The Way You Are

Title : The Way You Are

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Amber Josephine Liu
  • Key Kim Kibum

Genre : Romance

Length : Oneshot (3273 words)

Rating : PG

Language : Indonesia

Disclaimer : Plot tentu punya aku.. Cast semuanya milik Tuhan aku hanya meminjamnya.


NOT FOR SILENT READER

(Opening Song ‘Try Again, smile Again – Cnblue)

Angin kini bertiup jauh lebih kencang dari sebelumnya, hujan begitu deras mengguyur kota dan Key rasa kini keadaan memang sudah memasuki tahap badai. tentu ia tidak akan melakukan hal gila dengan pergi keluar rumah untuk menempati janji pada teman-temannya itu, yang ada ia akan mati karena badai.

Key, laki-laki yang kini hanya duduk di depan jendela kecil di rumahnya dengan tatapan kosong kearah badai yang terjadi di luar sana. ia menghela nafas kecil dan berdeham. beginilah kalau tinggal sendiri, selalu saja ingin keluar rumah dan bertemu dengan teman-temannya. kalau saja ia dapat menyimpulkan, untuk apa di rumah kalau tidak ada yang di kerjakan atau tidak ada seseorang yang bisa di ajak mengobrol? tentu bosan.

Pandangan key kini tertuju pada sosok yang sedikit terhalang oleh badai, sosok seseorang yang terlihat tergeletak begitu saja di tengah-tengah angin dan dan hujan yang mengguyur lebat. Key terus memperhatikan sosok itu dari jendela kecilnya. Apa seseorang itu benar-benar tergeletak di tengah badai seperti ini?

Wajah Key terlihat panik ketika benar-benar menyadari bahwa ia harus menolong orang yang sepertinya tetap tidak bergerak di tengah badai seperti itu. dengan sigap dan mengacuhkan keadaan yang ada, ia mengambil jaket dan payungnya kemudian berlari keluar sana.

Seorang dengan rambutnya yang pendek masih memejamkan matanya, tubuhnya lemas dan terasa panas, tentu saja akibat hujan yang beberapa waktu sudah mengguyurnya. dengan sigap key menggendong orang tersebut ke dalam rumahnya.

Key menaruh orang itu di sofa kecil miliknya, wajah yang pucat membuat Key semakin khawatir dengan orang yang bahkan ia tidak tahu identitasnya itu. untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi. Laki-laki yang terihat sedang panik itu bermaksud untuk menggantikan pakaian orang di depannya dan yang terbesit oleh key saat melihat penampilan orang itu adalah, ia Laki-laki.

**

“AAAAAAAAAAAAAAA…..” Teriakan Amber tak kalah kencang dengan suara hujan di Luar sana. ia menatap laki-laki di depannya dengan tatapan ngeri. baru saja ia sadar dan mengetahui bahwa laki-laki di depannya itu sedang membuka kancing kemeja yang ia kenakan.

rasa pusing dan suhu tubuh yang tinggi kini ia rasakan, namun tak menutup kemungkinan ia harus waspada dengan laki-laki misterius di depannya yang terlihat amat sangat bingung.

“mau apa kau?! d-dan siapa kau!?” Amber sedikit menerawang ruangan di sekelilingnya yang nampak sangat asing dan kemudian melanjutkan pertanyaannya “ aku dimana??!!” tanya Amber dengan nada yang sedikit mencerminkan takut.

“tenang-tenang Aku hanya menolongmu.. Aku tidak bermaksud mencelakai sama sekali..” Jawab laki-laki itu sambil sedikit memundurkan langkahnya. Wajahnya terlihat bingung sekaligus panik.

“la-lalu mengapa kau membuka kemejaku?!! Kau mau berbuat macam-macam terhadapku?!” tanya Amber lagi dengan nada yang masih terdengar ngeri.

“Aku hanya ingin menggantikan pakaianmu yang basah itu, agar kau tidak sakit dan Hey! bagaimana mungkin aku berbuat macam-macam pada seorang laki-laki.. kau kira aku ini penyuka sesama jenis? Itu tidak mungkin. “ laki-laki itu mendesis kesal seakan menjawab pertanyaan aneh dari orang di depannya yang masih di anggapnya seorang laki-laki namun ternyata orang tersebut perempuan.

Amber mengerutkan keningnya dan berfikir sejenak. Ini memang benar, orang yang melihatnya baru pertama kali memang selalu mengiranya adalah seorang laki-laki karena penampilannya yang memang 99% seperti laki-laki. Namun berhubung Amber tidak mengenal seseorang di depannya itu Amber berencana untuk menutup Identitasnya sekaligus menghilangkan jejak dari orang yang sedang mencarinya di luar sana.

“uhm.. bukan maksudku seperti itu.. Ah sudah.. aku minta maaf sudah menuduhmu yang tidak-tidak..” Ucap Amber sambil tersenyum yang sedikit di paksakan.

“Tidak apa-apa.. uhm.. Aku Key, ya seperti yang kau lihat aku pemilik rumah ini.. Aku tadi menemukanmu tergeletak diluarsana dan akhirnya aku membawamu masuk. Maaf aku sudah berbuat seenaknya tadi, ya aku fikir tidak salahnya aku menggantikan bajumu. Kita sama-sama laki-laki,eh?” Key mengulurkan tangannya pada Amber. Dengan gugup Amber menyambut tangan laki-laki itu.

“haha.. iya kau benar, kita sama-sama laki-laki.. Aku hanya sedikit sensitif dengan orang yang belum ku kenal.. Aku Amber.. ” Amber berusaha bersikap seperti laki-laki, ia harap ia bisa melakukannya agar identitasnya itu tidak terbuka.

“uh? Nama yang terdengar seperti perempuan.. baiklah Amber.. kalau begitu silahkanlah kau berganti baju.. aku akan menyiapkan minuman atau makanan hangat untukmu..” Key memberikan baju yang di genggamnya dari tadi pada Amber dan kemudian pergi ke ruangan yang Amber rasa itu adalah dapur.

Amber tersenyum tipis ketika laki-laki itu membalikan badannya dan pergi menjauh darinya. Ia rasa ia sedikit tenang bertemu dengan laki-laki yang terkesan ramah itu.

**

Key menatap seseorang, yang dengan lahap menyantap ramen instan yang ia buat di tengah-tengah cuaca buruk ini. Key terus mengamati orang itu. Memang terlihat seperti laki-laki namun ia mempunyai sebuah senyum yang sangat manis seperti gadis kebanyakan. Bahkan Key ragu menyebutnya sebagai seorang laki-laki.

“Kau berasal darimana?” tanya Key memecahkan suasana hening di antara mereka. Amber mengangkat kepalanya dan menatap Key juga. Ia terdiam sejenak seperti berfikir, membuat Key sedikit bingung dengan tingkahnya.

“hey? Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” tanya Key lagi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Amber.

Amber manatap Wajah laki-laki itu dan menghela nafasnya. “Aku tersesat… aku ke dareah ini bersama keluargaku.. namun.. aku terpisah dan pada akhirnya tersesat disini..” Jawab Amber dengan nada yang terdengar gugup.

Key masih menatapnya dengan tatapan aneh walau pada akhirnya ia berusaha untuk percaya pada seseorang di depannya itu.

“kalau begitu kau bisa tinggal disini sementara.. sampai kau menemukan keluargamu, mungkin? Aku tinggal sendiri disini jadi tenang saja..” sahut key sambil mengangkat kedua bahunya. Amber tersenyum lebar kearahnya membuat key semakin terkesan dengan senyumnya itu sampai-sampai ia berfikir bahwa jangan-jangan dirinya benar-benar penyuka sesama jenis. Tidak!!!

Amber bangkit dari duduknya yang tepat berhadapan dengan key dan kini dia berjalan ke dekat Key dan tiba-tiba saja ia memeluk laki-laki yang hanya terdiam terpaku disana. “terima kasih banyak… kau begitu baik pada ku..” ucap Amber berterimakasih.

Key yang tadinya terdiam dengan wajhanya yang sedikit memerah kini tersadar, Amber adalah laki-laki. Mengapa ia begitu senang di peluk olehnya? Apa ia benar-benar sudah tidak normal?

Dengan cepat Key melepaskan pelukan Amber itu dan menghilangkan semua perasaan aneh dalam dirinya itu. Sudah! Ia tak mau lagi berfikir bahwa ia menyukai laki-laki itu adalah hal yang terburuk dalam dirinya! “stop! Jangan memeluk ku seperti itu, kau hanya perlu mengucapkan terimakasih.. kita ini sesama laki-laki, aku tidak mau kalau orang-orang mengira aku ‘gay’, uh..” sahut Key sambil mengerutkan wajahnya.

“tapi kan disini tidak ada orang.. atau jangan-jangan kau benar-benar menyukaiku, eh?” Amber terkekeh geli ketika melihat ekspresi dari key yang benar-benar membuatnya tertawa, wajah yang terlihat ngeri terpampang jelas disana.

“Tidak mungkin! Apa kau gila? kau selalu menganggapku menyukai sesama jenis..” bantah Key cepat sambil mengalihkan pandangannya dari hadapan Amber.

“Aku hanya bercanda Key.. Thanks a lot! Oke!” Amber menepuk-nepuk pundak key dan kemudian kembali ke posisi awalnya untuk menlanjutkan kegiatan mengenyangkan perut itu, sedangkan key diam-diam ia tersenyum.

**

Sudah seminggu berlalu sejak Amber mulai menjalankan hidupnya bersama seorang laki-laki asing, ah bukan, bukan asing lagi baginya bahkan laki-laki itu kini benar-benar dekat dengannya dan bisa di bilang pula bahwa laki-laki itu sudah mencuri hatinya walau nyatanya Key menganggap Amber sebagai laki-laki.

Ia senang tinggal bersama Key, jauh lebih senang daripada yang ia bayangkan sebelumnya. Namun selalu saja terpikir masalah yang tak akan pernah berakhir walau ia bersembunyi seperti ini. Orang-orang disana sedang mencarinya. Sial, dan itulah yang Amber takutkan. Ia takut pulang… ia takut dengan sang Ayah yang selalu menuntutnya seperti seorang putri bangsawan yang anggun. Ia takut akan perjodohan itu dan ia takut akan kemungkinan yang terjadi ketika ia harus kembali ke sebuah mansion besar milik sang Ayah. Ia ingin hidup Normal seperti orang lain pada umumnya, bukan hidup yang seperti di penjara itu.

Amber sudah mendapatkan beberapa jejak dari pengawal Ayahnya yang semakin hari sudah mendekat pada lokasi dimana ia berada. itu berarti ia tak boleh berlama-lama tinggal disini.

Amber menghela nafasnya pelan sambil menopang dagu dengan tangannya yang beralaskan meja kecil di depannya. Laki-laki yang tersenyum manis kearahnya sambil membawa sebuah kotak yang ia tahu berisi makanan yang baru saja di beli laki-laki itu di mini market tadi sore mendekat dan duduk tepat di hadapannya.

“makanan sudah dataaaang….” sahut Key sambil membuka kotak makanan tersebut dan gumpalan asap harum keluar dari dalamnya.

Amber menegakan duduknya dan menatap makanan yang sudah Key taruh di depannya dan kemudian menatap Key yang masih tersenyum manis. Ah, inilah yang membuat Amber sedikit mengurungkan diri untuk pergi dari tempat ini. Key. enatah kapan perasaan itu datang padanya dan membuat ia selalu ingin berada di samping laki-laki manis itu.

“hey!Hey!! mengapa kau melihatku seperti itu? Harusnya kau melihat makanan itu dan mulai memakannya.. bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau sedang lapar?” protes Key sambil menunjuk makanan yang ada di depannya. Amber tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya.

“ah baiklah.. terimakasih Key..” Amber mulai mengambil sebuah garpu dan melahap makanan yang ada di depannya itu.

“Apa itu enak?” tanya Key sambil terus menatap Amber sambil tersenyum.

Amber yang masih sibuk mengunyah makanannya hanya menganggukan kepalanya. Kemudian di ulurkan tangannya yang memegang garpuh berisikan makanan itu ke depan wajah Key. “makanlah… kau juga harus tahu rasanya.. bukankah ini kau yang beli, uh?” titah Amber pada Key.

Key yang awalnya menatap Amber bingung kini menuruti perkataaan Amber dan melahap makanan yang Amber berikan padanya. Amber tersenyum senang melihat Key yang juga sibuk mengunyah makanannya itu.

“uhm… Key.. “ ucap Amber pelan sambil berhenti melanjutkan makannya. Tanpa menghentikan kegiatan makannya itu Key menatap Amber.

“ya?”

“bagaimana kalau kau tahu kalau aku berbohong padamu? Apa kau akan sangat marah padaku?” tanya Amber ragu.

Mendengar pertanyaan Amber itu Key juga menghentikan kegiatannya dan cepat-cepat menelan makanan yang ada di mulutnya itu “memang kau berbohong padaku?” key kembali bertanya pada Amber dengan pada serius.

“sudah.. jawab saja.. kau akan marah padaku atau tidak?” Amber mengacuhkan pertanyaan Key tadi dan kembali berfokus pada pertanyaannya yang awal, Membuat Key mengerutkan dahinya dan sedikit berfikir.

“entahlah.. mungkin aku akan sangat marah.. karena aku memang sangat tidak suka di bohongi.. “ ucap Key. Amber hanya terdiam dan menganggukan kepalanya wajahnya terlihat sedikit murung.

“ya! Ada apa? Ada yang kau sembunyikan dariku?”

“tentu tidak ada…” jawab Amber sambil menggelengkan kepalanya.

“baguslah.. aku tahu kau bukan tipe orang yang suka berbohong, bukan? J “

Amber hanya menganggukan kepalanya dan kembali mengambil garpu untuk melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi, mungkin wajahnya kini terlihat lebih murung daripada tadi.

“ah ya Amber.. bagaiamana keluargamu? Kau sudah menemukan berita tentang keluargamu?” tanya key tiba-tiba yang mengingatkan Amber akan kebohongan yang di buat Amber pada awal pertemuannya itu. Seandainya Key tahu berapa kebohongan yang sudah Amber buat padanya itu.

“uhm.. belum menemukan apa-apa.. tidak apa kan kalau aku disini agak lama?”

Key tersenyum tipis kearah Amber mendengar perkataan Amber itu. “ Tentu saja.. kau boleh sampai kapanpun tinggal disini..”

**

“Apa aku ini sudah tidak normal, uh?” gumam key kesal pada dirinya sendiri. Ia menatap dirinya sendiri dengan tatapan ngeri. Ia terus saja membantah bahwa dirinya tidak menyukai Amber namun perasaan itu tidak dapat di bohongi lagi. Ia memang telah terjebak dalam perasaannya sendiri.

Ia tidak menganggap Amber sebagai seorang laki-laki, ia menganggapnya sebagai seorang gadis dan menurutnya itu adalah hal yang gila. Apa ia harus menjaga jarak dengan Amber? Sial. Apa ia bisa?

**

‘ting..tong’

Key menoleh pada pintu rumahnya yang baru saja terdengar bunyi bell dari sana. Ia tersenyum tipis dan menebak bahwa seseorang di balik pintu itu adalah Amber yang tengah kembali setelah ia suruh membeli bahan makanan untuk ia masak bersama Amber.

Key segera berjalan kearah pintu dan membuka knopnnya. Tebakannya salah! Yang berdiri di sana bukanlah Amber. Melainkan 3 Pria berbadan besar dengan wajah yang bisa di belang seram. Key hanya terdiam bingung di sisi pintu rumahnya itu.

“Maaf kami mengganggu.. Apa kau mengenal gadis ini?..” salahsatu dari pria tersebut menyerahkan selembar kertas pada Key. Key menerimanya dengan sedikit ragu dan dibukanya kertas yang tadinya terlipat itu.

Foto seorang gadis dengan rambutnya yang pendek tergambar disana. Wajah gadis itu sangatlah tidak asing lagi bagi Key dan dengan wajah yang amat keget Key terus memperhatikan wajah gadis kertas itu. “Amber!”

**

Amber berjalan dengan santai kearah rumah kecil milik Key tanpa memikirkan masalah-masalah yang beberapa waktu lalu menghantui dirinya. Ia benar-benar lupa akan rencananya yang dulu sempat ia pikirkan. Rencana untuk pergi meninggalkan jejak dari daerah rumah Key ini. Namun semuanya sudah telat.

Sebuah mobil yang plat nya tidak asing lagi baginya kini terpakir di depan rumah Key. Amber yang sebelumnya berjalan dengan santai tanpa bebanpun kini terdiam. Wajahnya pucat dan kini tubuhnya seperti kaku di depan sana. Jantungnya berdegup kencang.

“tamat riwayatku” gumamnya pelan sambil menatap rumah Key yang pintunya kini terbuka menandakan bahwa di sana sedang kedatangan tamu.

**

Amber melangkahkan kakinya ragu kedalam rumah kecil itu. Memandang sekitar mencari seseorang yang ia cari di dalam sana. Key. ia harus menjelaskan serinci-rinci mungkin agar Key tidak marah. namun rasa takut juga menghantui Amber.

“putri Amber josephine Liu.. seorang anak bangsawan yang berusaha kabur dan menyamar sebagai laki-laki, eh?” suara yang tidak asing lagi itu kini terdengar ketus. Amber menolehkan wajahnya memandang seseorang yang tengah duduk pada sofa kecil nan usang itu.

“key..” ucap Amber pelan, namun Key bisa mengetahui bahwa gadis itu mengucapkan namanya.

“Sepertinya kau sangat ahli dalam hal menipu orang.. “ key bangkit dari duduknya dan menghampiri Amber yang berdiri mematung sambil menundukan kepalanya. Ia tak mau ini terjadi. Ia tak mau key membencinya. Rasanya kini airmata sudah sampai di penghujung matanya, siap-siap untuk jatuh karena laki-laki di depannya itu.

“key.. aku mohon dengar penjelasanku dulu.. aku bisa jelaskan…” Air mata Amber berhasil menetes jatuh ke pipi nya. Ia memotong kalimatnya karena tangis yang tiba-tiba saja datang.

Key menaruh tangannya di pinggang dan mendesis pelan menatap Amber. “Sudahlah.. apa airmatamu itu juga airmata tipuan?” Airmata gadis berambut pendek itu semakin deras berjatuhan. Key menunjuk Amber dengan jari telunjukanya “KAU!! ARGH!! Kau menipuku Amber?!”

“Aku bisa jelaskan Key.. aku mohon.. biarkan aku disini.. aku tak ingin pulang…” Suara amber sedikit berteriak ke arah key. Ia berharap Key bisa mengerti keadaannya. Namun Key tak mengerti permasalahan gadis itu. Key juga merasakan sakit dalam dirinya ketika melihat gadis itu menangis. Tapi ia tak suka di bohongi!

“kau sebaiknya pergi!! Aku tidak mau melihatmu disini lagi.. kembalilah ke Kehidupanmu.” Ucapan key itu terdengar sangat menusuk hati Amber membuat Amber tak bisa berkutik lagi. Dan tiba-tiba tiga orang pria bertubuh besar datang menghampiri Amber dan hendak membawa gadis itu ikut bersama mereka.

Amber kini hanya bisa pasrah. Ia benar-benar harus kembali ke masa lalunya yang sesungguhnya ingin ia buang jauh-jauh. Ia masih sangat ingin disini.. bersama orang yang ia sayangi, bersama Key.

Amber menarik nafasnya panjang untuk mencoba menghilagkan tangisnya itu. “Key.. aku hanya ingin katakan kalau.. Aku menyukaimu… “ ucap Amber pelan sebelum akhirnya tubuhnya pasrah di bawa oleh ketiga pria itu meninggalkan rumah kecil milik key itu.

Key terdiam memandang kepergian gadis tomboy itu. Rasanya jantungnya ini seperti ingin berhenti berdetak. Apa yang baru saja ia dengar tentang perasaan Amber? Itu adalah perasaan yang sama seperti ia rasakan. Dan itu semakin membuatnya tak rela gadis itu kini meninggalkannya.

Bodoh! Ia baru saja menyadari sikapnya tadi. Membuat Amber menangis. Ia terus saja memaki dirinya sendiri. Ia memang tidak seharusnya mengucapkan kata-kata yang menyakiti Amber. Ia tak tahu permasalahn gadis itu. Ia tak tahu sebab mengapa gadis itu berusaha kabur dan seharusnya ia mendengarkan penjelasan Amber dulu tadi. Bodoh! Bodoh!

**

Beberapa hari sudah berlalu sejak kepergian gadis yang mentyamar sebagai laki-laki itu pergi dari kediaman kecil milik, Key. Mungkin itu waktu yang bagus untuk key melupakannya. Key menjalankan kehidupannya seperti yang lalu. Lebih sering pergi keluar rumah di bandingkan menetap dirumah, lain hal ketika Amber masih disana, key lebih senang di rumah, mengobrol, bercanda dengan gadis tomboy itu.

Key menyusuri jalan malam yang sepi itu, sudah hampir tengah malam dan waktunya pulang dan beristirahat, rumah itu kembali berfungsi hanya sebagai tempatnya beristirahat, ia selalu menghabiskan harinya di luar.

Key berhenti di sebuah toko elektronik yang di depannya terpajang TV yang menyala, bertujuan untuk menarik perhatian dari para calon pembeli tentang kecanggihan TV tersebut, namun bukan itu yang membuat Key berhenti di depan toko yang memajang banyak TV didepannya. TV itu memancarkan seseorang yang Key kenal. Dengan tampilan yang berbeda namun tetap dengan wajah dan gaya yang sama. Amber. Berdiri berdampingan dengan seorang lelaki yang terlihat sangat mapan.

Perjodohan dengan Bangsawan Muda? Apakah itu yang membuat Amber melarikan diri dari keluarganya? Key terus saja berfikir tentang itu.

Key menarik nafasnya panjang. Ia mulai mengacuhkan TV di toko itu dan meneruskan langkahnya. Ia ingin melupakan semua. Melupakan tentang gadis itu melupakan perasaannya. Untuk apa memikirkan ini kalau hanya membuatnya semakin sakit. Dan ia rasa Amber juga akan bahagia bersama pemuda mapan itu. Key harus mencari kehidupannya yang lain. Mencoba bangkit dan melupakan segalanya.

**

1 tahun kemudian

‘dug dug dug dug’

Terdengar ketukan pintu yang sangat kencang dari rumah kecil yang jarang di tempati itu. Key yang masih setengah sadar di atas tempat tidurnya kini sedikit terlonjak karena suara gaduh itu. Ia bergumam kesal sambil bangkit dari sana menuju pintu rumahnya. Ini masih pagi buta! Mengapa ada orang yang berkunjung ke rumahnya se pagi ini.

Key membuak pintu itu perlahan dan tiba-tiba seoreang gadis berambut panjang kini masuk tiba-tiba ke rumahnya itu. Membuat Key kaget dan berusaha benar-benar sadar untuk mengetahui siapa gadis itu.

Gadis itu dengan panik menutup pintu rumah Key, sedangkan Key masih belum percaya denga n kehadiaran gadis berambut panjang itu. Siapa dia?

“woaaah.. rumah ini masih sama seperti yang dulu.. peralatannyapun tidak berubah“ ucap gadis itu sambil berjalan menyusuri rumah kecil itu. Key yang nampak masih bingung hanya mengikuti jejak gadis itu melangkah. Ia ingat wajah itu. Namun tidak dengan rambut panjangnya.

“Amber?!” pekik key saat menyadari gadis di depannya itu.

Amber membalikan badannya kearah key sambil tersenyum manis. Ini sungguh di luar bayangan Key dapat melihat Amber lagi dan dengan tampilan yang sangat berbeda?

“kau masih mengangatku, eh? Gadis berambut pendek yang menyamar sebagai laki-laki…” sahut Amber sambil tersenyum manis di depan Key.

Key mengerjapkan matanya untuk memastikan bahwa itu gadis berambut panjang di depannya itu benar-benar Amber gadis tomboy itu.

“kau? Sungguh Amber?” tanya key meyakinkan lagi.

Amber menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis. Key melangkah maju mendekati Amber masih dengan tatapan tidak percaya. Gadis tampan itu berubah menjadi gadis yang paling canti yang pernah Key Lihat.

“kau.. sangat berubah!!” ucap key menyentuh rambut panjang Amber.

“Hey! Kau tertipu!!! “ seketika Amber menepis tangan Key dan menarik rambut panjangnya itu dan.. tara! Itu hanyalah Wig yang ia kenakan. Rambutnya masih tetap seperti dulu pendek seperti laki-laki. Key terkekeh geli saat meihat tingkah Amber itu.

“kau masih tetap seperti dulu Amber..” ucap key di sela-sela tawanya. Namun tiba-tiba saja Key berhenti tertawa dan berwajah murung sekarang. Membuat Amber sedikit bingung menatap Key.

“Ada apa dengan mu?” Amber menatap Key dengan bingung karena perubahan wajah key itu.

“selamat atas pernikahanmu dengan bangsawan muda itu… setahun yang lalu, bukan?” ucap Key dengan senyumnya yang terpaksa.

Amber tersenyum tipis dan memberanikan diri untuk mendekati Key dan memeluk laki-laki itu. “Aku tidak Menikah Key.. “ ucap Amber sambil menopang dagu pada bahu Key. Key seketika terdiam.

“perjodohan itu batal… dan karenamu.. Aku sudah bilang pada Ayahku kalau aku sudah menemukan laki-laki terbaik pilihanku“ucap Amber lagi sambil melepaskan pelukannya. Key menatap Amber bingung.

“Mungkin terkesan Aneh bila wanita duluan yang menyatakan cintanya.. tapi… aku fikir.. aku lebih terlihat tampan di bandingmu.. uhm Key.. apa kau mau menggantikan pria mapan itu untuk menikah denganku?” ucap Amber sedikit ragu pada Key.

Key tak bisa percaya apa yang baru ia dengar itu. Ini adalah kejadian yang sudah lama ini ingin ia hapus dari angan-angannya dan sekarang ini terjadi?

Key tersenyum lebar kearah gadis Tomboy di depannya dan dengan riang memeluk gadis itu Erat. “Tentu saja Tomboy… Aku siap menggantikan pria mapan itu”

~~

END

(Ending Song ‘Say You Love me – G.Na ft. Hyuna 4minute’)

COMMENT PLEASE ^^

About Shinstarkey

Shiny Effects Shipper (Dynamic)

Posted on 16 November 2011, in Couple FF, Fanfiction, Oneshoot, Shinstarkey and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. weee.. Happy ending! Kirain key udh tau dri awal kalo amber cewek, kkk lucu pas key khawatr klo dia ska ma sesama jenis! Nice story!🙂

  2. Gak kebayang dah kalo amber rambutnya panjang..
    *ngakak guling2*
    but…
    keren banget ffnya.. *.*

  3. Daebakk eonnie!!!!!🙂

  4. keren thor😀
    mantap mantap😀 (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: