.

Aku menoleh kearah Ji Yeon yang memang sudah duduk dimeja tak jauh dari mejaku. Dia sedang menikmati ice cream nya dan ku lihat ada seorang namja yang mendekatinya. Dia tersenyum begitu pula dengan namja itu. Apa itu namjanya? Cukup tampan, tidak lebih tamoan juga aku.

“Jagi ayo kita jalan-jalan lagi”

“Ne gaja” aku pergi dari kedai ice cream itu.

Minho P.O.V End.

———————————

Author P.O.V

Minho pergi meninggalkan kedai ice cream itu diikuti dengan yeojanya. Sementara Ji Yeon sedang asyik memakan ice creamnya dengan disampingnya duduk seorang namja tampan yang sedang memandanginya.

“Ya! Kenapa kau memerhatikan aku terus Thunder?”

“Ya! Panggil aku oppa atau Cheondung-ie~ oppa kau lebih muda dariku 1 tahun dan panggilan itu hanay untuk temen-temanku”

“Mwo? Cheondung-ie~ terlalu bagus, Thunder hanya untuk teman-teman mu? Apa aku ini tidak menganggap kalau aku ini temanmu?” Ji Yeon mengerucutkan bibirnya.

“Isshh panggil aku Sang Hyun oppa arraseo? Kau itu yeojachinguku tidak enak di dengar jika kau memanggilku Thunder”

“Siapa suruh nama mu terlalu banyak. Sang Hyun, Cheondung, Thunder apa adakah yang lain?”

“Molla nanti aku tanya lagi sama temanku” #TUK “Hahahahaha :D ”

————————————–

Matahari sudah tidak menampakan cahayanya. Gelap? Yahh gelap karena hari sudah mulai malam. Minho sudah sampai dirumahnya bersama Ji Yeon, setelah mengantar yeojanya dia langsung bergegas pulang tanpa mampir terlebih dahulu. Tapi ketika dia pulang ternyata tidak ada siapa-siapa Ji Yeon pun juga belum pulang.

“Dia kan seorang yeoja kenapa malam-malam belum pulang juga” gerutu Minho.

Greng…  (suara gas mobil)

“Itu pasti dia” Minho mengintip dari jendela dan tepat sekali diluar sana sudah ada Ji Yeon dan Cheondung yang sedang mengucapkan salam perpisahan.

Setelah Cheondung pergi dengan mobilnya, Ji Yeon segera masuk ke dalam rumah. Baru satu langkah dia menginjak lantai rumah. Minho sudah berdiri di depannya dengan tangan yang terlipat didadanya.

“Wae?” tanya Ji Yeon bingung dengan tingkah suaminya itu.

“Kau ini istriku seharusnya kau yang menungguku pulang di rumah, lha ini malah terbalik aku malah yang menunggumu”

“Untuk apa aku menunggumu pulang kencan dengan yeoja lain?” Ji Yeon nyelonong masuk ke dalam kamar.

“Ehh tunggu ini pintuku, pintumu disebelah sana”

“Mwo? Bukannya sama saja”

“Kau tahu, aku sudah memanggil orang untuk membelah kamar kita”

“Jinjja? Kapan? Bukannya tadi kau berkencan?”

“Tentu saja sebelum pergi aku segera menelpon beberapa orang untuk mengerjakannya. Memangnya sepertimu, aku yakin kau ini lupakan?” Ji Yeon hanya nyengir kuda.

“Sudah sana tidur” Minho mendorong Ji Yeon masuk ke kamar.

“Kau sudah makan?”

“Tentu saja sudah”

“Ahh baiklah selamat tidur”

Begitu pun Minho setelah Ji Yeon masuk kedalam kamarnya dia pun masuk ke kamarnya juga. Berjalan kearah tepi kamarnya kemudian menggeser papan yang ada disitu. SREETT…

“Ehh bisa di buka yahh” teriak Ji Yeon antusias.

“Ne jadi saat orang tua kita datang berkunjung, papan ini dibuka dan ranjang mu kita lipat ke dalam dinding”

“Ranjang ku bisa dimasukkan kedalam dinding?”

“Ne hebat bukan aku, mengerjakan ini semua dalam waktu 1 hari”

“Bukan kau yang mengerjakannya”

“Hey tapikan aku yang memikirkannya”

“Baiklah kau hebat, sudahlah aku ingin tidur” Minho emngangguk kemudian menutup kembali papan itu dan langsung berbaring di ranjangnya tak lama dia pun terlelap begitu pula dengan Ji Yeon.

—————————

Pagi-pagi sekali Ji Yeon dan Minho sudah selesai saran dan sudah siap berangkat ke sekolah. Minho mengantar Ji Yeon ke sekolahnya. Di perjalanan mereka hanya saling diam, karena Ji Yeon sibuk sms_an dengan IU dan Luna. Ketika sampai seperti biasa, IU dan Luna sudah menunggunya di gerbang.

“Annyeonghaseyo” sapa mereka berdua pada Minho.

“Annyeong” sambil garuk kepala.

“Hey sudah-sudah nanti kau terlambat”

“Ahh ne nanti aku jemput” Ji Yeon mengangguk.

“Annyeong Minho” lagi-lagi IU dan Luna terpesona dengan Minho.

Setelah mobil Minho sudah tidak terlihat lagi, Ji Yeon menarik kedua sahabatnya itu yang mulai bengong lagi karena suaminya. Perjalan menuju kelas Ji Yeon berpapasan dengan Cheondung. Mereka hanya mengumbar senyuma saja tidak saling menyapa.

“Eitss kau sudah punya suami masih saja melirik namja lain”

“Suami? Kau bilang Ji Yeon itu sudah punya suami berarti dia sudah menikah dong, hahahaha” seseorang dari belakang.

~To Be Continue~

Ehh TBC dateng saatnya CUAP-CUAP

Akhirnya selesai juga part ini. Jujur menurut ku part ini aneh dan jelek banget mian ayhh bila para reader tidak puas :( Aku janji di part selanjutnya akan lebih baik lagi jadi ditunggu ja. Ehh jangan lupa seperti biasa kelanjutannya tergantung coment, jika coment nya meningkat dari part yang kemarin akan semakin cepat aku post part slanjutnya tapi kalau menurun akan semakin lama postnya bahkan gk akan aku lanjutkan jika anjlok comentnya. Jadi jangan lupa coment karena coment kalian sangat berharga, dan coment tidak bayar kok dijamin gratis…tis…tis…

GAMSAHABNIDA

^_^

About Yeonnia_Park

I'm an ordinary girl from Indonesia who like Korea. My idol is Ji Yeon of T-Ara. My favorite couple is MinJi (Minho of SHINee-Jiyeon) couple. I love my Pikachu is Kwangmin of Boyfriend.

Posted on 8 Juli 2011, in Chaptered, Fanfiction, YeonNia>>Aulia and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. waaaaaaahhhhhhhhhhhhhh…………

  2. Huah Ƙε̲̣̣̣ε̲̣̣̣я̣̣є̲̣̣̣є̲̣̣̣N̤̈̊ eon^^ lanjut😄

    Mian telat coment ya eon😀 hwaiting XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: