I Miss You

Title : I Miss You

Author : Shinstarkey (@nanonadiaa)

cast :

  • Victoria Song
  • Lee Jinki


Genre : Romance, Family

Length : Drabble (1561 words)

Rating : G

Language : Indonesia

Disclaimer : only plot is mine

Support Song : Forevermore – Onew Version

Suara indah itu terus mengalun lembut di telinga wanita itu. Wanita yang duduk di sofa putih dalam ruangan yang tidak terlalubesar namun penuh dengan perabotan rumah tangga itu memejamkan matanya sambil menikmati setiap melody yang di lontarkan dari iTouch yang ia gengam.

“Aku rindu padamu, Jinki” gumam Victoria pelan sambil memutar kemabali deretan lagu yang berasal dari penyanyi yang sama. ia meraih bingkai foto yang di taruh pada meja kecil di samping sofa, dimana ia dan seorang pria tersenyum bahagia disana dengan nuansa putih, bunga, serta gaun pengantin dan jas yang mereka kenakan. Jemarinya menelusuri lekuk wajah sang pria dalam foto tersebut.

Sudah setahun mereka menikah, namun karena pekerjaan Jinki yang tidak bisa di tolerir tersebut membuat Victoria harus rela membiarkan sang suami pergi menunjang karirnya di bidang tarik suara, menghibur semua orang dengan suara indah yang di milikinya.

hanya tiga sampai empat hari dalam sebulan mereka bertemu. bertukar pikiran, menceritakan hal menarik yang mereka lalui masing-masing. tapi, apa itu cukup? Walau memang menyiksa namun Victoria tidak pernah menyesal membiarkan Jinki pergi, karena ia percaya pada Jinki. Victoria percaya bahwa jinki dapat membahagiakan dirinya nanti, dengan hasil yang di peroleh.

**

Sempurna.

Ruangan kecil itu mungkin sudah di sulap menjadi sedemikian rupa oleh victoria sendiri. dengan meja makan yang sudah di hias serta makanan mewah yang sudah di masaknya itupun membawa kesan lebih pada salahsatu ruangan di apartement kecil di sudut kota.

ia tidak sabar bagaimana reaksi dari Jinki, suaminya saat melihat apa yang sudah ia buat untuk laki-laki yang ia cintai itu.

tanggal 26 maret.

Victoria menatap kalender yang menggantung di dinding ruangan itu, kalender yang penuh dengan coretan kata-kata tentang akan hadirnya suaminya itu. ia tersenyum manis.

Sayang, hari ini aku akan pulang. masak yang enak ya.. aku akan memberi kejutan untukmu. biarlah nanti kita rayakan pesta berdua. Aku rindu padamu.

from: LovelyHusband 10.32AM

Pesan yang Jinki kirim tadi siang. victoria tak henti memandangi pesan itu sambil menunggu sosok yang sebenarnya itu datang dan memeluknya hangat. namun sosok itu tak kunjung datang. ini sudah pukul 11.04PM dan Jinki belum juga menunjukan tanda-tanda kedatangannya, membuat hati Victoria tak tenang. tidak biasanya Jinki seperti ini.

detik jam dinding itu terus berbunyi, lilin yang dari tadi menyala di meja makan pun kini sudah meleleh habis. suara mobil dan motor di luarsana sudah mulai menipis namun kemana Jinki?

no misscall

no message

tidak ada kabar. rasa khawatir sudah sukses menjalar di otak wanita itu. panik, ya ia painik. ia yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Suami nya itu. bibirnya bergetar, jantungnya berdegup kencang, ia selalu menarik nafas panjang. ia sudah berusaha menghubungi ponsel Jinki, namun nihil, tak ada satupun alasan yang dapat menjelaskan Jinki dimana sekarang. ponselnya mati.

Seketika perutnya terasa sakit, tubuhnya melemas. Victoria baru saja ingat bahwa dirinya belum makan sejak siang karena sibuk mempersiapkan semua kejutan untuk sang suami.

‘bruk’

ia terjatuh dan kemudian semua menjadi gelap.

~~

Victoria POV

Aku mengerjapkan kedua mataku, memandang ruangan putih dimana aku berada. ruangan apa ini?

Aku membangkitkan diriku dan mulai berdiri, mencoba melangkah mencari sesuatu yang bisa ku jangkau dengan indraku, namun nihil. disini kosong. tidak ada apa-apa, tidak ada seseorangpun.

“Sayang.. ”

Suara itu. suara yang tidak asing lagi bagiku, suara itu menggema di suarangan putih ini.

“Jinki?” sahutku sambil berusaha melihat kesegalah arah. itu suara Jinki. Jinki yang memanggilku, aku yakin itu! aku rindu suaranya, aku rindu dia.

tap tap tap

langkah-langkah kaki itu membuatku membalikan tubuh pada asal suara langkah itu. aku tersenyum senang. akhirnya aku bertemu dengannya. aku sangat merindukannya. tanpa pikir panjang aku segera berlari kearah Jinki dan memeluknya erat. aku rindu padanya.

“Jinki… aku merindukanmu…” ucapku tanpa melepaskan pelukanku dari tubuh kurusnya. aku merasakan bahwa tangannya kini juga mendekapku erat kedalam pelukannya.

“aku juga.. aku rindu padamu…aku rindu saat kita bersama” ia membelai rambutku dengan halus. aku rindu semua yang dia lakukan padaku.

“Maaf aku selalu meninggalakanmu Vic. aku tahu kau tersiksa karenaku..” Jinki melepas pelukannya dan kini ia menatapku dalam. aku mengangkat tanganku menyentuh wajahnya yang kini bersinar di mataku. Entah apa yang terjadi padaku, aku rasa aku sangat merindukannya benar-benar merindukannya sehingga aku tidak ingin ia meninggalkanku lagi, tidak ingin jauh darinya.

Jinki menggenggam tanganku yang kini menyentuh wajahnya, ia mencium kedua tanganku dan tersenyum manis layaknya seorang malaikat dengan wajah yang bercahaya. “maafkan aku. aku harus meninggalkanmu lagi nanti. dan mungkin aku tidak akan kembali, selamanya. Jangan rindukan aku lagi ya, karena aku takut kalau kau merindukanku kau malah akan menyiksa tubuhmu sendiri. Aku tidak ingin kau sakit vic.”

Aku menatap Jinki bingung. Apa yang ia katakan? apa maksudnya ini? ia ingin meninggalakan aku selamanya? tidak! tidak boleh terjadi!!

“Jangan bicara sembarangan!! kau janji padaku jika kau pergi kau pasti akan kembali secepat mungkin!! kau tidak boleh ingkar janji, Jinki!!”

Jinki menggapai tubuhku lagi dan mendekapku dalam pelukan hangatnya. Jinki, aku tidak mau kau pergi lagi. aku ingin kau tetap bersamaku. Aku mencintaimu.

“maaf, aku harus ingkar Janji. Aku memang tidak mau ini terjadi, namun tuhan punya jalan lain untukku. Aku tahus meninggalaknmu..” suara Jinki yang terdengar lembut membuatku benar-benar takut bahwa apa yang di bicarakannya itu merupakan kenyataan yang terjadi. apa tuhan sudah ingin mengambil Jinki? tuhan Tolong jangan ambil dia dariku. aku butuh Jinki, aku mencintainya, dan aku tidak ingin dia meninggalkanku lagi.

kini airmata itu tidak bisa aku bendung lagi. rasa sesak di dadaku ini membuatku kesulitan untuk bernafas. “Aku mohon jangan tinggalkan aku!! Kau bohong kan? aku tahu kau hanya becanda. Aku mohon Jangan lakukan ini padaku, Jinki!”Aku menangis tanpa henti di pelukan Jinki. aku memelukanya erat, berharap ia tak akan pernah Jauh dariku.

“Aku harus, vic. ini sudah waktunya..” suara Jinki terdengar parau. ia menggenggam bahuku, menjauhkanku dari tubuhnya hingga aku melepaskan pelukanku. ia menyentuh wajahku dengan jemarinya.

“Aku akan jauh lebih merindukanmu. merindukan wajahmu, senyummu, kelakuanmu, aku akan merindukan semuanya.” Jinki tersenyum dengan airmata yang juga jatuh ke pipinya. ia mendekatkan wajahnya padaku dan kini dapat aku rasakan sentuhan dingin di bibirku. bibir Jinki terasa sangat dingin.

Jinki melepaskan ciumannya di bibirku dan menatapku dalam. ” ini sudah saatnya. kau harus siap dengan apa yang akan terjadi nanti. aku mencintaimu Victoria.”

aku semakin tidak kuat menahan tangis yang sudah sepenuhnya membanjiri wajahku ini. Jinki mengecup keningku dan…

~

Naega saranghaetdeon geu ireum
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon (Onew – The name i Love)


Suara itu kini menyadarkanku yang kini terbaring di lantai ruang tengah apartementku itu. Ternyata hanya mimpi buruk. aku menghela nafasku sedikit lega karena kejadian perpisahanku dengan Jinki itu hanya mimpi.

Aku segera bangkit dan segera meraih ponselku yang sedang berbunyi. semoga saja itu adalah telepon dari Jinki, dan benar! layar ponselku itu menunjukan bahwa Jinki yang meneleponku. tapa berfikir panjang aku segera mengangkat telepon itu.

belum sempat aku bersuara, seseorang di sebrang sana yang aku yakin itu bukanlah suara Jinki sudah berbicara. “Selamat malam. apa benar ini keluarga dari Lee Jinki?” tanya seseorang di sebelah sana.

“iya, saya istrinya.. ini siapa?” tanyaku bingung. entah kenapa dadaku terasa sesak. ya Tuhan, apa ini berkaitan dengan mimpi itu?

“kami dari pihak kepolisian memberitahukan bahwa Lee Jinki telah mengalami kecelakaan mobil dan kini jasadnya telah di bawa ke Rumah sakit………….”

DEG

JINKI!!!

Victoria POV End

~~

Normal POV

Victoria terus berlari menuju sebuah kamar rumah sakit yang di tunjukan kepadanya. airmata tidak berhenti mengalir dari sudut matanya. ia tidak habis fikir, mimpi yang ia alami tadi itu benar terjadi. perpisahan menyakitkan itu benar-benar terjadi, apa yang di bicarakan Jinki di dalam mimpinya itu semua terjadi.

victoria berhenti di depan sebuah kamar dimana salah satu teman Jinki, Jonghyun berdiri disana sambil menundukan kepalanya. Victoria mendekat kearah Jonghyun dengan mata sembab nya.

“kau pasti kuat, Victoria.” ucap Jonghyun singkat membuat victoria merasakan sakit yang lebih pada hatinya. dalam hatinya masih selalu berkata bahwa semua ini bohong, ini hanya mimpi.

ia berjalan perlahan kearah pintu kamar itu, membuka knop nya dan berjalan masuk hingga ia menemukan sosok yang terbaring disana dengan selimut putih menutupi hingga kepalanya.

“Jinki? kau sungguh meninggalkanku? kau sungguh melakukan ini padaku?” rintih victoria ketika dibukanya selimut tersebut. wajah dengan banyak bekas luka terlihat disana. wajah yang sangat victoria rindukan.

“Jinki!! kenapa kau meninggalkan aku selamanya?? kau jahat padaku!!” ucapnya sambil memukul-mukul tubuh tanpa nyawa itu. mata sembab itu tak berhenti memproduksi airmata yang kini menetes pada kulit putihnya.

“percuma kau menangis, ia tak akan kembali.” suara Jonghyun terdengar menggema di ruangan itu.

” Mobil Jinki tertabrak oleh sebuah mobil yang melintas kencang ketika ia habis membeli sesuatu di toko perhiasan. Aku menemukan ini di mobilnya” Jonghyun menyerahkan sebuah bungkusan berwarna merah muda pada Victoria. disana terdapat sebuah kotak kecil.

kalung emas putih dengan berlian kecil terdapat disana, dengan sebuah tulisan yang menempel pada kotaknya tersebut ‘untuk istriku yang paling cantik, Victoria Song’

~~

Victoria POV

Tara!!!!

ini adalah kado kecil untuk istriku yang paling cantik!! aku minta maaf karena sering meninggalkanmu. kado ini untuk obat penghilang rasa rindumu padaku. genggam kalung itu saat kau merindukanku. jangan mengeluh merindukanku ya, aku takut kau jadi sakit karena terus memikirkanku. aku pasti baik-baik saja ketika bekerja. Kau harus ingat, Walau kita jauh namun aku akan berusaha sebisa mungkin ada untuk mu. I Love you Honey. and I miss You.

Aku memasukan kembali kertas kecil yang terselip dalam kotak kalung yang ku genggam. rasa sesak, sakit kini merajalela di tubuhku. sungguh aku belum kuat menghadapi ini semua.

“Aku sungguh merindukanmu,Jinki” rinyihku sambil menggenggam kalung yang kini bersinar di leherku.

END

__

hoeeeeey~~

author sarap ini kembali merasa galau di malam hari, makanya tadi malam bikin ff ini.. gak tau spontan aja, sebenernya gak ada tujuan sama sekali bikin ff.. inget ff yang lama banyak yang belum lanjut. eh tau nya karena lagi galau tiba-tiba bikin cerita ini.

maaf kalo ceritanya aneh dan banyak typo🙂

jangan lupa RCL nya🙂

Komen di tunggu dan Janji di bales!!🙂

About Shinstarkey

Shiny Effects Shipper (Dynamic)

Posted on 26 Maret 2012, in Couple FF, Fanfiction, Shinstarkey, SM Entertaiment member cast and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. anyeong haseyo !
    aku readers baru disini .😀
    pertama kali liat aku tertarik terus baca deh .
    hiksss.
    victoria sabar eoh jangan nangis lagi😦
    jiahh ternyata sad ending .
    kebaniiran air mataaa.
    huweee #meweek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: